
Ameena tidak dapat menyembunyikan raut wajah keterkejutannya karena untuk pertama kalinya ia mendengar Boy membentaknya, sementara itu Boy sendiri nampak terkejut karena ia tidak sengaja telah membentak Ameena dan tentu saja ia tidak berniat melakukan hal tersebut hanya saja barusan ia merasa benar-benar kesal dengan Ameena yang tidak mengizinkannya pergi dengan Alysa.
“Ameena, aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk membentakmu, sungguh.”
“Tidak apa Tuan, anda pasti sangat kesal dan membenciku saat ini kan?”
“Ameena… aku ….”
“Maaf Tuan, akan tetapi saya tetap tidak dapat mengizinkan Alysa untuk pergi bersama anda saat ini.”
“Katakan padaku alasannya karena aku membutuhkan itu!”
“Karena saya masih belum dapat menerima kalau Tuan memenjarakan Richi.”
Boy benar-benar tidak habis pikir dengan Ameena yang otaknya sudah dicuci oleh Richi, walaupun Boy berusaha sekuat mungkin mengatakan dan menjelaskan semuanya pada Ameena namun Ameena tetap saja tak mau
mendengarkannya.
“Tolong Tuan hargai keputusan saya.”
Boy benar-benar tidak dapat membujuk Ameena untuk mengizinkannya pergi dengan Alysa maka kemudian Boy pun pergi dengan raut wajah kesalnya. Ameena sendiri dapat menghela napasnya lega karena akhirnya Boy pergi
juga dan ia dapat bernapas lega karena Boy tidak dapat membawa Alysa pergi.
“Bu, kenapa Ibu mengusir papa?”
“Siapa yang mengusir papa, Nak? Ibu sama sekali tidak mengusir papa namun tadi papa bilang ada urusan,” kilah Ameena.
Namun rupanya Alysa yang mendengar semuanya tidak memercayai apa yang Ameena katakan, kini Alysa merajuk dan kemudian pergi meninggalkan Ameena walaupun Ameena sudah berusaha membujuk anaknya itu untuk
mau mendengarkannya.
“Ya Allah, cobaan apa lagi ini,” gumamnya.
Ameena masih berusaha untuk membujuk Alysa untuk mau mendengarkannya namun Alysa tetap tidak mau mendengarkannya pada akhirnya Ameena pun mengalah dan tidak lagi mengganggu anaknya yang sepertinya masih membutuhkan waktu sendiri.
“Baiklah Ibu tidak akan mengusikmu dulu, kamu bisa tenangkan dirimu,” ujar Ameena yang kemudian pergi meninggalkan Alysa.
****
__ADS_1
Nandhita berada di rumah Luluk untuk beberapa hari ke dua setelah kemarin ia tiba di rumah ini, Nandhita melihat Boy yang wajahnya nampak kesal sekali ketika tiba di rumah ini, ketika ia mencoba untuk menyapanya namun Boy malah buang muka dan berlalu begitu saja. Nandhita tidak patah semangat dan kemudian mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Boy saat ini.
“Boy, aku saat ini tengah bicara padamu.”
“Apa yang kamu inginkan dariku? Urus saja masalah pribadimu.”
“Apakah kamu baru saja menemui Ameena?”
“Sama sekali bukan urusanmu.”
“Iya, apa yang kamu katakan barusan memang benar adanya akan tetapi aku sangat penasaran kenapa kamu sampai seperti ini, Boy?”
Boy menghela napasnya panjang sebelum menceritakan apa yang terjadi di antara dirinya dan Ameena, Boy mengatakan pada Nandhita bahwa saat ini Ameena sudah dipengruhi oleh Richi untuk membencinya bahkan saat ini Ameena sendiri juga sudah mulai menghalangi dirinya untuk bertemu Alysa.
“Apakah kamu yakin kalau semua ini adalah ulah Richi?”
“Tentu saja, aku sangat yakin kalau semua ini adalah ulah pria itu dan aku akan pastikan bahwa Richi akan mendapatkan balasan atas apa yang telah ia perbuat padaku.”
Selepas mengatakan itu Boy langsung pergi meninggalkan Nandhita, sementara Nandhita sendiri nampak menghela napasnya panjang namun ia masih belum dapat memercayai apa yang Boy katakan sepenuhnya.
****
Nandhita untuk masuk ke dalam rumahnya dan Ameena pun menjamu Nandhita dengan seadanya karenaa memang inilah yang ia miliki di rumah ini.
“Apa yang membawamu ke sini?” tanya Ameena.
“Sejujurnya aku baru saja mendengar dari tante bahwa kamu sudah tidak lagi bekerja di rumah.”
“Iya, apa yang nyonya katakan benar adanya, sekarang aku sudah tidak lagi bekerja di rumah.”
“Lalu sekarang kamu bekerja di mana?”
“Aku sampai saat ini masih mencari pekerjaan.”
“Begitu rupanya, Ameena kalau aku boleh tahu sebenarnya apa yang terjadi kenapa kamu memilih untuk berhenti bekerja di rumah itu?”
Ameena nampak terdiam untuk beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan dari Nandhita barusan, walaupun tidak sepenuhnya jujur namun Ameena mengatakan bahwa ia memiliki masalah dengan Boy dan Nandhita
sendiri sudah tahu arah pembicaraan Ameena ini.
__ADS_1
“Apakah kamu sekarang sudah akrab lagi dengan Richi?”
“Richi adalah suamiku, tentu saja aku akrab dengannya.”
“Namun dia pernah melakukan kekerasan padamu kan, Ameena?”
“Tapi semua sudah berlalu dan kini dia sudah mengakui kesalahannya dan mau berubah.”
****
Cassandra tiba di rumah, ia berharap dapat bertemu dengan Boy namun usahanya sia-sia karena ia tidak dapat masuk ke dalam rumah walaupun ia sudah meminta pada satpam untuk membuka pintunya namun tetap saja satpam tidak bersedia melakukannya. Ketika Cassandra berdebat dengan satpam itulah Nandhita tiba di rumah, ia nampak menatap Cassandra dari ujung kepala hingga kaki yang membuat Cassandra kesal.
“Kenapa menatapku begitu?”
“Lama sekali tidak berjumpa denganmu, kenapa kamu datang ke sini?”
“Itu semua bukan urusanmu.”
“Baiklah kalau memang bukan urusanku.”
Ketika Nandhita hendak masuk ke dalam, Cassandra menahan tangan Nandhita dan mengatakan bahwa ia butuh Nandhita untuk masuk ke dalam rumah karena ia ingin bertemu dengan Boy namun Nandhita mengatakan bahwa
ia tidak dapat membiarkan Cassandra untuk masuk ke dalam karena ini bukanlah rumahnya.
“Kamu lupa bahwa ini bukanlah rumahku melainkan rumah tante Luluk?”
“Tapi kamu kan keponkannya, kamu bisa saja membawaku masuk ke dalam.”
“Tetap saja aku tidak bersedia untuk melakukan itu, permisi.”
Cassandra tidak dapat menahan kekesalannya pada Nandhita yang tidak mau membantunya untuk masuk ke dalam, Cassandra mencoba menghubungi Boy namun sayangnya nomor ponsel pria itu tidak dapat untuk dihubungi.
“Kenapa dia tidak mau menjawab telepon dariku?!” geram Cassndra pada ponselnya dan masih saja mencoba menghubungi Boy.
****
Hari ini Ameena tidak dapat mengunjungi Richi dipenjara karena katanya sudah ada yang mengunjungi Richi barusan. Ameena pun nampak pensaran sebenarnya siapa orang yang baru saja menjenguk Richi namun
karena sudah tidak dapat jatah untuk menjenguk tentu saja Ameena memutuskan untuk pulang saja ke rumah. Sepanjang perjalanan dari penjara menuju rumah, perasaan Ameena benar-benar tidak enak sekali dan beberapa hari kemudian ia malah mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan mengenai suaminya. Ameena mendengar bahwa Richi mengalami koma akibat dianiaya oleh rekan sesama tahanan, Ameena ingin menjenguk Richi di rumah sakit namun ia tidak diizinkan untuk hal tersebut.
__ADS_1
“Ya Allah, cobaan apa lagi ini?” isak Ameena.