
Richi nampak tak percaya kalau wanita ini begitu berambisi untuk menghancurkannya dan kini Luluk pun menyeringai puas karena rencananya sudah berjalan dengan mulus, Luluk meminta pada Richi untuk menyerah
saja dalam melawannya dan jangan mencari-cari masalah dengannya maka Luluk pun menjanjikan pada pria itu
untuk mendapatkan pekerjaananya kembali namun tentu saja Richi menolak tawaran Luluk karena ia ingin Ameena tetap berhenti bekerja di rumah Luluk dan ikut dengannya.
“Pilihanmu nampaknya bukan pilihan yang tepat.”
“Aku tak peduli akan hal itu.”
Luluk kembali menyeringai dan mengatakan pada Richi bahwa mulai saat ini ia akan pastikan Richi akan merangkak meminta bantuannya dan ia sudah tidak sabar untuk melihat itu. Selepas mengatakan itu Luluk langsung pergi meninggalkan tempat ini dan tidak lama setelah Luluk pergi nampak pemilik studio foto Richi menagih uang sewa bulanan yang belum Richi bayar, tentu saja Richi tidak mampu membayar biaya sewa karena ia tidak mendapatkan pemasukan selama satu minggu terakhir akibat ulah Luluk.
“Kalau begitu sekarang juga kamu kemasi barang-barangmu dan keluar dari sini.”
Richi berusaha melakukan negosiasi dengan pemilik tempat ini namun pemilik tempat tidak mau melakukan negosiasi apa pun dengan Richi, ia meminta pria ini untuk segera angkat kaki dari tempat ini. Richi menghela napasnya dan hanya dapat menuruti apa yang diperintahkan oleh pemilik tempat ini, sementara selepas itu Richi menelpon Cassandra untuk meminta bantuan wanita itu namun yang membuat Richi kesal adalah Cassandra selalu
menolak panggilan darinya.
“Wanita itu benar-benar mengujiku,” geramnya.
Richi pantang menyerah dan terus saja menelpon Cassandra hingga akhirnya wanita itu mau juga menjawab telepon darinya.
“Astaga, kamu ini kenapa menelponku terus menerus, sih?”
“Kenapa kamu tidak mau menjawab telepon dariku?”
“Memangnya kenapa? Lagi pula pasti kamu ingin mengatakan sesuatu hal yang tak penting kan?”
“Aku butuh bantuanmu, sekarang.”
“Apa maksudmu?”
Richi pun menceritakan masalah yang sedang ia alami pada Cassandra namun respon yang diberikan oleh Cassandra sangat bertolak belakang dengan ekspektasi Richi.
****
Ameena nampak gelisah sekali di dapur, ia tidak dapat membuat pekerjaannya dengan benar karena sebelum pergi Luluk mengatakan ingin menemui Richi, ia takut kalau Luluk akan melakukan hal yang buruk pada pria itu
dan ketika Luluk muncul di pintu rumah, Ameena langsung menghampirinya.
__ADS_1
“Nyonya saya ingin menanyakan sesuatu pada anda.”
“Apa yang ingin kamu tanyakan?”
“Anu, tadi Nyonya membicarakan apa dengan Richi?”
“Memangnya apa pedulimu tentang percakapanku dengan pria itu?”
“Saya takut kalau Nyonya melakukan hal yang buruk padanya.”
“Jikalau aku melakukan hal yang buruk padanya, maka bukankah kamu harusnya bahagia karena kamu tak mencintai pria itu?”
“Tidak seperti itu Nyonya.”
“Jadi benar kan kalau sebenarnya kamu hanya mempermainkan perasaan Boy saja selama ini? Ya ampun Ameena, kami semua sudah tertipu rupanya dengan tampang lugu dan polosmu ini.”
Ameena berusaha menjelaskan semua kesalah pahaman ini pada Luluk namun wanita itu tetap saja tak mau mendengarkan apa yang Ameena katakan padanya.
“Aku tak akan pernah percaya dengan semua ucapanmu, Ameena.”
Selepas mengatakan itu Luluk langsung pergi ke kamarnya dan tentu saja Ameena tak dapat memaksa Luluk untuk mau bicara dengannya.
“Ya Allah, bagaimana sekarang?” lirihnya.
****
tidak menyangka kalau Luluk akan melakukan hal seburuk itu hingga akhirnya Richi kehilangan pekerjaannya.
“Aku akan menjemputmu sekarang juga supaya kamu pergi dari rumah itu.”
“Tidak bisa, kamu tidak akan bisa melakukannya.”
“Untuk apa kamu harus bertahan di sana, Ameena? Kamu ini istriku?”
“Aku tahu kalau sekarang aku ini istrimu, tapi nyonya Luluk tak membiarkanku pergi dari sini.”
Ketika Ameena masih bertelpon dengan Richi, ponselnya direbut paksa oleh Luluk dan Luluk pun mengatakan pada Richi untuk datang sekarang juga ke rumah ini jika ingin bertemu Ameena dan selepasnya ia langsung menutup sambungan teleponnya.
“Nyonya?”
__ADS_1
“Apa? Kamu ingin bertemu dengan Richi kan? Aku mengabulkan permintaanmu.”
Selepas itu Luluk pun pergi meninggalkan Ameena namun Ameena tak tahu apa yang Luluk rencanakan saat ini akan tetapi ia berharap kalau wanita itu tidak akan melakukan hal yang buruk lagi pada Richi. Maka tidak
lama kemudian Richi pun akhirnya tiba di rumah itu, Luluk menyambutnya bahkan meminta Richi masuk ke dalam rumah, bukan hanya Richi namun Ameena saja bingung kenapa Luluk mengizinkan Richi masuk ke dalam padahal sebelumnya Richi langsung diusir dari halaman rumah.
“Kalian pasti bingung kan kenapa aku mengizinkan Richi masuk ke dalam?”
****
Luluk mengatakan bahwa Richi bisa tinggal di rumah ini bersama dengan Ameena namun dengan syarat bahwa ia harus menjadi sopir pribadinya tentu saja Richi menolak tawaran dari Luluk barusan karena ia tidak akan
mau melakukan itu. Ia mencintai pekerjaannya sebagai seorang fotografer dan ia mengatakan dengan jelas pada Luluk akan hal itu, Luluk pun mengatakan pada Richi bahwa ia akan mempertimbangkan itu semua asal Richi mau tinggal di rumah ini menemani Ameena.
“Apa maksud anda?”
“Saranku adalah kamu terima saja apa yang aku tawarkan ini tanpa banyak bertanya.”
Ameena mengatakan pada Luluk bahwa ia akan membicarakan ini dengan Richi namun Luluk mengatakan bahwa ia ingin Richi menjawabnya sekarang juga.
“Bukankah kamu dan Ameena belum pernah tidur bersama selepas kalian menikah? Apakah kamu tidak ingin memiliki anak darinya, Richi?”
Richi terdiam mendengar apa yang Luluk katakan barusan dan akhirnya ia pun menuruti apa yang Luluk inginkan, Ameena sampai tak percaya kalau Richi akhirnya menerima tawaran dari Luluk untuk tinggal di rumah ini.
“Keputusan yang bagus sekali, Ameena selamat karena akhirnya kamu tidak akan tidur sendirian lagi malam nanti.”
****
Ameena benar-benar tidak paham kenapa Luluk mengizinkan Richi tinggal di rumah ini, ia merasa kalau Luluk tengah menyiapkan sebuah rencana padanya namun ia tak tahu apa itu hingga keesokan paginya ia dibuat terkejut ketika melihat Boy di depan pintu rumah depan disambut oleh Luluk dengan pelukan hangat.
“Selamat datang kembali di rumah ini, Boy sayang.”
“Mama apa-apaan, sih?”
“Mama senang sekali kamu kembali ke sini.”
Boy kemudian mengalihkan pandangan ke arah lain dan di saat itu ia melihat Ameena yang terdiam di dekat tangga, ada gemuruh di dalam dada Boy saat melihat Ameena karena ia sangat merindukan wanita yang ia cintai
itu, ketika Boy hendak mendekati Ameena, tiba-tiba saja sosok Richi muncul di belakang Ameena yang membuat Boy terkejut bukan main.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan di rumah ini?!”
“Aku tinggal di sini,” jawab Richi santai yang membuat Boy ternganga tak percaya dengan jawaban Richi barusan.