
Nandhita akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Jose mengenai apa maksud dari semua sikap Jose yang sangat berubah belakangan ini jika dibandingkan pada saat dulu ketika hubungan mereka dapat dikatakan merenggang. Jose sendiri nampak tidak langsung menjawab pertanyaan Nandhita melainkan pria itu terdiam sesaat dan kemudian mengatakan bahwa ia ingin melupakan masa lalunya dengan wanita yang ia cintai dan wanita itu meninggalkannya menjelang hari pernikahannya.
“Aku merasa sangat bersalah padamu karena selama ini sudah mempermainkanmu dan tidak tulus dalam mencintaimu padahal aku dapat merasakan bagaimana ketulusan cinta yang kamu berikan padaku namun saat itu aku benar-benar tidak memiliki perasaan untukmu.”
“Lalu bagaimana dengan sekarang?” tanya Nandhita penasaran.
Jose menatap Nandhita dengan tatapan yang sulit untuk Nandhita terjemahkan namun tatapan intens yang diberikan oleh pria itu membuat Nandhita jadi menundukan kepalanya karena merasa malu ditatap terus menerus
oleh pria yang memang dicintainya ini.
“Kenapa malah menundukan wajahmu?”
“Tidak, hanya saja aku tidak terbiasa ditatap intens olehmu seperti yang kamu lakukan saat ini.”
“Apakah hal itu mengganggumu?”
Nandhita menggelengkan kepalanya, Nandhita mengatakan bahwa ia sama sekali tidak terganggu akan hal tersebut namun Nandhita penasaran kenapa Jose menatapnya lama seperti apa yang tadi ia lakukan.
“Aku pikir kamu dapat melihat jawaban dari tatapan kedua mataku barusan.”
Nandhita nampak terkejut dengan jawaban yang Jose berikan, Jose sendiri kemudian mengatakan bahwa ia ingin memperbaiki semua yang pernah ia lakukan di masa lalu jika Nandhita berkenan, ucapan Jose barusan membuat Nandhita terkejut karena ia berpikir secara tidak langsung Jose ingin mengatakan ingin kembali menjalin hubungan dengannya namun ia tidak yakin dengan asumsi yang ia bangun barusan.
“Kenapa hanya diam saja, Nandhita? Apakah kamu tidak menyukainya?”
“Tidak, bukan aku tidak menyukainya hanya saja… apa maksudmu dengan kata-kata barusan?”
“Bukankah semuanya sudah cukup jelas, Nandhita? Kenapa kamu malah bertanya lagi?”
Nandhita menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa Jose belum jelas mengatakan semuanya padanya, ia mendesak pria ini untuk mengatakan yang sejujurnya sekarang juga.
****
Ameena merasa bahwa Boy sudah keterlaluan karena melibatkan papanya untuk mau membujuknya menikah dengan pria itu dan sikap Boy yang seperti itu malah membuat Ameena menjadi antipati pada pria itu. Boy
sendiri masih berusaha meminta maaf pada Ameena namun wanita itu seperti selalu menjaga jarak dengannya padahal Boy sudah berusaha mengatur waktu agar mereka berdua dapat bicara dengan baik-baik.
__ADS_1
“Ameena, tolong aku ingin bicara baik-baik denganmu.”
Namun seperti yang sudah-sudah Ameena tidak mau melakukan seperti apa yang Boy katakan, ia berusaha menghindari pria itu namun kali ini Boy tidak akan membiarkan Ameena untuk pergi begitu saja tanpa mendengar
penjelasannya terlebih dahulu.
“Tolong lepaskan tangan saya, Tuan,” ujar Ameena yang membuat Boy melepaskan tangannya dari lengan Ameena.
Boy meminta maaf pada Ameena karena sudah menyentuh wanita itu namun Boy mengatakan bahwa ia tidak memiliki pilihan lain karena sejak tadi Ameena tidak mau mendengarkannya.
“Mau sampai kapan kamu seperti ini Ameena? Apakah kamu tidak mau mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu?”
“Tuan, saya sudah mengatakan bahwa saya menghormati anda sebagai ayah kandung Alysa namun bukan berarti anda dapat memaksa saya untuk dapat menikah dengan Tuan.”
“Ameena aku ….”
“Maaf Tuan, akan tetapi masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan.”
****
Pamungkas menelpon Boy dan mengatakan pada anaknya itu jangan risau karena ia akan membuat Ameena mau menikah dengan Boy namun Boy mengatakan bahwa papanya tidak perlu melakukan hal tersebut.
“Tidak, Ameena tetap tidak mau menikah denganku akan tetapi Ameena sekarang malah jadi membenciku dengan apa yang terjadi sekarang.”
“Apakah dia tidak menyukai ketika Papa datang menemuinya dan memintanya untuk menjadi istrimu?”
“Begitulah, dia mengatakan menghormatiku sebagai ayah kandung Alysa namun dia tidak dapat menikah denganku.”
“Dan kamu akan menyerah begitu saja selepas Ameena mengatakan hal tersebut?”
“Aku akan memikirkannya, akan tetapi untuk sekarang tolong Papa jangan usik Ameena dulu.”
Selepas pembicaraan singkat itu Boy menutup sambungan telepon dengan sang papa, selepasnya ia menghela napasnya dan kemudian Luluk mendekati Boy, Luluk mengatakan pada Boy untuk melupakan perasaannya pada
Ameena karena Ameena sendiri tidak mencintai Boy.
__ADS_1
“Aku sedang tidak ingin mendengar apa pun,” ujar Boy yang kemudian pergi meninggalkan Luluk walaupun Luluk sendiri sudah berusaha memanggil Boy untuk tetap di sini namun Boy tetap saja memilih untuk pergi meninggalkan Luluk karena ia tidak ingin mendengar apa pun yang diucapkan oleh sang mama.
****
Hanif mendapatkan telepon dari Nandhita, awalnya ia malas untuk menjawab telepon dari Nandhita itu namun pada akhirnya ia menjawab juga telepon dari Nandhita yang mengatakan bahwa saat ini ia sedang ada di kota dan ingin bertemu dengannya.
“Memangnya apa yang ingin kamu bicarakan denganku?”
“Ada sesuatu hal penting yang ingin aku bicarakan.”
“Kalau begitu lewat telepon saja.”
“Aku tidak nyaman jika mengatakannya lewat telepon, bisakah kamu menemuiku sebentar saja?”
Hanif nampak menghela napasnya sejenak sebelum akhirnya Hanif pun mengiyakan ajakan dari Nandhita untuk bertemu, Hanif mengirimkan lokasi tempat di mana mereka janjian untuk bertemu. Sebelum menemui Nandhita di
sana, Hanif menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu dan selepasnya ia pergi menuju lokasi di mana Nandhita sudah menantinya, ketika tiba di sana seperti yang sudah ia duga sebelumnya bahwa Nandhita sudha terlebih dahulu tiba dan wanita itu nampak melambaikan tangannya ketika Hanif baru saja masuk ke dalam café ini. Hanif segera pergi menuju meja tempat di mana Nandhita sudah menantinya.
“Jadi apa yang ingin kamu bicarakan denganku?”
Nandhita nampak tidak langsung mau mengatakan apa alasannya mengajak mantan suaminya bertemu dan bicara di sini hingga akhirnya setelah mendapatkan desakan dari Hanif, Nandhita pun akhirnya buka suara mengenai
tujuannya mengundang Hanif datang ke sini.
****
Ameena dalam perjalanan pulang ke rumah bersama dengan Alysa, ia masih tidak habis pikir dengan Boy karena pria itu sepertinya begitu terobsesi padanya hingga sangat ingin sekali mendapatkannya, alih-alih membuatnya
jatuh cinta pada Boy justru hal tersebut malah membuat Ameena makin tidak bersimpati sama sekali pada pria itu. Ketika baru saja tiba di rumah, Ameena dibuat terkejut karena rupanya ada seseorang yang telah menantinya dan orang tersebut adalah Pamungkas.
“Halo Ameena.”
“Tuan Pamungkas.”
“Kamu baru pulang rupanya, aku menunggumu sudah cukup lama di sini.”
__ADS_1
“Maaf karena telah membuat anda menunggu lama, silakan masuk ke dalam.”
Ameena mempersilakan Pamungkas untuk masuk ke dalam rumah untuk mereka dapat bicara di ruang tamu, Ameena nampak sungkan untuk bertanya apa yang membuat Pamungkas datang ke sini namun di sisi lain ia penasaran juga kenapa pria ini datang ke sini.