
Arsen begitu bahagia ketika diajak ke rumah Luluk karena ia ingin bertemu dengan Alysa namun justru kabar mengejutkan datang dari Luluk yang mengatakan kalau Alysa dan Ameena sudah tidak lagi tinggal di sini. Hanif
tentu saja terkejut dengan berita tersebut dan bertanya pad Luluk mengenai di mana Ameena dan Alysa berada saat ini.
“Kalau kamu penasaran di mana mereka tinggal sekarang, tanyakan saja pada Ameena langsung, dia ada di dapur.”
Hanif pun kemudian pergi ke dapur seperti apa yang Luluk katakan barusan, Ameena sedang menyiapkan makan siang untuk keluarga Luluk tentu saja terkejut dengan kedatangan Hanif yang mendadak ini.
“Mas Hanif?”
“Ameena, aku dengar dari mama bahwa kamu dan Alysa sudah tidak lagi tinggal di sini, apakah semua itu benar?”
“Iya Mas, aku dan Alysa memang sudah tidak lagi tinggal di sini.”
“Lantas apakah kalian kembali ke rumah lama kalian?”
Ameena menggelengkan kepalanya dan jawaban dari Ameena itu membuat Hanif bingung, ia pun kembali bertanya di mana tempat tinggal terbaru Ameena dan Alysa.
“Untuk apa Mas menanyakan itu?”
“Arsen merindukan Alysa, mereka kan dekat sekali sejak masih kecil dan sering main bersama, ketika mama mengatakan kalau kamu dan Alysa sudah pindah nampak Arsen begitu sedih sekali.”
Ameena nampak terdiam untuk beberapa saat hingga akhirnya Arsen muncul di dapur dan memohon pada Ameena untuk mengajaknya bertemu dengan Alysa yang tentu saja membuat Ameena menjadi tidak tega dibuatnya.
“Aku tidak memaksa Arsen, Ameena. Dia sendiri yang memintanya padamu.”
Ameena pun akhirnya setuju untuk membawa Hanif dan Arsen menemui Alysa yang ia tinggal di rumah sendirian, Hanif nampak terkejut ketika melihat rumah kontrakan Ameena ini dan ia bertanya bagaimana Ameena melunasi
biaya sewa setiap bulannya di rumah ini.
“Tuan Boy yang membayarnya setiap bulan,” jawab Ameena yang membuat Hanif terdiam, ia sama sekali tidak menyangka kalau adik iparnya itu mau melakukan semua ini.
****
Boy baru saja tiba di rumah dan ia segera mencari keberadaan Ameena namun ia tidak menemukan Ameena di seluruh penjuru rumah hingga akhirnya ia bertanya pada sang mama mengenai keberadaan Ameena.
__ADS_1
“Tadi Ameena pergi bersama dengan Hanif serta Arsen ke rumah kontrakan.”
“Apa kata Mama? Kenapa mereka pergi ke sana?”
“Arsen ingin bertemu dengan Alysa, oleh sebab itu mereka pergi ke sana.”
Tanpa membuang banyak waktu Boy bergegas pergi ke rumah kontrakan Ameena namun sebelum ia pergi, dirinya dibuat terkejut oleh Cassandra yang setelah sekian lama kembali muncul di hadapannya.
“Hai Boy, lama tidak berjumpa.”
“Mau apa kamu datang ke sini?”
“Kok sambutanmu nampak tidak ramah padaku, sih? Apakah kamu tidak merindukanku?”
Boy nampak menghela napasnya kesal dan kemudian pergi meninggalkan Cassandra namun sebelum pria itu masuk ke dalam mobilnya, lengan Boy sudah ditahan oleh Cassandra.
“Apa yang sedang kamu lakukan ini? Lepaskan tanganmu,” geram Boy.
“Aku tidak akan melepaskan tanganmu selama kamu tidak mau bertemu denganku, aku merindukanmu.”
****
Luluk terkejut ketika menemukan Cassandra di depan rumah, ia mempersilakan Cassandra untuk masuk ke dalam rumah dan mereka kini tengah berbincang karena sudah lama sekali wanita ini tidak muncul.
“Kamu ke mana saja, Nak?”
“Aku selama ini di Amerika, Tante.”
Cassandra mengatakan bahwa selama pergi ke Amerika, dirinya pikir dapat melupakan Boy dan semua masalahnya yang ada di Indonesia namun rupanya ia salah karena ia malah merindukan Boy dan hasrat untuk kembali ke sini sangatlah besar hingga sebuah keputusan besar pun ia ambil yaitu kembali ke sini.
“Bukannya Tante tidak mau mendukungmu, Nak, akan tetapi Boy saat ini tidak tertarik dalam menjalin hubungan karena dia ingin menikah dengan Ameena.”
“Apa maksud Tante?”
“Kamu tahu kan kalau Alysa adalah anak mereka berdua dan sekarang Ameena dan Richi juga sudah tidak baik-baik saja hubungannya dan tidak lama lagi Ameena akan bercerai dengan Richi, oleh sebab itu Boy ingin menikah dengan Ameena selepas Ameena dan Richi resmi bercerai.”
__ADS_1
Cassandra nampak terkejut dengan apa yang Luluk katakan padanya barusan akan tetapi kemudian ia berusaha untuk bersikap biasa saja, Cassandra pun kemudian bertanya ke mana Boy barusan hendak pergi.
“Boy barusan pergi ke rumah kontrakan barunya Ameena.”
****
Boy tengah berbincang dengan Hanif di kontrakan barunya Ameena mengenai rumah baru ini sementara Ameena merasa tidak enak karena sudah minta izin pulang pada Luluk untuk mengantarkan Hanif dan Arsen ke rumahnya, maka saat ini juga Ameena meminta izin untuk kembali ke rumah.
“Saya permisi dulu untuk kembali ke rumah,” ujar Ameena.
Ameena pun kemudian bergegas pergi namun Boy menahannya dan mengatakan bahwa ia akan mengantarkan Ameena namun Ameena mengatakan bahwa ia bisa melakukannya sendiri.
“Tidak Ameena, aku akan tetap mengantarkanmu.”
“Tidak Tuan, Tuan di sini saja menemani mas Hanif dan menjaga Alysa, saya dapat pergi sendiri.”
Selepas itu Ameena pun kemudian pergi meninggalkan Boy yang hanya dapat menatap kepergian Ameena yang begitu kuat tekadnya untuk menolak tawarannya pulang ke rumah Luluk bersama padahal niatnya barusan itu baik.
“Kenapa dia menolakku seperti itu?” lirih Boy.
Ameena dalam perjalanan menuju rumah Luluk dan tiba-tiba saja sebuah mobil menghadang langkah kakinya yang tentu saja membuat Ameena terkejut, pengemudi mobil itu turun dari dalam mobilnya hingga Ameena dapat melihat siapa orang itu.
“Lama kita tidak berjumpa, Ameena.”
“Iya, lama tidak berjumpa.”
Cassandra kemudian pergi menghampiri Ameena dan mengajak Ameena untuk minum kopi sebentar dengannya namun Ameena menolaknya.
“Maaf namun saya harus kembali bekerja saat ini.”
****
Nandhita tidak dapat menerima begitu saja keputusan Jose ini, ia kembali ke rumah Jose untuk bicara dengan pria itu mengenai semua yang pernah terjadi di antara mereka namun ketika ia tiba di rumah Jose, justru Nandhita menemukan sesuatu hal yang sangat menyakitkannya, Jose sedang bersama dengan wanita lain dan mereka tengah berciuman di depan kedua matanya. Hati Nandhita tentu saja hancur melihat Jose tengah melakukan itu dengan wanita lain sementara Jose yang menyadari kehadiran Nandhita di rumahnya menghentikan aksinya dan
meminta Nandhita untuk pergi dari sini.
__ADS_1
“Aku tidak akan pergi dari sini karena kita belum selesai, bagaimana bisa kamu berciuman dengan wanita lain?!” jerit Nandhita.