
Hari yang dinantikan oleh Ameena serta Richi akhirnya tiba juga, anak yang selama ini Ameena kandung selama 9 bulan lamanya berhasil lahir ke dunia dengan selamat, Richi sendiri nampak tak kuasa untuk membendung
air matanya ketika melihat anaknya lahir ke dunia dengan selamat. Ia sendiri juga bahagia karena Ameena baik-baik saja selepas melahirkan anak mereka, kabar kelahiran bayi Ameena sampai juga ke telinga Luluk dan Boy, mereka berdua adalah orang yang paling menantikan kelahiran bayi itu.
“Ameena sudah melahirkan tadi malam,” ujar Luluk pada Boy pagi ini.
“Oh benarkah? Apakah kondisi Ameena dan bayinya baik-baik saja?” tanya Boy.
“Iya, mereka berdua baik-baik saja sampai saat ini.”
“Syukurlah kalau begitu, semoga saja tidak ada sesuatu hal yang buruk terjadi pada mereka.”
“Sepertinya kamu peduli sekali pada mereka.”
“Bayi yang selama ini dikandung oleh Ameena adalah anakku, wajar saja jika aku khawatir mengenai keadaan bayi itu, Ma.”
“Maksud Mama soal Ameena, sepertinya kamu juga khawatir sekali padanya padahal dia sudah mengkhianatimu.”
“Ma, sebenarnya waktu itu Richi sama sekali tidak melakukan apa pun pada Ameena.”
“Apa maksudmu, Nak?”
Boy pun menceritakan apa yang waktu itu pernah Richi ceritakan padanya bahwa intinya pria itu sama sekali tidak menyentuh Ameena sampai mereka berdua benar-benar menikah, Luluk pun nampak terkejut dengan cerita yang dikatakan oleh Boy barusan, ia khawatir kalau jangan-jangan jauh sebelum Ameena dan Boy melakukan itu maka Ameena sudah melakukannya dengan Richi.
“Aku yakin bahwa bayi itu adalah anakku, Ma.”
“Semoga saja begitu, Mama sudah tidak sabar untuk segera melakukan tes DNA untuk membuktikan apakah anak itu adalah anakmu atau bukan.”
Maka setelah sarapan pagi, Luluk dan Boy pun bergegas menuju rumah sakit tempat di mana Ameena melahirkan. Sesampainya di sana mereka disambut oleh Richi, sambutan Richi pada Luluk begitu ramah dan hangat sangat
berbeda sekali sambutannya pada Boy yang cenderung dingin.
****
Boy dan Luluk melihat ke ruang bayi tempat di mana bayi Ameena berada, Luluk memerhatikan semua bayi yang ada di sana hingga akhirnya ia menemukan sosok bayi yang dilahirkan oleh Ameena.
“Itu dia,” tunjuk Luluk pada seorang bayi.
“Mama yakin itu dia?” tanya Boy.
__ADS_1
“Mama yakin sekali kalau itu dia, Nak,” ujar Luluk.
Tidak lama kemudian Richi muncul dan Luluk pun langsung menanyakan pada Richi apakah bayi yang ia tunjuk itu adalah anaknya Ameena dan Richi pun menganggukan kepalanya.
“Iya Nyonya, itu memanglah anak kami,” ujar Richi.
“Oh ya ampun, dia manis sekali seperti ibunya,” puji Luluk.
“Iya, aku harap dia akan tumbuh menjadi wanita yang memiliki hati yang lembut dan sikap yang baik seperti yang diwarisi oleh ibunya.”
“Apakah kalian sudah memberikan nama untuk bayi kalian?” tanya Boy.
“Sampai saat ini kami belum memberikan nama untuknya,” jawab Richi.
Richi masih ingin berbincang dengan Boy serta Luluk akan tetapi ada sebuah telepon yang harus ia jawab saat ini, oleh sebab itu maka Richi segera pergi meninggalkan mereka untuk menjawab telepon tersebut.
“Ma, aku tidak dapat menahan diri lagi, kita harus tahu sesegera mungkin apakah dia anak kandungku atau bukan,” ujar Boy setengah berbisik pada mamanya.
“Mama tahu itu, kamu tenang saja Mama akan mengatur semuanya supaya kita dapat mengetahui apakah dia memang anak kandungmu atau bukan,” ujar Luluk.
****
saja Luluk sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana hasilnya dan hasil tes DNA itu dikirimkan melalui surel seperti yang diminta oleh Luluk pada pihak rumah sakit.
“Semoga saja hasilnya sesuai dengan harapanku,” gumam Luluk sebelum ia membuka isi surel dari pihak rumah sakit ini.
Perlahan Luluk pun membuka hasil tes DNA yang dikirim lewat surel tersebut, Luluk membaca dengan seksama isi surat tersebut hingga akhirnya sampai di bagian akhir surat tersebut yang menyatakan bahwa anak itu adalah anak kandung Boy.
“Syukurlah kalau memang dia benar-benar anak kandungnya Boy.”
Luluk segera mengirimkan hasil surel tersebut pada Boy supaya putranya itu mengetahui kabar gembira ini, Luluk tidak henti-hentinya tersenyum bahagia karena rencananya dan Boy berhasil, tidak lama kemudian Boy menelponnya dan Luluk pun segera menjawab telepon dari anaknya tersebut.
“Halo Boy?”
“Apakah ini semua benar, Ma?”
“Tentu saja benar, apa yang kita khawatirkan rupanya sama sekali tidak terjadi, anak itu benar-benar anak kandungmu.”
“Iya, aku benar-benar bahagia sekali karena tahu kalau dia memang benar anak kandungku.”
__ADS_1
****
Hanif datang ke rumah sakit seorang diri setelah ia mendapatkan kabar dari Luluk bahwa Ameena sudah melahirkan anak pertamanya dengan Richi di rumah sakit, Hanif segera pergi ke ruangan inap Ameena dengan
membawakan buah tangan untuk mantan istrinya itu. Hanif secara perlahan membuka pintu ruangan inap Ameena supaya tidak membuat Ameena terkejut, rupanya saat ia datang nampak Ameena sedang berbaring di atas ranjang tempat tidur dan ketika mendengar suara pintu terbuka, sontak saja Ameena menoleh ke arah sumber suara dan menemukan sosok Hanif di sana.
“Mas Hanif?”
“Apa kabarmu, Ameena?”
“Kabarku baik.”
“Aku membawakan ini selepas mama memberitahuku bahwa kamu sudah melahirkan anak pertamamu, selamat ya.”
“Terima kasih banyak Mas.”
Hanif dan Ameena nampak berbincang sebentar sebelum pintu ruangan inap Ameena kembali terbuka dan kali ini munculah sosok Richi di sana, Hanif dan Richi sempat bertukar pandang untuk beberapa saat sebelum akhirnya
Richi melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan inap Ameena ini.
“Selamat atas kelahiran anak pertama kalian,” ujar Hanif.
“Terima kasih banyak, kamu tidak datang ke sini untuk merebut istriku kan?” tanya Richi.
Ameena memukul tangan Richi supaya suaminya itu tidak bicara yang bukan-bukan pada Hanif akan tetapi Hanif malah tersenyum mendengar ucapan Richi barusan.
****
Untari datang ke rumah sakit tidak lama selepas Hanif baru saja meninggalkan ruangan inap Ameena, Hanif dan Untari sempat bertemu di lobi rumah sakit, mereka berdua sempat sama-sama terkejut karena tidak menyangka
kalau akan bertemu di sini.
“Hanif? Apa yang kamu lakukan di rumah sakit ini?”
“Aku baru saja selesai menjenguk Ameena selepas aku mendapatkan kabar dari mama Luluk kalau Ameena sudah melahirkan anak pertamanya. Mama sendiri apa yang Mama lakukan di sini?”
“Mama ke sini tentu saja untuk menjenguk Ameena selepas ia melahirkan anak pertamanya, kalau Mama tahu kamu akan ke sini maka sejak tadi Mama menelponmu supaya menjemput Mama terlebih dahulu dan kita bisa
sama-sama pergi ke sini.”
__ADS_1