Cinta Ameena

Cinta Ameena
Ketika Mertua Curhat


__ADS_3

Jose nampak terdiam untuk beberapa saat setelah mendengar sebuah tawaran yang menggiurkan dari Untari barusan akan tetapi ketika Untari yakin bahwa Jose akan menerima tawaran ini dengan mudah justru hal yang tak terduga pun malah terjadi.


“Maaf Nyonya, akan tetapi saya tidak tertarik.”


Untari nampak terkejut bukan main dengan jawaban Jose barusan bahkan Untari sendiri harus memastikan kembali bahwa barusan ia tidak salah dengar.


“Anda memang tidak salah dengar Nyonya.”


“Bagaimana bisa kamu menolak tawaranku?”


“Saya tidak tertarik dengan semua itu.”


Untari nampak tak percaya begitu saja dengan yang Jose katakan akan tetapi Jose mengatakan bahwa ia tidak memiliki banyak waktu saat ini untuk bicara dengan Untari karena sekarang ia masih ada urusan yang perlu


diselesaikan.


“Saya permisi dulu.”


Untari nampak tak percaya ketika Jose pergi begitu saja meninggalkannya padahal ia belum selesai bicara, percuma saja ia berdecak kesal atau memanggil nama pria itu karena Jose sudah pergi meninggalkannya saat


ini.


“Ya ampun, menyebalkan sekali dia itu.”


Untari pun pulang ke rumah dengan tangan hampa akan tetapi ia masih kesal dengan apa yang Jose katakan padanya, Untari tak menyangka kalau Jose bisa menolak tawarannya padahal ia bersungguh-sungguh akan melakukan itu jika Jose mau menerima tawaran darinya.


“Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Aku yakin kalau ada sesuatu yang membuat dia menolak tawaran dariku.”


Ketika Hanif kembali ke rumah di malam hari, Untari langsung menceritakan bahwa tadi ia bertemu dengan Jose dan bicara dengan pria itu. Hanif mengatakan pada Untari untuk tidak perlu menemui pria itu.


“Kenapa memangnya, Nak? Bukankah kita dapat memanfaatkannya untuk membuat Nandhita bisa bercerai darimu?”


“Aku tidak mau melakukannya, kalau memang mereka sudah melewati batas atau sesuatu hal yang terjadi barulah aku akan bertindak.”


Selepas mengatakan itu Hanif kemudian pergi meninggalkan sang mama menuju kamarnya, di dalam kamar itu tidak ada siapa pun namun Hanif nampak menghela napasnya panjang.


****


Nandhita merasa bahwa Jose seperti agak menjaga jarak dengannya belakangan ini, tentu saja Nandhita penasaran dengan apa yang terjadi pada pria ini dan alasan apa yang membuatnya menjaga jarak dengannya.


“Jose tunggu dulu.”


Namun Jose tetap berjalan mengabaikan Nandhita yang memanggilnya hingga akhirnya Nandhita berhasil meraih lengan pria itu dan meminta Jose untuk berhenti sejenak.

__ADS_1


“Jose, bisakah kita bicara sebentar?”


Jose pun akhirnya memberhentikan langkah kakinya dan menatap Nandhita, ia mengatakan pada Nandhita bahwa ia tidak memiliki banyak waktu saat ini karena harus pergi bekerja.


“Aku tahu kalau kamu harus pergi bekerja dan aku juga tidak akan lama.”


“Kalau begitu katakan sekarang, apa yang kamu inginkan?”


“Aku ingin bertanya padamu, kenapa sikapmu belakangan ini jadi dingin padaku?”


“Aku tidak merasakannya, mungkin itu hanya perasaanmu saja.”


“Tidak, aku tahu bahwa pasti ada sesuatu hal yang terjadi padamu kan?”


“Tidak, itu hanya perasaanmu saja.”


Jose masih saja berusaha berkelit dari Nandhita namun Nandhita tidak mau percaya begitu saja dengan yang Jose katakan ini serta mendesak Jose untuk menceritakan semuanya padanya.


“Sudah aku bilang tidak ada apa pun, kenapa kamu keras kepala sekali?”


“Kamu pikir aku akan percaya begitu saja dengan yang kamu katakan barusan? Sayangnya tidak, Jose, kenapa kamu tidak mau mengatakan yang sejujurnya padaku?”


****


“Maaf sudah membuatmu menunggu lama.”


“Ah tidak masalah.”


Luluk duduk di kursi yang berhadapan dengan Untari dan saat ini Untari masih diam namun kalau Luluk lihat saat ini sepertinya memang Untari sedang ada masalah.


“Aku lihat dari wajahmu sepertinya sedang mengalami masalah, ya?”


“Begitulah.”


Untari kemudian menceritakan masalahnya dengan Nandhita pada Luluk, Untari mengatakan bahwa Nandhita diam-diam menjalin hubungan dengan pria lain dan hal tersebut membuatnya sedih dan hancur akan tetapi justru Hanif tak memercayai hal itu. Luluk yang mendengar cerita Untari tersebut tentu saja terkejut dan masih belum percaya akan hal tersebut akan tetapi demi menjaga perasaan Untari maka Luluk tidak mengatakan sepatah kata


pun ketika wanita itu sedang bercerita dan barulah selepas mereka selesai bertemu, Luluk mencoba untuk menghubungi Nandhita dan mengajak keponakannya itu untuk datang ke rumah sekarang juga.


“Kamu ada di mana, Nak?”


“Aku ada diluar Tante, memangnya ada apa?”


“Ada sesuatu yang ingin Tante bicarakan denganmu.”

__ADS_1


****


Richi memikirkan ucapan Boy yang membuatnya kembali ragu apakah Alysa memang anaknya atau bukan main Richi tidak mau terlalu memikirkannya, ketika Richi memutuskan untuk tidak memikirkannya justru ucapan Boy malah terngiang kembali dalam pikirannya dan itu sangat mengganggunya.


“Dia sudah berhasil meracuni pikiranku untuk meragukan Alysa.”


Richi menghela napasnya panjang hingga akhirnya ponselnya berdering dan ketika melihat layar ponselnya tertera nama Cassandra di sana, tentu saja Richi langsung menjawab telepon dari Cassandra tersebut.


“Halo Cassandra.”


“Kenapa kamu menghubungiku terus?”


“Kamu dari mana saja? Kenapa tidak dapat aku hubungi?”


“Aku tidak mau menjawab pertanyaanmu, cepat katakan apa tujuanmu menelponku.”


Richi pun menceritakan alasan kenapa ia mencoba menghubungi Cassandra secara berulang kali dan jawaban Cassandra atas cerita Richi pun mengejutkan.


“Kamu akan terluka dengan semuanya Richi.”


“Kenapa kamu mengatakan itu, Cassandra?”


“Karena memang itulah kenyataannya, ketika kamu mengetahui semuanya maka kamu akan sangat terluka.”


“Apakah kamu ingin mengatakan kalau Alysa memang bukan darah dagingku?”


Namun Cassandra tak mau secara terus terang mengakui itu di depan Richi, Cassandra memilih untuk bungkam dan kemudian menutup sambungan teleponnya hingga membuat Richi makin yakin kalau memang Cassandra


tahu sesuatu namun ia memilih untuk tutup mulut.


****


Nandhita akhirnya tiba juga di rumah Luluk selepas tantenya itu memintanya untuk datang ke sini, tanpa curiga seperti biasanya Nandhita akan langsung masuk dan menemui sang tante yang sudah sejak tadi menunggunya di ruang tengah.


“Tante.”


“Nandhita sayang.”


Mereka sempat berpelukan dan cium pipi kiri dan kanan sebelum Nandhita duduk di kursi yang dekat dengan posisi Luluk tengah duduk saat ini.


“Jadi kenapa Tante memintaku datang ke sini.”


Luluk menghela napas terlebih dahulu sebelum menceritakan bahwa tadi ia sempat bertemu dengan Untari dan Untari mengatakan bahwa Nandhita diam-diam menjalin hubungan dengan Jose, Nandhita tentu saja terkejut ketika tahu mama mertuanya menceritakan soal itu pada Luluk dan kini Luluk meminta kejujuran darinya.

__ADS_1


“Sekarang tolong kamu jujur pada Tante, apakah semua yang dikatakan olehnya itu benar?”


__ADS_2