
Boy tentu saja kecewa dengan keputusan yang sudah Ameena buat dan ia gagal untuk membuat Ameena tetap bekerja di sini, Ameena pun kemudian benar-benar pergi dari rumah itu dan Ameena meminta selepas ini Boy
jangan mencoba untuk menghubunginya lagi.
“Kalau aku ingin bertemu dengan Alysa bagaimana? Kamu tidak dapat memisahkanku dengan anak kandungku sendiri, Ameena.”
“Saya akan mengatur pertemuan Tuan dengan Alysa, Tuan jangan khawatir karena saya tidak akan memisahkan Tuan dengan Alysa.”
Boy tidak dapat berbuat banyak selain melihat Ameena pergi meninggalkannya, hatinya begitu hancur saat melihat Ameena pergi dan mengatakan untuk jangan coba untuk menghubunginya selepas ini kecuali Ameena yang menghubunginya. Luluk menghampiri Boy dan mengatakan pada putranya untuk jangan berlarut-larut dalam masalah ini namun Boy sama sekali tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh Luluk, Boy langsung pergi dengan mobilnya dan saat Luluk bertanya mau pergi ke mana Boy saat ini Boy tidak menjawab dan langsung tancap gas begitu saja.
“Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi padanya,” gumam Luluk.
Boy melajukan mobilnya tak tentu arah, saat ini hatinya benar-benar sedih dan ia ingin menenangkan diri dan menjauh sejenak dari rumah. Tiba-tiba saja Boy teringat mengenai Richi, ia memberhentikan mobilnya dan mencari nomor kontak seseorang di ponselnya, Boy segera menghubungi nomor tersebut untuk memastikan sesuatu.
“Ada apa Tuan Boy?”
“Kamu sudah memastikan kalau Cassandra dan kaki tangannya tidak sedang melakukan intervensi hukum pada kasus Richi kan?”
“Sampai saat ini saya belum menemukan tanda-tanda tersebut, Tuan.”
“Baguslah kalau begitu karena aku tidak mau kalau sampai Cassandra ikut campur lagi dalam proses hukum ini yang dapat berakibat Richi dapat keluar penjara lagi.”
“Anda tenang saja, saya akan pastikan bahwa hal tersebut tidak akan pernah terjadi.”
“Baiklah.”
Selepas menelpon orang tersebut dan mendapatkan jawaban yang ia inginkan, maka Boy pun segera menutup sambungan teleponnya.
“Richi, kali ini kamu akan membayar semuanya, akan aku pastikan itu.”
****
Pamungkas kembali datang ke rumah Luluk, tentu saja kedatangan Pamungkas itu tidak diterima di rumah Luluk namun kali ini Pamungkas agak memaksa supaya bertemu dengan mantan istrinya. Luluk awalnya tidak mau
bertemu dengan Pamungkas namun akhirnya ia pun mau bertemu lagi dengan sang mantan suami dengan terpaksa.
“Mau apa lagi kamu datang ke rumah ini?”
__ADS_1
“Luluk, apakah begini caramu memerlakukan tamu yang datang?”
“Aku tidak mau berbasa-basi denganmu, silakan katakan apa yang membuatmu datang ke sini karena aku tidak memiliki waktu banyak.”
“Aku datang ke sini untuk bertemu Boy sebenarnya, aku ingin menawarkan sesuatu padanya.”
“Boy sedang tidak ada di sini, lebih baik kamu pergi saja sekarang.”
“Benarkah? Kamu sedang tidak mencoba untuk menghalang-halangiku untuk bertemu anakku sendiri kan?”
“Untuk apa aku melakukannya? Boy sudah dewasa dan kalau pun dia ada di rumah maka aku yakin dia tidak akan mau bertemu denganmu, lagi pula kenapa kamu ingin bertemu dengannya?”
“Sudah aku katakan bahwa aku ingin mengatakan sesuatu hal yang penting padanya.”
“Apa yang ingin kamu katakan padanya?”
Pamungkas nampak menyeringai saat tahu Luluk sepertinya penasaran dengan apa yang ingin ia beritahu pada Boy saat ini.
“Sepertinya kamu juga penasaran dengan apa yang hendak aku katakan pada Boy, ya?”
****
“Di sini tidak ada orang lain selain aku, kenapa sibuk sendiri di sana?” tanya Jose yang membuat Nandhita melirik sekilas pria itu.
Nandhita berdehem dan kemudian meminta Jose segera menjatuhkan pilihan ingin membeli bunga jenis apa di tokonya namun Jose mengatakan bahwa ia tidak ingin pergi lama-lama dari toko ini yang tentu saja membuat Nandhita kesal.
“Apa yang kamu inginkan kalau memang tidak mau membeli bunga di sini?”
“Aku ingin mengobrol denganmu.”
“Sepertinya sudah tidak ada hal yang perlu kita bicarakan lagi, semua sudah jelas.”
“Kamu masih marah padaku kan?”
“Bohong kalau aku tidak marah atas apa yang pernah kamu lakukan padaku di masa lalu Jose, akan tetapi sekarang aku ingin memulai semuanya dan menyembuhkan diriku namun di saat aku ingin melakukannya justru
kamu datang dengan membawa berita yang tidak aku duga.”
__ADS_1
Jose tersenyum tipis ketika mendengar ucapan Nandhita barusan, Jose kemudian melangkahkan kakinya mendekati Nandhita yang membuat Nandhita terkejut.
****
Untari datang ke rumah kontrakan baru Ameena namun ia tidak mendapati orang di sana, ia mencoba untuk menghubungi Ameena untuk menanyakan di mana wanita itu berada dan rupanya Ameena sudah kembali ke rumah kontrakannya dengan Richi yang lama. Tentu saja mendengar berita itu membuat Untari terkejut dan mengatakan bahwa ia akan segera pergi ke sana untuk memastikan kalau Ameena dan Alysa baik-baik saja. Tidak membutuhkan waktu yang lama hingga membuat Untari dapat tiba di rumah kontrakan lama Ameena, ia mengetuk pintu rumah dan tidak lama Ameena membukakan pintu untuknya.
“Mama silakan masuk.”
Selepas dipersilakan masuk oleh Ameena maka Untari pun kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah kontrakan ini dan duduk di kursi ruang tamu, Untari tanpa membuang waktu lagi langsung bertanya pada
Ameena kenapa Ameena kembali ke sini.
“Sebenarnya aku dan Richi sepakat untuk kembali bersama lagi dan ia memintaku untuk kembali tinggal di rumah ini.”
“Apa katamu? Kamu ingin kembali pada suamimu yang temparamen itu? Yang benar saja Ameena.”
“Aku tahu kalau Mama akan mengatakan itu namun Richi sudah menyesali semuanya dan berjanji tidak akan melakukan kekerasan apa pun lagi padaku.”
“Dan kamu memercayai janji pria itu?”
“Iya Ma, aku percaya padanya.”
****
Untari benar-benar tidak habis pikir dengan pola pikir Ameena yang memutuskan untuk kembali pada Richi selepas apa yang dilakukan oleh pria itu walaupun Ameena mengatakan kalau Richi sudah berubah dan mengatakan
kalau sudah menyesali perbuatannya juga namun seharusnya tidak semerta merta Ameena memercayai pria itu.
“Ma, tolong percayalah kalau Richi tidaklah sejahat apa yang Mama pikirkan.”
“Aku tidak akan berpikir kalau dia pria jahat sampai dia melakukan kekerasan padamu, Ameena. Aku tidak dapat menoleransi perilaku kekerasan seperti itu padamu.”
“Aku tahu bahwa Mama mengkhawatirkanku namun aku baik-baik saja, percayalah.”
“Kalau begitu di mana suamimu? Aku ingin bicara dengannya sebentar.”
“Dia tidak ada di rumah sekarang, Ma.”
__ADS_1
“Dia di tempat kerjanya? Kalau begitu aku ke sana.”
“Tidak, dia dipenjara.”