Cinta Ameena

Cinta Ameena
Terbongkarnya Perselingkuhan


__ADS_3

Nandhita nampak terkejut ketika dirinya dipergoki oleh sang suami tengah bersama Jose di kamar sebuah hotel, Hanif sama sekali tidak mengatakan apa pun dan langsung berbalik badan dengan raut wajah dingin. Tentu saja


Nandhita panik dan segera mengenakan semua pakaiannya, ia segera mengejar sosok suaminya yang sudah berlalu sejak beberapa saat yang lalu. Nandhita terus berlari mengejar Hanif dan untungnya saja Hanif masih ada di depan pintu lift dan Nandhita pun meraih tangan suaminya itu namun Hanif segera menepisnya.


“Hanif, tolong kamu dengarkan penjelasanku dulu.”


“Untuk apa lagi aku harus mendengar penjelasanmu? Semua sudah jelas.”


“Tidak, kamu salah paham di sini Hanif.”


“Pokoknya sesegera mungkin aku akan mengurus perceraian kita.”


Pintu lift sudah terbuka dan Hanif segera masuk ke dalam sana mengabaikan Nandhita yang memintanya untuk mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.


“Sial, apa yang harus aku lakukan sekarang?”


Tidak lama kemudian Jose menghampirinya dan mengatakan bahwa ia tidak dapat lagi berhubungan dengan Nandhita, tentu saja apa yang dikatakan oleh Jose barusan membuat Nandhita tak dapat menerimanya.


“Bagaimana bisa kamu mengatakan itu, Jose?”


“Maaf namun sepertinya masalah antara kamu dan suamimu ini akan semakin besar dan aku tidak mau terlibat lebih jauh dalam masalah ini.”


Nandhita berusaha menjelaskan pada Jose bahwa masalah antara dirinya dan Hanif tidak akan berpengaruh besar dalam hubungan mereka namun Jose tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak dapat melanjutkan hubungan ini dengan Nandhita.


“Aku minta maaf Nandhita, selamat tinggal.”


Jose kemudian pergi meninggalkan Nandhita walaupun Nandhita sudah memohon dan berteriak supaya pria itu tidak pergi dari sisinya namun Jose tetap saja bergeming dan tetap pada pendiriannya untuk meninggalkan


Nandhita. Saat ini Nandhita begitu hancur, ia tak menyangka kebahagiaannya  dengan Jose akan terenggut begitu saja oleh kedatangan Hanif yang sama sekali tidak terduga.


“Kenapa semua ini harus terjadi padaku? Kenapa?!” jerit Nandhita yang masih belum dapat menerima semua hal buruk ini.

__ADS_1


****


Hanif tiba di rumah dan Untari langsung menanyakan ke mana saja anaknya ini namun Hanif tidak langsung menjawab pertanyaan Untari hingga Untari pun mengikuti perginya Hanif ke dalam kamar putranya, di sana


Untari kembali bertanya pada Hanif apa yang terjadi saat ini dan kali ini Hanif mau mengatakan apa yang terjadi pada sang mama.


“Barusan aku memergoki Nandhita dengan pria lain di kamar hotel, Ma.”


Mendengar ucapan Hanif barusan tentu saja membuat Untari terkejut bukan main hingga ia menutup mulutnya tak percaya.


“Ya ampun lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini, Nak? Apakah kamu masih akan memertahankan rumah tanggamu dengan Nandhita?”


“Tentu saja tidak, aku tidak akan memertahankan rumah tanggaku dengan wanita itu.”


Untari tentu saja girang bukan main mendengar keputusan yang telah dibuat oleh Hanif, ia mendukung seratus persen apa yang menjadi keputusan oleh Hanif ini dan meminta supaya Hanif jangan ragu-ragu lagi soal keputusannya ini.


“Keputusan yang telah kamu ambil ini adalah sebuah keputusan yang tepat, Nak, Mama sangat mendukungnya.”


Selepas itu Untari kemudian meninggalkan Hanif di dalam kamarnya dan ia pergi ke ruang tengah dan tentu saja dengan raut wajah bahagia bukan main karena akhirnya rumah tangga Hanif dan Nandhita akan segera berakhir.


****


Nandhita tiba di rumah dan ingin bicara dengan Hanif namun Untari langsung mengatakan bahwa wanita ini sudah tidak diterima lagi di rumah ini, Nandhita sama sekali tidak mendengarkan apa yang mama mertuanya ini katakan karena alasan ia datang ke rumah ini adalah untuk menjelskan semuanya pada Hanif.


“Apakah kamu sudah tuli, Nandhita? Aku mengatakan bahwa sekarang juga kamu harus pergi dari rumah ini karena aku tidak sudi melihat wajahmu di sini!”


“Aku datang ke sini karena ingin bertemu dengan Hanif, Ma, aku ingin menjelaskan semuanya karena semua ini hanya salah paham saja.”


Untari nampak kesal karena Nandhita masih saja merangsek dan mencoba masuk untuk mencari Hanif di dalam rumah ini, Hanif pun kemudian muncul dan raut wajahnya menampakan ketidak sukaan saat melihat Nandhita ada di rumah ini.


“Mau apa lagi kamu di rumah ini? Kenapa kamu tidak menghabiskan waktu dengan selingkuhanmu itu?”

__ADS_1


“Hanif, tolong kamu dengarkan penjelasanku dulu, ini semua salah paham,” ujar Nandhita yang memegang tangan Hanif meminta pengertian dari suaminya ini namun Hanif sama sekali tidak mau mendengarkan Nandhita, ia mendorong Nandhita hingga Nandhita terjatuh ke lantai.


“Sekarang juga kamu kemasi semua barang-barangmu dan tinggalkan rumah ini karena aku tidak sudi melihat wajahmu di sini,” ujar Hanif dingin.


****


Nandhita diusir dari rumah itu oleh Hanif dengan penuh penghinaan, Nandhita kemudian memutuskan untuk tinggal sementara di sebuah hotel. Nandhita berusaha menghubungi nomor Jose namun sayangnya nomor pria itu


tidak aktif saat ini hingga membuat Nandhita merasa sedih bercampur kesal.


“Kenapa dia tidak mau menjawab telepon dariku?”


Nandhita kemudian memutuskan untuk menenangkan dirinya beberapa hari di hotel tersebut sebelum akhirnya ia pergi ke rumah Luluk. Di rumah Luluk nampak Nandhita mengarang cerita supaya Luluk percaya padanya kalau


Hanif telah memfitnah dirinya dan Luluk pun mengizinkan Nandhita untuk tinggal di rumah ini namun Boy tentu saja keberatan dengan keputusan mamanya.


“Kenapa Mama mengizinkan wanita ini tinggal di rumah ini? Nanti dia akan membawa pria asing lain lagi ke rumah ini, Ma.”


“Boy tolong jaga bicaramu.”


“Kenapa? Apakah yang aku katakan barusan salah? Bukankah aku baru saja mengatakan sebuah fakta yang seharusnya tidak perlu ditutupi lagi?”


Nandhita nampak terkejut dengan apa yang Boy katakan barusan, ia tak menyangka kalau sebenarnya Luluk sudah tahu mengenai berita itu dan Nandhita pun kemudian meminta Luluk untuk jangan memercayai Boy.


“Kamu berusaha menghasut mamaku sendiri supaya meragukanmu? Sungguh luar biasa sekali dirimu,” geram Boy.


“Sudah kalian berdua hentikan pertengkaran ini,” ujar Luluk.


****


Ameena pergi ke pemakaman umum untuk berziarah ke makam mendiang Salsabila karena sudah lama sekali Ameena tidak mengunjungi makam mendiang istri pertama dari Hanif ini. Ameena memanjatkan doa di samping makam Salsabila dan selepasnya ia meluapkan isi hatinya pada mendiang Salsabila, Ameena tak kuasa menahan sesak di dalam dadanya saat bercerita pahitnya rumah tangga yang ia alami dengan Richi saat ini. Karena terlalu sibuk bercerita pada Salsabila maka Ameena sampai tidak menyadari kalau ada seseorang yang tengah berdiri di belakangnya, awalnya Ameena tak menyadari itu namun setelah melihat pantulan bayangan maka ia baru menyadarinya dan Ameena pun segera berbalik badan untuk melihat siapa orang yang datang ke sini.

__ADS_1


“Mas Hanif?”


__ADS_2