Cinta Ameena

Cinta Ameena
Siasat Papa


__ADS_3

Luluk nampak terkejut ketika mendapatkan kabar bahwa mantan suaminya sekarang tengah berada di rumah sakit akibat kecelakaan kendaraan yang dialami oleh Pamungkas, walau mereka sudah bukan pasangan lagi namun kepedulian Luluk pada sang mantan suami masih ada hingga akhirnya Luluk memutuskan untuk pergi menemui sang mantan suami di rumah sakit. Ketika ia tiba di sana nampak sedang ada seorang wanita yang menjaga mantan suaminya dan tentu saja Luluk tahu siapa wanita itu. Wanita yang tengah berada bersama Pamungkas


nampak terkejut dengan kedatangan Luluk yang sama sekali tidak diduga, ia pun kemudian segera bergegas keluar dari dalam ruangan tersebut karena tidak mau mengganggu Luluk dan Pamungkas. Selepas wanita itu pergi barulah Luluk mau melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan inap sang suami.


“Luluk, syukurlah kalau mau datang.”


“Kenapa seseorang menelponku dan mengatakan bahwa kamu masuk rumah sakit?”


“Aku tidak tahu.”


Namun Luluk tentu saja tak percaya dengan jawaban Pamungkas barusan hingga membuat Pamungkas pun mengatakan hal yang sejujurnya pada Luluk. Pamungkas mengakui bahwa tadi ia menyuruh seseorang menelpon Luluk dan mengatakan bahwa ia masuk rumah sakit karena ia ingin mengetes apakah Luluk masih memedulikannya atau tidak. Tentu saja mendengar ucapan Pamungkas barusan membuat Luluk marah, ia merasa telah dipermainkan oleh mantan suaminya ini.


“Bukankah kamu sudah memiliki wanita itu? Kenapa kamu masih mencoba mengusik hidupku?”


“Aku ingin minta maaf padamu atas semua yang pernah aku lakukan padamu, Luluk.”


Luluk tidak mengatakan apa pun lagi pada sang mantan suami dan memilih untuk pergi meninggalkannya, Luluk benar-benar tidak habis pikir bahwa ia diundang datang ke rumah sakit hanya untuk melihat mantan suaminya dan wanita itu bermesraan.


“Dia benar-benar tidak memiliki hati, bisa-bisanya dia melakukan hal itu padaku,” gumam Luluk kesal.


Luluk akhirnya tiba kembali di rumah dengan raut wajah masam, ia masih belum dapat menerima bahwa barusan ia hanya dipermainkan oleh mantan suaminya.


****


Boy menanyakan apa yang terjadi pada Luluk hingga mamanya menjadi seperti ini maka di saat itulah Luluk menumpahkan semua kekesalannya atas tindakan Pamungkas pada Boy. Boy sendiri yang mendengar cerita Luluk nampak terkejut dengan cerita itu, ia sama sekali tidak menyangka kalau Pamungkas tega mempermainkan mamanya begitu, tentu saja Boy sama sekali tidak dapat menerima hal tersebut.


“Begitulah ceritanya.”


“Seharusnya papa tidak boleh melakukan hal itu pada mama.”

__ADS_1


“Entahlah apa yang terbesit dalam benaknya sampai-sampai dapat melakukan hal tersebut.”


Pada akhirnya Boy pun kemudian pergi karena ia sudah ada jadwal manggung hari ini, ia kemudian berpamitan pada Luluk dan kini Luluk hanya sendirian di rumah dan ia masih saja memikirkan apa yang telah Pamungkas lakukan padanya, Ameena menghampiri Luluk dan meminta izin untuk pulang saat ini.


“Pulanglah.”


Ameena sendiri melihat kalau sepertinya pada saat ini Luluk sedang tidak baik-baik saja namun Ameena tidak berani untuk mengatakan apa pun pada Luluk dan ia lebih memilih untuk segera pergi saja dari rumah ini sebelum Luluk memarahinya karena terlalu banyak bertanya. Selepas Ameena pergi kini Luluk pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan di sanalah ia mendengar suara ponselnya berdering, Luluk meraih ponselnya dan melihat siapa orang yang menelponnya saat ini dan ternyata sang mantan suami yang menelponnya maka Luluk memilih untuk tidak menjawab telepon tersebut.


****


Cassandra datang ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar bahwa Pamungkas mengalami kecelakaan, Pamungkas menyambut Cassandra dengan baik dan tentu saja Cassandra berusaha untuk bersikap baik supaya Pamungkas mendukungnya sebagai calon menantunya.


“Om baik-baik saja kan?”


“Seperti yang kamu lihat saat ini.”


“Kalau kamu dapat membuat kami berbaikan lagi maka aku pasti akan membantumu supaya dapat menikah dengan Boy.”


“Om serius?”


“Tentu saja, aku serius.”


Maka Cassandra tentu saja tidak ingin membuang kesempatan emas ini, ia kemudian pergi menuju tempat di mana Boy tengah manggung. Selepas pria itu selesai manggung, Cassandra langsung pergi menemui Boy namun Boy seperti biasanya selalu saja menghindari Cassandra namun wanita itu tentu saja tidak menyerah begitu saja dan tetap mendekati Boy.


“Apa yang kamu inginkan?”


“Papamu mengalami kecelakaan dan sekarang dia ada di rumah sakit.”


****

__ADS_1


Ameena terkejut ketika membukakan pintu rumahnya, ia melihat sosok Hanif di sana, Ameena kemudian mempersilakan Hanif untuk masuk ke dalam rumahnya dan kemudian mereka duduk di sofa ruang tamu. Ameena hendak membuatkan Hanif minuman namun Hanif menolaknya dan mengatakan kalau ia hanya sebentar saja di sini.


“Kenapa Mas Hanif datang ke sini?”


“Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa papaku sekarang sedang dirawat di Norwegia dan mama akan segera kembali ke Oslo besok, sebelum mama pergi ke Oslo dia ingin bertemu denganmu, aku harap kamu mau


menyempatkan diri untuk bertemu dengannya.”


Ameena yang mendengar bahwa papanya Hanif masuk rumah sakit tentu saja terkejut dan ia merasa sedih, Ameena tentu saja tidak akan menolak permintaan dari Untari itu karena ia sudah menganggap wanita itu


sebagai ibu kandungnya sendiri, apalagi Untari selama ini sudah baik sekali dengannya baik ketika ia masih menjadi istri Hanif maupun sesudah mereka berpisah.


“Jadi tunggu apalagi? Kenapa belum siap-siap juga?” tanya Hanif yang membuyarkan lamunan Ameena.


“Iya Mas, tunggu sebentar.”


Maka Ameena pun kemudian pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya sebelum bersama dengan Alysa pergi ikut Hanif ke rumah pria itu karena tidak lama lagi Untari akan pergi.


“Kalian sudah siap? Ayo kita pergi,” ujar Hanif yang kemudian membawa mereka masuk ke dalam mobilnya.


****


Nandhita menghabiskan waktunya dengan Arsen selama libur sekolah tiba, Hanif sudah memberitahu Nandhita bahwa hari ini Untari akan kembali ke Norwegia karena papanya Hanif mengalami sakit dan Untari harus menjaganya. Nandhita sebenarnya ingin membawa Arsen kembali kepada Hanif namun Hanif mengatakan liburan Arsen belum berakhir jadi ia meminta Nandhita untuk tetap menjaga Arsen hingga beberapa hari ke depan hingga Hanif menjemput sendiri Arsen. Ketika mereka berdua tengah menjaga toko bunga, nampak seseorang yang tidak asing bagi Nandhita muncul di toko ini, tentu saja orang yang dimaksud itu adalah Jose.


“Hai, Nandhita.”


“Jose? Apa yang kamu lakukan di sini?”


“Memangnya kenapa? Kok sepertinya kamu tidak suka kalau aku ke sini?”

__ADS_1


__ADS_2