
Sesampainya di rumah mereka, Salsabila langsung menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian dan Ameena pun juga melakukan hal yang serupa yaitu masuk ke dalam kamarnya namun ia tidak langsung mandi dan
berganti pakaian melainkan terduduk di tepian kasur dan memikirkan apa yang Nandhita katakan padanya saat mereka berdua bicara di rumah keluarga Salsabila. Ia merasa bahwa Nandhita sama sekali tidak main-main dengan ancamannya dan wanita itu juga terlihat memiliki ambisi yang besar untuk mendapatkan apa pun yang ia
inginkan. Karena terlalu memikirkan soal itu, Ameena sampai tidak menyadari kalau pintu kamarnya terbuka dan menampakan sosok Salsabila di sana. Salsabila menghampiri Ameena dan duduk di sebelahnya yang membuat Ameena terkejut.
“Kamu sedang memikirkan apa, Ameena?”
“Tidak, aku tidak sedang memikirkan apa-apa.”
Akan tetapi Salsabila tentu saja tak memercayai apa yang Ameena katakan barusan karena ia dapat melihat dengan jelas kalau Ameena tengah menyembunyikan sesuatu darinya saat ini.
“Kamu bukanlah seorang yang dapat menipu orang lain dengan mudah Ameena.”
Ucapan Salsabila itu membuat Ameena terkejut dan kemudian ia menundukan kepalanya tak berani menatap Salsabila sementara itu Salsabila menggenggam tangan Ameena dan membuatnya terkejut dengan respon yang
diberikan oleh Salsabila ini.
“Aku tidak akan memaksamu bercerita kalau memang kamu tidak mau menceritakannya, Ameena.”
“Sebenarnya ….”
“Ada apa, Ameena?”
“Aku ingin bertanya sesuatu namun aku takut menanyakan ini padamu.”
“Katakan saja apa yang kamu ingin ketahui, Ameena.”
“Sebenarnya… apakah kamu dekat dengan sepupumu yang bernama Nandhita itu?”
“Nandhita? Kenapa memangnya dengan dia?”
“Tidak, aku hanya penasaran saja bagaimana pandanganmu mengenai dia.”
“Aku dan Nandhita sangat dekat sejak kami masih kecil, apalagi semenjak orang tua Nandhita mengalami kecelakaan pesawat saat mereka dalam perjalanan bisnis ke Swiss 14 tahun yang lalu. Aku tidak akan melupakan
bagaimana Nandhita begitu hancur dan terpukul dengan kejadian itu, semenjak saat itu dia tinggal bersama keluarga kami dan aku sudah menganggapnya saudara sendiri layaknya Boy sebagai adikku.”
“Begitu rupanya.”
****
__ADS_1
Ameena menahan diri untuk tidak mengatakan apa yang Nandhita katakan padanya tadi karena ia tak mau membuat Salsabila mengalami hubungan yang renggang dengan wanita itu, Ameena berusaha bersikap tidak ada
apa-apa antara dirinya dan Nandhita sesuai dengan apa yang Nandhita katakan padanya hingga akhirnya ketika ia hendak tidur, pintu kamarnya diketuk dan ketika membuka pintu tersebut nampaklah sosok Hanif di sana.
“Aku diminta oleh Salsabila tidur di sini.”
“Iya Tuan.”
Tak banyak bertanya Ameena mempersilakan Hanif untuk masuk ke dalam kamarnya dan kemudian Ameena mengatakan bahwa ia yang akan tidur di sofa saja dan jangan Hanif akan tetapi Hanif mengatakan bahwa Ameena jangan melakukan itu.
“Tapi Tuan ….”
“Sudah aku katakan jangan lakukan itu, kenapa kamu begitu keras kepala?!”
Ameena terkejut ketika Hanif membentaknya barusan, seketika ia menundukan kepalanya dan Hanif yang baru tersadar apa yang baru saja ia lakukan pada Ameena pun meminta maaf pada wanita itu.
“Aku minta maaf Ameena, aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyakitimu barusan.”
“Tidak apa Tuan, saya baik-baik saja.”
Ameena kemudian pergi ke kasur dan duduk di tepiannya sementara Hanif masih merasa bersalah dengan apa yang baru saja ia lakukan pada Ameena, ia tak seharusnya membentak wanita itu karena Ameena sama sekali tidak salah.
“Aku minta maaf.”
****
Nandhita datang ke rumah Salsabila pada sore harinya selepas ia pulang bekerja, kedatangannya itu membuat Ameena terkejut bukan main apalagi Nandhita selalu mengarahkan pandangan ke arahnya semenjak wanita itu
datang ke rumah ini yang membuat Ameena menjadi sangat tidak nyaman dengan yang Nandhita lakukan ini. Ketika Salsabila tengah pergi ke kamar mandi, Nandhita mendekati Ameena dan menanyakan apakah Ameena sudah memberitahu Salsabila akan hal tersebut namun Ameena mengatakan bahwa ia tidak memberitahu Salsabila akan hal tersebut.
“Baguslah kalau memang kamu tak memberitahu Salsabila.”
Ameena hanya menghela napasnya panjang, ia tak mau berlama-lama berada dengan Nandhita karena wanita ini adalah orang yang jahat dan akan melakukan apa pun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
“Ameena kamu mau ke mana?”
“Aku ingin menyiapkan makan malam.”
“Tidak perlu, biar aku dan bibi saja yang menyiapkan makan malamnya, kamu temani saja Nandhita di ruang tengah mengobrol.”
“Tidak perlu, biar aku saja yang melakukannya.”
__ADS_1
Ameena tetap berkeras bahwa ia ingin melakukan pekerjaan di dapur dan menolak berlama-lama dengan Nandhita, tentu saja sikap Ameena yang seperti menghindari Nandhita membuat sebuah tanda tanya di dalam kepala Salsabila, sebenarnya ada apa yang terjadi di antara mereka berdua ini?
****
Salsabila menghampiri Nandhita dan menanyakan apakah Nandhita dan Ameena sedang mengalami sebuah permasalahan yang membuat Ameena seperti tidak nyaman dengan Nandhita. Tentu saja Nandhita tersenyum dan mengatakan kalau ia sama sekali tidak memiliki masalah apa pun dengan Ameena, ia sendiri tak tahu menahu apa yang terjadi pada Ameena hingga wanita itu menghindarinya.
“Rasanya hubungan kami baik-baik saja, memangnya kenapa kamu bisa menyimpulkan bahwa aku dan Ameena seperti memiliki masalah?”
“Entahlah, mungkin saja ini hanya perasaanku saja namun dari gerak-gerik Ameena yang tak biasa itu, aku merasa bahwa sepertinya dia memiliki masalah denganmu.”
“Salsabila, sepertinya kamu terlalu memikirkan hal yang bukan-bukan, bisa saja Ameena tidak sedang marah padaku namun ia tengah memikirkan sesuatu kan?”
“Kamu benar juga Nandhita, belakangan ini semenjak pulang dari rumah keluargaku sikapnya dia agak aneh.”
“Maksudmu aneh bagaimana?”
“Iya, dia seperti tengah menyembunyikan sesuatu dariku, akan tetapi aku tidak tahu apa yang tengah disembunyikan olehnya karena tidak mau mengusiknya terlalu dalam, takutnya dia tidak nyaman denganku.”
“Aku mengerti sekarang.”
“Memangnya ada apa, Nandhita? Apakah kamu mengetahui sesuatu?”
“Sebenarnya… waktu itu aku sempat memergoki Ameena bersama dengan Boy di dekat kamar mandi rumah, mereka seperti tengah membicarakan sesuatu.”
“Ameena dan Boy?”
****
Salsabila jadi penasaran dengan apa yang Nandhita ceritakan padanya mengenai Ameena dan Boy, ia kemudian menelpon adiknya untuk memastikan apakah yang Nandhita katakan padanya barusan adalah sesuatu hal yang benar atau tidak.
“Ada apa kamu menelponku, Kak?”
“Ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan padamu dan aku harap kamu tidak keberatan untuk menjawabnya.”
“Ada apa? Sepertinya serius sekali.”
“Apakah waktu itu kamu dan Ameena tengah membicarakan sesuatu ketika dia berkunjung ke rumah kita hari itu?”
“Siapa yang mengatakan itu padamu?”
“Kalau kamu tidak keberatan apa yang kalian bicarakan, Boy?”
__ADS_1
“Kamu yakin ingin mengetahuinya, Kak?”
“Iya Boy, katakan apa yang kalian bicarakan padaku, sekarang.”