Cinta Ameena

Cinta Ameena
Akhir Cerita Mereka


__ADS_3

Nandhita baru menyadari bahwa orang yang ia lihat itu tidak lain dan tidak bukan adalah Cassandra, buru-buru ia menelpon Boy untuk memberitahu hal tersebut. Boy yang mendengar cerita Nandhita soal keberadaan Cassandra pun akhirnya segera meluncur ke lokasi kejadian, ketika tiba di lokasi nampak Nandhita telah menantinya di ujung jalan raya.


“Di mana wanita itu berada?”


Nandhita kemudian menunjukan di mana ia melihat Cassandra pada Boy, akhirnya mereka berdua kemudian menyusuri jalan menuju arah masuk hutan, setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka melihat sebuah pondok tua yang dijaga oleh dua orang dan Boy merasa yakin bahwa di sana Ameena disekap oleh Nandhita.


“Aku harus menyelamatkan Ameena sekarang juga.”


Namun Nandhita menahan Boy, Nandhita mengatakan pada Boy untuk jangan gegabah dulu karena saat ini bisa saja Boy dalam bahaya kalau nekat masuk ke dalam. Nandhita mengatakan pada Boy bahwa ia akan memanggil


polisi untuk datang supaya mereka dapat menangkap Cassandra dan kaki tangannya.


“Baiklah, aku percayakan semua padamu.”


“Ingat selama aku pergi jangan pergi ke mana pun, tetap di sini.”


“Baiklah.”


Nandhita pergi dari hutan itu untuk memanggil polisi karena di dalam hutan ini tidak ada sama sekali sinyal hingga ia harus keluar hutan untuk membuat panggilan telepon, Boy sendiri nampak gelisah sekali menunggu kapan Nandhita kembali dengan polisi sementara ia khawatir dengan keadaan Ameena di dalam, ia khawatir kalau Cassandra telah melakukan hal yang buruk pada Ameena.


“Semoga saja Ameena baik-baik saja di dalam sana,” lirih Boy.


Boy terus memerhatikan dari balik pohon dan tidak lama kemudian Cassandra keluar dari tempat itu, wanita itu nampak tengah bicara sebentar dengan kedua kaki tangannya sebelum pergi dari tempat tersebut.


“Nandhita, kenapa dia lama sekali, sih?”


Boy sudah habis kesabaran hingga akhirnya saat Cassandra melintas tidak jauh darinya, Boy langsung menarik wanita itu dan membuat Cassandra terkejut bukan main.


“Boy, bagaimana bisa kamu ada di sini?”


****


Boy sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Cassandra namun Boy memberikan pelajaran pada Cassandra dengan menahan wanita itu supaya tidak melarikan diri sampai polisi datang, tentu saja kaki tangan wanita itu berusaha membebaskan Cassandra namun Boy menodongkan senjata api di kepala Cassandra yang membuat keduanya terkejut dan tidak jadi menyelamatkan wanita ini.


“Kalau kalian berani mendekat atau macam-macam denganku maka aku akan membunuh wanita ini sekarang juga.”


“Tega sekali kamu melakukan ini padaku, Boy! Apa salahku padamu?” tanya Cassandra.


Boy yang mendengar ucapan Cassandra barusan tentu saja geram bukan main, Boy mengatakan pada Cassandra bahwa wanita ini telah melakukan penculikan pada Ameena namun Cassandra menolak tuduhan itu. Tidak lama kemudian polisi datang dan Cassandra serta kaki tangannya langsung diamankan sementara setelahnya Ameena dapat dibebaskan.

__ADS_1


“Lepaskan aku! Aku tidak terima dengan semua ini!” jerit Cassandra.


Namun tentu saja Cassandra tetap saja dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan jahatnya yang telah menyiksa dan menculik Ameena. Boy nampak sedih sekali melihat kondisi Ameena yang memprihatinkan akibat apa yang sudah Cassandra lakukan pada wanita itu, Ameena segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan, sepanjang perjalanan ke rumah sakit nampak Boy selalu saja berdoa supaya Ameena baik-baik saja.


****


Ameena telah tiba di rumah sakit dan untungnya saja dokter bisa langsung menanganinya hingga nyawa Ameena masih dapat tertolong, Boy tentu saja lega bukan main dengan berita baik yang dokter berikan padanya. Boy


menunggu sampai Ameena siuman namun saat ia menunggu Ameena siuman, pintu ruangan inap Ameena terbuka dan menampakan sosok Pamungkas di sana. Kehadiran sang papa tentu saja membuat Boy tidak suka, Boy mengatakan pada Pamungkas lebih baik Pamungkas tidak datang ke sini dan mencari keributan karena ini adalah


rumah sakit.


“Siapa yang datang untuk mencari ribut, Boy? Papa datang ke sini karena mendengar Ameena mengalami musibah.”


“Mau sampai kapan pun Papa memaksa Ameena untuk menjadi istri Papa, hal tersebut tidak akan pernah berhasil.”


“Sepertinya kamu masih belum rela jika kelak Ameena akan memilih Papa sebagai suaminya dan bukannya kamu.”


“Lebih baik sekarang juga Papa pergi karena aku tidak mau ribut di sini.”


“Kalau memang kamu tidak suka Papa ada di sini, silakan kamu saja yang pergi.”


dengan cucunya dan langsung melerai perdebatan keduanya, Luluk meminta mantan suaminya pergi sekarang juga.


“Jangan buat keributan karena ini adalah rumah sakit,” geram Luluk.


****


Akhirnya Ameena siuman juga dan semua orang bersyukur karena Ameena sudah siuman, Boy yang paling bahagia melihat Ameena siuman, ia tidak henti-hentinya bersyukur karena Tuhan mendengarkan doanya. Ketika Ameena siuman nampak ada Boy yang tengah menemaninya di sini, Boy begitu khawatir sekali dengan keadaan Ameena dan Ameena meminta Boy untuk tak perlu khawatir lagi karena ia sudah siuman. Ameena juga berterima kasih pada Boy yang telah menyelamatkannya.


“Ameena… aku …..”


Tiba-tiba saja pintu ruangan inap terbuka dan menampakan Hanif di sana bersama dengan Arsen, Hanif dan Arsen datang untuk menjenguk Ameena yang katanya sedang dirawat di rumah sakit. Kedatangan Hanif itu tentu saja tidak disukai oleh Boy karena bagaimanapun juga Hanif adalah orang dari masa lalu Ameena dan Boy tahu kalau wanita itu masih mencintai Hanif sampai saat ini.


“Lebih baik aku pergi dulu, aku akan memberikan waktu kalian untuk bicara,” ujar Boy yang langsung pergi dari ruangan inap itu.


Hanif kemudian mengambil alih tempat duduk Boy dan memangku anaknya untuk bisa dekat dengan Ameena, Ameena berterima kasih pada Hanif yang sudah mau datang menjenguknya saat ini dan Hanif meminta maaf karena mamanya tidak dapat datang.


“Mama sedang ada urusan, setelah urusannya selesai dia akan kembali ke Indonesia dan menjengukmu.”

__ADS_1


“Iya Mas, terima kasih banyak.”


****


Semenjak Ameena dirawat di rumah sakit ini, Hanif lebih sering menjenguk Ameena dan kedatangan Hanif itu membuat Boy tidak suka. Boy seperti merasa kalau saat ini Hanif tengah mencoba untuk mendekati Ameena


kembali namun ketika Boy menanyakan itu secara langsung pada Hanif, pria itu menolaknya.


“Kamu tahu kalau satu-satunya cinta sejatiku adalah mendiang kakakmu, kan?”


“Kalau memang begitu kenapa Mas Hanif selalu datang untuk menjenguk Ameena?”


“Karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengannya.”


“Apa itu?”


“Kamu tanyakan sendiri saja pada Ameena.”


Selepas mengatakan itu Hanif langsung pergi meninggalkan Boy, tentu saja Boy menjadi bingung saat ini dan akhirnya Boy pergi untuk menemui Ameena di ruangan inap wanita itu untuk menanyakan secara langsung apa yang sebenarnya Hanif bicarakan dengannya.


“Ameena.”


“Tuan Boy, ada apa?”


Boy tidak mau berbasa-basi lagi, ia langsung bertanya pada Ameena sebenarnya apa yang dibicarakan Ameena dengan Hanif belakangan ini, Ameena tidak langsung menjawab pertanyaan dari Boy barusan namun akhirnya ia


pun memberitahu Boy juga apa yang selama ini ia dan Hanif bicarakan.


“Mas Hanif selama ini berusaha untuk meyakinkanku membuka hati lagi dengan orang lain akan tetapi aku belum mau melakukannya. Mas Hanif begitu peduli padaku sampai ia khawatir kalau ada orang jahat lain yang akan mencelakaiku kalau aku masih sendiri.”


“Benarkah itu?”


“Iya dan sepertinya apa yang Mas Hanif katakan itu benar adanya.”


“Ameena aku tahu aku sudah mengatakan ini ratusan kali padamu, akan tetapi aku tidak akan pernah bosan untuk mengatakan ini, maukah kamu menikah denganmu?”


“Iya Tuan, saya mau.”


T A M A T

__ADS_1


__ADS_2