Cinta Ameena

Cinta Ameena
Digoda dan Disalahkan


__ADS_3

Ameena nampak terkejut mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Hanif barusan, ia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Hanif sementara itu Hanif seperti ingin menggoda Ameena dengan mendekatkan wajahnya seperti ini yang tentu saja membuat Ameena merasa tidak nyaman.


“Mas, tolong jangan seperti ini.”


“Kenapa? Apakah apa yang aku katakan itu memang benar kalau kamu masih menyukaiku?”


Ameena memilih untuk tak menjawab pertanyaan yang Hanif ajukan dan ingin pergi meninggalkan pria itu namun Hanif tentu saja menahan tangan Ameena karena ia belum mendapatkan jawaban yang ia inginkan dari


wanita ini.


“Kenapa kamu memilih untuk menghindar, Ameena? Kenapa tidak mau menjawab pertanyaanku?”


“Mas, tolong lepaskan tanganku.”


Namun tentu saja Hanif tak mau melakukan seperti apa yang Ameena lakukan, ia sepertinya menikmati moment di mana ia bisa berdekatan dengaan Ameena seperti ini namun kebahagiaan Hanif harus terhenti ketika


Nandhita memergoki mereka.


“Hanif, apa yang kamu lakukan pada Ameena?”


Hanif tentu saja terkejut dengan kemunculan Nandhita dan ia buru-buru untuk melepaskan Ameena, mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri maka Ameena pun segera pergi meninggalkan Hanif dan Nandhita di sana. Nandhita berjalan mendekati Hanif dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi barusan.


“Apa yang terjadi barusan?”


“Bukan apa-apa.”


Namun Nandhita nampak tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Hanif barusan, ia yakin bahwa Hanif tengah menyembunyikan sesuatu dan ia yakin ini ada hubungannya dengan Ameena.


“Kenapa kamu tidak mau mengatakan yang sejujurnya padaku, Hanif? Kamu pasti barusan tengah menggoda Ameena kan? Kamu pasti masih mencintai wanita itu kan? Kenapa kamu tak mau mengatakan yang sejujurnya padaku?”


Hanif nampak muak dengan pertanyaan beruntun yang Nandhita tanyakan padanya, ia mengatakan pada Nandhita bahwa semua yang Nandhita katakan tidaklah benar.


“Jadi jangan pernah kamu bicara yang bukan-bukan lagi denganku, mengerti?”


Selepas mengatakan itu Hanif langsung pergi begitu saja meninggalkan Nandhita yang tak percaya dengan sikap Hanif barusan.


****


Nandhita tak terima dengan apa yang Hanif katakan barusan, ia mencari di mana keberadaan Ameena di rumah ini dan begitu ia menemui Ameena, tanpa basa-basi Nandhita menampar wajah Ameena yang membuat

__ADS_1


wanita itu terkejut.


“Kamu memang wanita murahan yang kurang ajar, Ameena.”


“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan.”


“Sikap polos dan lugumu itu membuatku jengkel, apakah kamu pikir dapat mengelabuiku dengan sikapmu yang penuh kepalsuan ini?!”


“Aku benar-benar tidak mengerti apa yang tengah kamu bicarakan.”


“Kamu sengaja ingin menggoda suamiku karena kamu masih mencintainya kan? Apakah kamu ingin membuatku dan Hanif bercerai padahal saat ini aku tengah mengandung anaknya?”


“Tidak, kamu salah paham Nandhita, aku tak bermaksud untuk seperti itu.”


Namun pembelaan dari Ameena malah membuat Nandhita semakin geram, ia hendak menampar kembali wajah Ameena namun karena melihat Luluk berjalan ke dekatnya, maka Nandhita berpura-pura jatuh karena didorong


Ameena dan Nandhita berakting seolah ia kesakitan akibat Ameena mendorongnya di depan Luluk.


“Ya ampun Nandhita.”


Luluk berjalan cepat menghampiri Nandhita dan membantu keponakannya itu berdiri, ia menanyakan apakah Nandhita baik-baik saja atau tidak.


Luluk nampak menatap tajam Ameena, ia begitu marah dan kemudian memarahi Ameena karena melakukan hal yang buruk pada Nandhita akan tetapi tentu saja Ameena mengatakan pada Luluk bahwa ia tidak melakukan itu


pada Nandhita, justru Nandhita sendiri yang sengaja menjatuhkan dirinya barusan.


“Berani sekali kamu memutar balikan fakta, Ameena!”


****


Ameena begitu sedih sekali karena hari ini adalah hari yang buruk baginya, ia dipersalahkan untuk sesuatu hal yang tidak ia lakukan kemudian ia juga digoda oleh mantan suaminya yang sampai saat ini ia masih mencintai pria tersebut, Richi masuk ke dalam kamar mereka dan kemudian duduk di sebelah Ameena, ia bertanya apa yang terjadi pada Ameena saat ini.


“Aku… aku ….”


Ameena bahkan tak kuasa untuk menahan air matanya tidak tumpah karena saking sedihnya dengan kondisi hari ini, Richi tak memaksa Ameena untuk bicara padanya, ia justru memeluk tubuh Ameena dan berusaha untuk


menenangkan istrinya ini. Ameena sendiri membalas pelukan Richi dan ia menangis dalam dekapan suaminya itu, ia menumpahkan semua kesedihan yang ia rasakan saat ini dan rupanya diam-diam Boy memerhatikan mereka sejak tadi dari balik pintu, Boy nampak mengepalkan tangannya geram sebelum ia pergi dari kamar mereka


berdua.

__ADS_1


“Maaf sudah membuat bajumu basah,” ujar Ameena yang sudah melerai pelukan mereka dan menyeka air matanya yang tadi masih tersisa di kedua matanya.


“Kamu tak perlu meminta maaf untuk ini, Ameena. Bagaimana? Apakah sudah merasa jauh lebih baik?”


****


Selepas itu Ameena kembali bekerja di dapur namun Luluk langsung menghampirinya dan mengatakan bahwa Ameena tidak seharusnya melakukan hal yang buruk pada Nandhita.


“Aku tahu kalau kamu cemburu pada Nandhita karena sekarang dia sudah menikah dengan Hanif bahkan sekarang dia sedang mengandung anak Hanif namun bukan artinya kamu dapat melakukan hal yang buruk pada Nandhita.”


Ameena hanya diam saja dengan ucapan Luluk barusan karena di dalam kepalanya percuma saja ia memertahankan argumennya bahwa ia tak salah karena Luluk pasti tidak akan pernah mau mendengar ceritanya dan lebih percaya pada Nandhita.


“Ma, ada apa ini?” tanya Boy yang datang menghampiri mereka.


“Mama hanya memberikan peringatan pada wanita ini untuk lebih menjaga sikapnya pada Nandhita, sudah tahu Nandhita sedang hamil namun dia seperti ingin sekali mencelakai Nandhita.”


Boy meminta mamanya untuk jangan terus menerus menyalahkan Ameena saat ini dan Boy pun meminta Luluk untuk pergi dulu dari sini karena ia ingin bicara pada Ameena. Luluk menghela napasnya kesal sebelum


akhirnya ia melangkahkan kakinya pergi dari tempat ini meninggalkan Boy dan Ameena.


“Jangan ambil hati apa yang mama katakan padamu barusan, ya?”


“Iya Tuan,” jawab Ameena sedih.


“Aku percaya bahwa kamu tidaklah melakukan hal seperti apa yang mamaku katakan barusan.”


“Terima kasih karena anda sudah mau percaya pada saya, Tuan.”


****


Cassandra kembali datang ke rumah Luluk untuk bertemu dengan Boy namun seperti biasa Boy bersikap dingin padanya padahal dari cerita Luluk saat ini hubungan Boy dan Ameena sudah merenggang semenjak Boy memergoki Ameena dan Richi tengah melakukan hal yang tidak baik di kamar hotel hari itu.


“Boy, betapa aku merindukanmu, aku pikir kamu tidak akan kembali ke sini.”


“Sudahlah Cassandra, walaupun aku tidak jadi menikah dengan Ameena namun bukan artinya aku akan menikah denganmu.”


Raut wajah Cassandra nampak cemberut ketika mendengar ucapan Boy barusan, akan tetapi Cassandra tidak akan menyerah dengan mudah, wanita itu menggelayut manja di lengan Boy dan mengatakan ia ingin pergi


bersama dengan pria ini.

__ADS_1


“Pergi saja sendiri, aku masih banyak urusan,” ujar Boy seraya pergi meninggalkan Cassandra.


__ADS_2