
Ameena terkejut ketika ada beberapa pria yang menghadang jalannya selepas ia pulang dari pasar untuk membeli kebutuhan pokok, Ameena berusaha melawan namun ia kalah tenaga dan jumlah dari orang-orang ini. Ameena berusaha meminta tolong orang sekitar untuk membantunya namun ketika mereka hendak menolong Ameena justru mereka mendapatkan sebuah tembakan peringatan dari orang-orang yang hendak menculik Ameena ini.
“Kalau kalian berani mendekat maka aku akan menembak kalian semua!”
Maka setelah kejadian itu, Ameena pun dapat dibawa masuk ke dalam mobil dan mereka pun melajukan mobil tersebut menuju sebuah tempat yang sangat jauh sekali dari permukiman warga. Sepanjang perjalanan
menuju tempat ini, tangan Ameena diikat dan matanya ditutup oleh sebuah kain hingga ia tidak dapat bergerak dan juga melihat hendak dibawa ke mana dirinya ini hingga akhirnya mobil pun berhenti di sebuah tempat dan Ameena digiring untuk masuk ke dalam sana dan didudukan di sebuah kursi, tidak lama kemudian seseorang melepaskan penutup mata Ameena hingga akhirnya Ameena dapat tahu dirinya di mana berada.
“Siapa kalian semua? Kenapa membawaku ke sini?”
Orang-orang itu tidak menjawab pertanyaan dari Ameena namun mereka nampak menyeringai pada Ameena yang membuatnya merasa takut kalau hal yang buruk akan terjadi saat ini, tidak lama kemudian muncul seseorang yang
tidak lain adalah Cassandra dan wanita itu nampak menyeringai puas saat melihat Ameena berhasil ditangkap oleh orang suruhannya saat ini.
“Kalian semua pergilah, aku ingin bicara dengan Ameena dulu.”
Maka selepas Cassandra mengatakan itu, orang-orang suruhan wanita tersebut pergi meninggalkan ruangan tersebut. Cassandra nampak tersenyum penuh arti pada Ameena sementara Ameena sendiri meminta Cassandra
untuk melepaskannya yang justru membuat wanita itu tertawa.
“Apa katamu Ameena? Kamu memintaku untuk melepaskanmu? Tentu saja aku tidak akan mau melakukannya, kamu tahu kenapa aku membawamu ke sini? Karena hari ini aku tidak akan memnberikanmu waktu untuk hidup, waktumu di dunia sudah habis dan hari ini juga aku harus menghabisimu.”
****
Alysa sendirian menunggu ibunya menjemput hingga sekolah sudah sepi namun Ameena belum juga terlihat menjemput Alysa, walikelas Alysa datang menghampiri anak itu dan bertanya kenapa Alysa belum pulang juga
dan Alysa pun mengatakan bahwa ibunya belum menjemputnya. Walikelas Alysa kemudian mencoba menghubungi Ameena namun sayangnya ponsel Ameena tidak dapat untuk dihubungi, walikelas Alysa kemudian mencoba menghubungi Boy dan untungnya saja Boy langsung menjawab telepon dari walikelas Alysa ini.
“Pak Boy, ini Alysa belum juga dijemput di sekolah sudah hampir satu jam dia menunggu di sini.”
“Oh begitu, Bu. Memangnya ke mana ibunya Alysa? Kenapa dia tidak menjemputnya?”
__ADS_1
“Saya juga tidak tahu, saya sudah mencoba untuk menghubunginya namun ponselnya tidak aktif.”
“Baiklah, saya akan segera ke sana untuk menjemput Alysa.”
Selepas itu Boy kemudian pergi ke sekolah Alysa dan menjemput anak tersebut, Boy membaawa Alysa ke rumah dan mengetuk pintu selama beberapa saat namun tidak ada jawaban dari dalam. Tetangga kontrakan mengatakan pada Boy bahwa Ameena sejak dari pasar tadi pagi belum juga kembali, entah kenapa perasaan Boy mengatakan kalau sesuatu hal yang buruk terjadi pada Ameena saat ini.
“Alysa sayang, ayo ikut Papa ke rumah dulu,” ujar Boy yang kemudian membawa Alysa menuju rumah setelahnya ia akan mencari di mana Ameena berada.
****
Luluk nampak terkejut saat Boy pulang dengan Alysa, Luluk bertanya kenapa Boy yang menjemput Alysa dan Boy pun menjelaskan semuanya pada Luluk. Boy menjelaskan pada Luluk bahwa ia merasa Ameena sedang dalam
bahaya saat ini namun Luluk nampak tak mau memercayai akan hal tersebut.
“Pasti dia sedang jalan-jalan keluar, memang benar-benar tidak bertanggung jawab.”
“Ma, tolong jangan bicara seperti itu, aku tahu bagaimana Ameena, dia tidak seperti apa yang Mama bicarakan barusan.”
Boy pamit pada mamanya untuk mencari di mana Ameena, Boy berpesan pada Alysa untuk jangan pergi ke mana pun selama Boy pergi dan anak itu menganggukan kepalanya. Boy kemudian pergi keluar rumah untuk mencari
di mana Ameena berada, Boy mencoba menghubungi papanya, ia curiga kalau papanya dalang di balik semua ini.
“Kenapa kamu menghubungiku lagi?”
“Katakan di mana Papa menyembunyikan Ameena.”
“Papa tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.”
“Papa jangan coba berkelit, aku tahu bahwa Papa pasti hendak melakukan hal yang buruk pada Ameena kan?”
“Kamu ini kenapa? Papa sudah mengatakan bahwa Papa tidak tahu apa pun soal Ameena.”
__ADS_1
Boy mengatakan bahwa saat ini Ameena menghilang dan ia yakin kalau papanya adalah dalang di balik semua ini, akan tetapi Pamungkas menolaknya dan mengatakan bahwa ia tidak tahu apa pun soal menghilangnya Ameena.
****
Sudah dua hari Ameena belum juga ditemukan, Boy berharap dapat segera menemukan Ameena hingga akhirnya ia teringat sosok Cassandra, Boy pergi ke rumah Cassandra namun di sana ia tidak menemukan wanita itu.
“Jadi Cassandra sudah tidak pulang ke rumah sejak dua hari yang lalu, Om?”
“Iya Boy, sudah dua hari Cassandra tidak kembali ke rumah, Om khawatir sekali dengan keadaannya sekarang.”
Boy tidak mau memperburuk keadaan dengan menuduh yang bukan-bukan Cassandra dalang di balik hilangnya Ameena, apalagi sampai saat ini Boy belum mengantongi cukup bukti akan hal tersebut. Boy kemudian berpamitan
pada papanya Cassandra untuk segera melanjutkan pencarian di mana keberadaan Ameena namun hingga larut malam, Boy belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan Ameena berada.
“Ya Allah, di mana sebenarnya Ameena berada?”
Boy merasa sudah lelah dan nyaris putus asa dalam mencari di mana Ameena berada selama dua hari ini yang mana belum juga membuahkan hasil, Boy akhirnya segera memutuskan untuk pulang ke rumahnya untuk
beristirahat karena dirinya sudah sangat lelah sekali hari ini dalam misi pencarian Ameena.
“Bagaimana pencarianmu hari ini?” tanya Luluk.
“Belum membuahkan hasil,” jawab Boy singkat.
****
Nandhita dan Jose sedang mempersiapkan pernikahan mereka yang akan digelar tidak lama lagi, mereka pergi untuk mengukur baju yang akan digunakan ketika hari pernikahan tiba selain itu mereka juga belanja souvenir apa yang akan diberikan pada tamu undangan yang datang di pernikahan mereka. Nandhita dan Jose sudah selesai mengukur pakaian dan juga membeli souvenir yang akan diberikan pada tamu undangan di hari pernikahan hingga akhirnya mereka berdua pulang menuju rumah Nandhita akan tetapi pandangan Nandhita tiba-tiba teralihkan pada sosok wanita yang sepertinya ia kenali sedang berjalan menuju ke arah hutan.
“Ada apa Nandhita?” tanya Jose penasaran.
“Tidak sepertinya tadi aku melihat seseorang masuk ke dalam hutan dan sepertinya aku mengenalinya,” jawab Nandhita.
__ADS_1
“Benarkah?”