Cinta Ameena

Cinta Ameena
Fakta Mengejutkan Terungkap


__ADS_3

Hanif meneguk minuman yang diberikan oleh Nandhita tanpa menaruh sedikit pun curiga pada wanita itu, selepas meneguk minuman itu Hanif merasa ada yang aneh dalam dirinya, ia menjadi berkeringat dan kemudian saat melihat Nandhita ia berhalusinasi seperti melihat sosok mendiang Salsabila.


“Salsabila?”


Nandhita nampak tersenyum karena rencananya berhasil untuk mendapatkan pria ini, Hanif yang tidak menyadari bahwa orang yang berada di sebelahnya ini bukan Salsabila langsung memeluknya erat namun Nandhita langsung melerai pelukan itu dan malah mencium bibir Hanif dan sengaja membuat pria itu semakin terbakar hasratnya. Hanif menikmati permainan Nandhita hingga akhirnya karena sudah dibutakan oleh syahwat dan gairah tak terkendali maka Hanif membawa Nandhita ke kasur dan membuka seluruh pakaian mereka. Nandhita


sama sekali tidak melawan ketika Hanif melakukan itu karena memang ia sudah menunggu moment yang tepat seperti ini.


“Teruslah Hanif.”


Hanif masih belum menyadari siapa yang tengah bersama dengannya, dalam pandangannya orang yang tengah bersamanya adalah Salsabila dan ia begitu merindukan mendiang istrinya itu hingga dapat hilang kendali seperti


ini. Hanif tertidur di sebelah Nandhita setelah puas melakukan hal tersebut pada Nandhita, selepas Hanif tidur Nandhita menyeringai dan membelai wajah pria itu.


“Terima kasih atas permainannya Hanif, aku harap aku bisa segera mengandung anakmu,” seringai Nandhita yang kemudian wanita itu tertidur dengan posisi memeluk tubuh Hanif yang polos.


Beberapa jam kemudian Hanif terbangun dan ia terkejut mendapati Nandhita berada di sebelahnya dengan posisi memeluknya namun yang lebih membuatnya terkejut adalah dirinya dan Nandhita yang tak mengenakan busana saat ini.


“Nandhita!”


Nandhita terbangun ketika Hanif membentaknya, ia kemudian berakting terkejut ketika ia dan Hanif sama-sama tak mengenakan apa pun.


“Hanif, apa yang sudah kamu lakukan padaku?”


“Harusnya aku yang bertanya padamu, apa yang sudah kamu lakukan padaku?! Semua ini pasti pekerjaanmu kan?!”


“Aku tidak tahu apa pun, Hanif.”


Namun Hanif tak memercayai apa yang Nandhita katakan, ia segera turun dari ranjang dan mengenakan pakaiannya dengan agak tergesa-gesa, Nandhita masih berakting seolah dirinya begitu terkejut saat bangun ia tak mengenakan apa pun padahal ia adalah dalang di balik semua ini.


****


Hanif kembali ke apartemen dan terkejut mendapati Richi di sana, emosi Hanif memuncak melihat Ameena seperti begitu dekat sekali dengan pria ini dan langsung memarahi Ameena.


“Bagus sekali kamu sudah membawa pria lain ke apartemen ini saat aku tidak ada.”


“Mas Hanif? Ini tidak seperti apa yang Mas Hanif pikirkan.”


“Kamu pikir aku ini bodoh? Kamu memang benar-benar keterlaluan Ameena!”

__ADS_1


“Tidak Mas, bukan seperti itu.”


“Pokoknya aku sudah tidak mau melanjutkan pernikahan ini!”


“Mas Hanif ….”


Namun Hanif tak mau mendengarkan apa pun yang ingin Ameena jelaskan padanya walaupun Ameena berusaha mengejar pria itu supaya mau mendengarkannya terlebih dahulu. Ameena begitu sedih karena Hanif pergi begitu


saja dan lebih parahnya lagi Hanif pergi dengan salah paham bahwa ia dan Richi tidak melakukan apa pun sejak tadi.


“Ameena, kamu baik-baik saja?”


“Mas Hanif marah padaku dan mengira kalau kita melakukan hal yang bukan-bukan tadi selama dia tidak ada.”


“Maaf karena sudah membuat terjadinya badai dalam rumah tanggamu.”


“Tidak Richi, kamu tidak salah dalam hal ini.”


****


Hanif memberitahu mamanya apa yang sudah Ameena lakukan dan ia akan menceraikan Ameena selepas Hanif memergoki Ameena berduaan dengan Richi di dalam unit apartemen mereka. Untari yang mendengar itu tentu


saja terkejut bukan main, ia bergegas menemui Ameena untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua. Ameena mengatakan pada Hanif bahwa dirinya dan Richi tidak melakukan apa pun di dalam unit apartemen namun Hanif sudah menuduh mereka yang bukan-bukan.


“Kalau Mama boleh tahu Richi itu siapa, Ameena?”


“Richi adalah orang yang dulu aku suka Ma, akan tetapi dia menghilang begitu saja dan kami baru bertemu belakangan ini selepas aku dan mas Hanif menikah.”


“Apakah kamu menyukai Richi?”


“Tidak Ma, aku sudah tidak menyukainya.”


Untari dapat melihat kejujuran di kedua mata Ameena ketika wanita itu mengatakannya, Untari kemudian mengatakan pada Ameena bahwa dirinya akan mencoba bicara dengan Hanif supaya anaknya itu tidak mengambil


keputusan terlalu cepat saat emosi.


“Terima kasih banyak Ma.”


“Sama-sama Ameena, kalau begitu Mama permisi dulu.”

__ADS_1


“Hati-hati di jalan, Ma.”


Untari kemudian pergi dari unit apartemen Ameena namun tidak lama kemudian seseorang menekan bel pintu unit apartemen yang membuat Ameena kembali beranjak menuju pintu untuk membukakan pintu dan ketika pintu


terbuka dirinya terkejut melihat siapa yang datang.


****


Orang yang datang saat ini tidak lain dan tidak bukan adalah Nandhita, wanita itu begitu saja masuk ke dalam unit apartemen itu tanpa menoleh ke arah Ameena. Ameena menghela napasnya panjang dan kemudian


menanyakan apa yang Nandhita lakukan di sini dan wanita itu nampak menyeringai pada Ameena yang membuatnya tidak paham.


“Ameena, apakah kamu tahu kalau kemarin aku dan Hanif menghabiskan waktu bersama?”


“Apa maksudmu?”


“Ini lihatlah.”


Nandhita memperlihatkan fotonya dan Hanif yang membuat Ameena menutup mulutnya tak percaya bahwa ternyata kemarin Hanif menikmati waktu bersama dengan Nandhita dan parahnya lagi mereka berdua sampai melakukan hal tersebut, Nandhita nampak puas melihat raut kecewa dan hancur Ameena ia pun mengatakan pada Ameena bahwa sebaiknya mulai sekarang Ameena pergi dari kehidupan Hanif karena Hanif sampai kapan pun tidak akan mencintainya.


“Menyerahlah Ameena, pernikahan kalian tidak akan pernah berhasil.”


“Aku… aku ….”


“Aku tahu bagaimana rasanya bertahan dengan orang yang tidak mencintai kita, pasti menyiksa bukan? Apalagi saat tahu suami yang kamu percayai tidak akan berkhianat justru melakukan hal itu dengan wanita lain?”


“Aku ….”


“Kembalilah ke Indonesia Ameena, tinggalkan Norwegia dan juga Hanif untuk selama-lamanya, anggap saja kamu dan Hanif tidak pernah mengenal satu sama lain selama ini.”


****


Untari pergi menemui Hanif di hotel tempat putranya menginap, Hanif nampak sama sekali tidak bersemangat saat melihat mamanya muncul di depan pintu kamar hotel namun ia telah terlanjur membukakan pintu untuk mamanya jadi ia pun segera mempersilakan mamanya untuk masuk ke dalam.


“Nak, Mama telah bicara dengan Ameena dan sepertinya kamu sudah salah paham padanya.”


“Mama percaya dengan apa yang Ameena katakan?”


“Sepertinya kamu yang selalu mencari gara-gara dengan Ameena, ya?”

__ADS_1


“Sejujurnya aku ingin kami berpisah saja, aku tidak mencintai wanita itu, satu-satunya orang yang aku cintai adalah Salsabila.”


“Apakah kamu yakin ingin membuang Ameena dari kehidupanmu dan kamu tak akan menyesalinya?”


__ADS_2