Cinta Ameena

Cinta Ameena
Masih Menyalahkan Dia


__ADS_3

Cassandra nampak terkejut dengan pertanyaan yang barusan ditanyakan oleh Luluk padanya, sejujurnya Cassandra tidak tahu kalau Luluk sudah mengetahui kalau dirinya yang membantu Richi untuk keluar dari


penjara.


“Tante ini bicara apa?”


“Sudahlah Cassandra, kamu tak perlu mengelak lagi karena Tante sudah tahu semuanya.”


Cassandra terdiam sejenak mendengar ucapan Luluk barusan, ia pun kemudian mengakuinya bahwa memang ia yang telah membuat Richi keluar dari penjara karena ia tidak memiliki alasan lagi untuk berbohong pada Luluk.


“Bagaimana bisa kamu melakukan hal itu, Cassandra?”


“Aku melakukannya karena Richi tidak bersalah Tante.”


Tentu saja jawaban dari Cassandra itu membuat Luluk marah, Luluk mengatakan bahwa Richi telah melakukan KDRT pada Ameena dan tentu saja hal tersebut sangat tidak dapat dibenarkan olehnya.


“Walaupun aku membenci Ameena namun bukan artinya aku setuju dengan tindakan KDRT yang dilakukan oleh pria itu, Richi memang harus mendapatkan ganjaran atas perbuatannya pada Ameena.”


“Kok Tante sekarang jadi sangat mendukung Ameena, sih?”


“Sudahlah Cassandra, lebih baik kamu pergi saja dari rumah ini.”


Cassandra nampak terkejut ketika mendengar perintah dari Luluk barusan, ia tentu saja awalnya tidak menerima hal tersebut akan tetapi setelahnya ia tidak dapat melakukan apa pun lagi, ia pun melangkahkan kakinya keluar dari rumah dengan kesal karena Luluk telah memerlakukannya seperti ini. Selepas Cassandra pergi kini Luluk menenangkan dirinya yang benar-benar emosi saat berdebat dengan Cassandra, tidak lama kemudian Boy pergi menemuinya dan bertanya apa yang barusan terjadi, Luluk pun menjelaskan bahwa tadi Cassandra muncul di rumah ini.


“Cassandra? Kalau memang wanita itu yang datang kenapa Mama sepertinya marah padanya?”


“Apakah kamu belum tahu bahwa karena wanita itu maka Richi dapat keluar penjara?”


Boy tentu saja terkejut dengan ucapan mamanya barusan, ia baru tahu kalau ternyata Cassandra adalah dalang di balik kenapa Richi dapat bebas dari penjara padahal hukumannya belum selesai dilakukan.


“Kenapa dia melakukannya, Ma?”


“Dia mengatakan bahwa Richi tidak bersalah.”

__ADS_1


****


Cassandra masih mencoba untuk datang menemui Luluk dan membuat Luluk tidak membencinya karena sudah membebaskan Richi dari penjara akan tetapi sayangnya niat baik itu tidak pernah dapat terlaksana karena Luluk


benar-benar tidak mau menemuinya. Cassandra sudah mencoba untuk menemui Luluk diluar dan hasilnya pun sama saja, wanita itu menolak untuk berbincang padanya hingga membuat Cassandra menjadi meradang, ia menyalahkan Ameena akibat semua hal buruk yang terjadi pada hidupnya ini.


“Ameena, wanita itu benar-benar kurang ajar, beraninya dia melakukan hal ini padaku.”


Maka Cassandra menanti sampai Ameena keluar dari rumah Luluk untuk memberikan pelajaran padanya, ketika Ameena keluar dari rumah Luluk maka tanpa membuang banyak waktu Cassandra langsung menghampiri Ameena.


“Aku ingin bicara sebentar denganmu.”


“Maaf, tapi saya sedang buru-buru sekarang.”


Ameena berbalik badan untuk kembali masuk ke dalam rumah akan tetapi tangannya ditahan oleh Cassandra, wanita itu sepertinya begitu ngotot ingin Ameena berbicara dengannya namun Ameena menolaknya.


“Berani sekali kamu menolak perintahku, Ameena. Memangnya kamu pikir dirimu ini siapa?!”


Keributan yang terjadi depan rumah memancing Boy untuk keluar rumah, Boy meminta Ameena untuk masuk ke dalam rumah sekarang juga dan Ameena tanpa banyak bicara langsung melakukan seperti apa yang Boy perintahkan barusan sementara Cassandra nampak begitu geram karena rencananya tidak berjalan sesuai dengan harapan.


****


“Cassandra, aku tahu bahwa kamu masih terobsesi padaku namun kamu harus menyadari satu hal bahwa sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintaimu karena satu-satunya orang yang aku cintai adalah Ameena.”


“Dan apakah kamu yakin Ameena akan mencintaimu juga? Kamu terlalu naif, Boy! Sampai kapan pun Ameena tidak akan pernah mencintaimu! Kamu hanya menyakiti dirimu sendiri!”


“Dan sampai kapan pun aku juga tidak akan pernah mencintaimu, Cassandra. Jadi apa yang kamu lakukan ini hanya sebuah kesia-siaan belaka.”


Selepas mengatakan itu, Boy langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Cassandra yang memanggil namanya karena memang ia belum selesai bicara dengan Boy, akan tetapi Boy sama sekali bergeming dan terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.


“Kurang ajar sekali Ameena itu, awas saja kamu Ameena!”


****

__ADS_1


Hanif menjemput Ameena dan Alysa untuk pulang ke rumah pada malam hari ini, sebelum pulang ke rumah Luluk meminta Hanif untuk makan malam dulu di rumahnya dan tentu saja Hanif sama sekali tidak keberatan dengan


hal tersebut. Ameena sendiri menanti sampai Hanif selesai makan malam, Boy sudah menawarkan Ameena untuk bergabung di meja makan namun Ameena mengatakan bahwa ia sudah makan malam tadi. Hanif yang sudah selesai makan malam pun berpamitan pada Luluk dan Boy untuk pulang, Ameena dan Alysa pun berpamitan


pada mereka sebelum masuk ke dalam mobil Hanif. Sepanjang perjalanan menuju rumah, tidak ada pembicaraan yang terjadi antara Hanif dan Ameena sementara Alysa sudah tertidur di sebelah Ameena.


“Mas Hanif.”


“Ada apa, Ameena?”


“Sepertinya aku tidak akan lama lagi akan kembali ke rumah kontrakanku yang lama, aku sejujurnya merasa tidak enak padamu dan mama.”


“Kamu sudah membicarakan hal ini pada mama?”


“Belum, aku belum menemukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini dengan mama.”


“Kalau begitu kamu harus melakukannya sesegera mungkin, asal kamu tahu saja Ameena bukan aku yang ingin kamu tinggal di rumah itu tapi mama.”


Ucapan Hanif barusan membuat Ameena terdiam dan kemudian ia mengalihkan pandangan keluar jendela sementara diam-diam Hanif memerhatikan raut wajah Ameena dari kaca tengah mobil.


****


Ameena pagi ini bertekad akan membicarakan soal kepindahannya ke rumah kontrakan lama mereka setelah insiden kala itu pada Untari, selepas salat subuh ia langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan


dan ketika ia tengah melakukannya nampak Untari berjalan ke dapur setelah ia juga melaksanakan salat subuh, Untari pikir yang tengah memasak di dapur adalah asisten rumah tangganya namun justru Ameena.


“Ameena, kamu kok sudah memasak sepagi ini?”


“Iya Ma, Mama sendiri kenapa sudah ke dapur pagi-pagi begini?”


“Tadi Mama pikir bibi yang tengah memasak di dapur, oleh sebab itu Mama datang ke sini namun rupanya kamu yang melakukannya.”


“Ma, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Mama.”

__ADS_1


“Kamu ingin bicara soal apa, Nak?”


__ADS_2