Cinta Ameena

Cinta Ameena
Keputusan Kembali Bekerja


__ADS_3

Selang beberapa hari Ameena bertemu dengan Luluk di supermarket ketika Ameena tengah membeli beberapa kebutuhan pokok, awalnya Ameena ingin menghindari Luluk namun karena wanita itu sudah terlebih dahulu


melihatnya maka mau tidak mau Ameena pun tidak dapat menghindar dan harus menghadapi Luluk.


“Ameena, kenapa kamu mencoba untuk menghindar dariku?”


“Saya tidak sedang mencoba menghindari Nyonya.”


Luluk tentu saja tak memercayai apa yang Ameena katakan barusan karena ia yakin sekali kalau Ameena barusan mencoba menghindarinya namun ia tak mempermasalahkan hal tersebut kini karena ia ingin membicarakan sesuatu dengan Ameena yang menyangkut soal Boy. Ameena awalnya menolak pembicaraan dengan Luluk tersebut dengan beralasan bahwa saat ini dirinya sedang buru-buru namun tentu saja Luluk memiliki seribu satu cara untuk menghadang Ameena dan akhirnya Ameena pun luluh juga dan mau diajak bicara oleh Luluk selepas mereka belanja di tempat ini.


“Jadi Ameena, apakah saat ini kamu telah memiliki pekerjaan?”


Ameena menggelengkan kepalanya dan Luluk menganggukan kepalanya, ia sudah menduga hal tersebut karena sejujurnya Luluk sudah mendengar semuanya dari Boy namun ia menanyakan hal tersebut pada Ameena untuk


memastikan saja apakah yang dikatakan oleh Boy itu benar adanya atau tidak.


“Jadi kalau kamu tidak memiliki pekerjaan saat ini, dari mana kamu menghasilkan uang?”


“Saya membantu mama untuk membersihkan rumahnya.”


“Maksudmu Untari? Kamu bilang bahwa kamu tidak memiliki pekerjaan barusan?”


“Itu bukan pekerjaan Nyonya, saya melakukan itu dengan ikhlas namun mama memberikan saya uang.”


Luluk menghela napasnya dan kemudian ia tak mau membuang banyak waktu lagi dengan Ameena, Luluk pun mengatakan pada Ameena bahwa ia menginginkan Ameena untuk tidak menghalangi Boy bertemu dengan Alysa.


“Boy telah menceritakan semuanya padaku bahwa kamu mencoba menghalanginya bertemu dengan Alysa, kamu tahu kan kalau Boy adalah ayah kandung anakmu itu?”


“Saya tahu Nyonya, saya hanya mengatakan pada tuan Boy bahwa saya akan menghubungi beliau saat saya mengizinkan Alysa pergi bersamanya.”

__ADS_1


“Namun pada kenyataannya kamu tidak memberikan izin kan?”


****


Ameena terdiam mendengar ucapan Luluk barusan karena memang apa yang Luluk katakan benar adanya, Luluk mengatakan pada Ameena untuk mempertimbangkan kembali bekerja di rumahnya dan ia berjanji akan memperlakukannya dengan baik.


“Tolong kamu pikirkan baik-baik, Ameena.”


Selepas mengatakan itu Luluk pun pergi meninggalkan Ameena, selepas Luluk pergi maka Ameena melangkahkan kakinya pulang dan sepanjang perjalanan pulang itulah Ameena memikirkan apa yang Luluk katakan.


“Ya Allah, apa yang harus aku lakukan sekarang?”


Sesampainya di rumah Ameena langsung melaksanakan ibadah salat ashar dan meminta petunjuk pada yang maha kuasa mengenai apa yang harus ia lakukan saat ini, selepas melaksanakan kewajibannya itu maka Ameena


pun menyiapkan makan malamnya dengan Alysa. Alysa masih nampak sedih saat ini karena kehilangan ayahnya dan Ameena sejak tadi berusaha untuk membuat Alysa tidak terlarut dalam kesedihan namun sayangnya hal tersebut sama sekali tidak berhasil. Keesokan harinya Alysa sudah berangkat sekolah dan Ameena mengerjakan


pekerjaan rumah tangga sambil memikirkan tawaran Luluk untuk kembali bekerja di rumah itu.


Ameena kemudian mencoba untuk pergi ke rumah Luluk dengan pertimbangan yang matang dan ketika tiba di sana, Luluk langsung menyambutnya dan menanyakan keputusan Ameena.


“Saya sudah memutuskan bahwa saya ingin kembali bekerja di sini, Nyonya.”


****


Keputusan Ameena itu tentu saja disambut baik oleh Luluk dan Boy yang baru saja turun dari lantai dua, Ameena masih menjaga jarak dengan Boy dan pria itu tahu bahwa Ameena bekerja kembali di rumah ini karena terpaksa akibat Richi yang sudah meninggal dunia. Boy berusaha bicara dengan Ameena namun wanita itu seperti tidak menggubris Boy hingga membuat Boy harus mengelus dada dengan sikap Ameena begitu.


“Aku turut berduka atas apa yang terjadi pada suamimu, Ameena.”


Ameena tidak menanggapi apa yang Boy katakan dan masih sibuk dengan pekerjaaan yang ia lakukan saat ini, Boy tidak pantang menyerah dengan mencoba kembali berkomunikasi dengan Ameena namun sayangnya Ameena sama sekali tidak mau diajak bicara oleh Boy hingga membuat Boy merasa kesal juga.

__ADS_1


“Ameena, aku tahu kalau sejak tadi kamu mendengarkan apa yang aku bicarakan dan tanyakan kenapa kamu memilih untuk diam saja? Apakah menurutmu apa yang kamu lakukan itu sopan?”


“Saya minta maaf Tuan Boy, akan tetapi saat ini saya tengah menjalankan tugas saya di rumah ini jadi tolong Tuan jangan mengganggu saya.”


“Ameena, apakah kamu masih membenciku? Apakah sebegitu bencinya kamu sampai-sampai kamu tak mau bicara denganku? Aku ini ayah dari Alysa, anakmu!”


****


Nandhita tiba di rumah Luluk untuk berpamitan pada tantenya itu bahwa saat ini ia akan kembali ke kotanya, ketika Nandhita berpamitan dengan Luluk itu ia dibuat terkejut dengan Ameena yang kembali bekerja di rumah ini. Nandhita sempat berbincang sebentar dengan Ameena dan Nandhita mengatakan pada Ameena bahwa keputusan yang Ameena ambil sudah tepat, Nandhita juga meminta Ameena untuk bertahan demi Alysa. Nandhita pun kemudian masuk ke dalam mobilnya setelah berpamitan pada Luluk, Boy dan Ameena, sepanjang perjalanan menuju kotanya Nandhita memikirkan hubungannya dengan Jose yang sudah mulai membaik namun Nandhita tidak mau berharap lebih jauh lagi mengenai hubungan ini.


“Jose sama sekali tidak mencintaiku dan tidak seharusnya aku berharap terlalu banyak padanya.”


Nandhita akhirnya tiba juga di rumahnya di kota lain, saat ini ia sudah selesai mandi dan berganti pakaian, ia meraih ponselnya yang sejak tadi tergeletak di nakas untuk melihat apakah ada pesan atau telepon masuk karena sejak tadi ia sama sekali tidak menyentuh benda tersebut. Ketika ia melihat nama yang tertera di layar ponselnya banyak sekali panggilan dari Jose yang membuat Nandhita mengerutkan keningnya.


“Kenapa dia menelponku banyak sekali seperti ini?” gumam Nandhita.


Nandhita baru hendak menaruh kembali ponselnya di nakas sampai ponselnya berdering dan ketika melihat layar ponselnya lagi, kembali Jose yang menelponnya saat ini.


****


Boy mencoba mendekati Ameena lagi dan mengatakan bahwa ia hanya ingin hubungannya dengan Ameena bisa berjalan baik seperti dulu lagi namun Ameena mengatakan bahwa semua tidak akan lagi sama seperti dulu lagi.


“Apa maksudmu Ameena? Apakah kamu masih membenciku?”


“Saya tidak membenci Tuan akan tetapi saya tidak habis pikir dengan kelakuan Tuan yang ingin sekali membuat suamiku masuk penjara.”


“Dia masuk penjara bukan karena ulahku Ameena akan tetapi karena perbuatannya sendiri.”


“Iya saya tahu akan hal itu namun bukan artinya Tuan Boy tidak terlibat dalam masalah itu kan?”

__ADS_1


“Baiklah, aku mengakui semuanya namun Ameena aku tidak ada maksud apa pun.”


“Benarkah? Bukankah Tuan melakukan semua itu untuk mendapatkan saya dan Alysa?”


__ADS_2