Cinta Ameena

Cinta Ameena
Aku Tidak Terima Hal Ini


__ADS_3

Pamungkas nampak tidak langsung menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Boy tersebut akan tetapi Pamungkas hanya diam dan menatap Boy saja yang mana tentu saja hal tersebut membuat Boy kesal karena Pamungkas


sama sekali tidak mau mengatakan apa pun padanya padahal sejak tadi ia menunggu sang papa mengatakan sesuatu.


“Kenapa Papa tidak mau mengatakan sesuatu? Katakan yang sejujurnya, apakah yang Ameena katakan padaku itu benar atau tidak?”


“Kenapa kamu sangat ingin tahu akan hal itu?”


“Papa masih menanyakan hal itu kenapa aku ingin tahu semua itu? Tentu saja karena aku mencintai Ameena, Papa tahu sendiri kan?”


Pamungkas nampak menghela napasnya dan kemudian ia mengatakan tidak ingin membohongi Boy lagi dan mengatakan yang sejujurnya kalau Pamungkas memang menyukai Ameena, tentu saja jawaban yang Pamungkas berikan itu membuat Boy terkejut bukan main, ia menggelengkan kepalanya dan memastikan bahwa saat ini papanya sedang tidak bercanda.


“Kenapa kamu tidak percaya pada Papa? Bukankah hal itu yang sejak tadi ingin kamu dengar?”


Boy nampak tak dapat berkata-kata ketika ia melihat raut wajah papanya memang tidak nampak sama sekali kebohongan di sana dan tentu saja hal tersebut membuat Boy benar-benar terpukul sekali.


“Bagaimana bisa Papa melakukan hal ini padaku? Papa tahu sendiri kalau aku menyukai Ameena namun Papa malah melakukan hal ini.”


“Papa tidak mau membohongimu lebih lama lagi dengan menutupi apa yang Papa rasakan pada Ameena oleh sebab itu Papa memilih jujur padamu.”


Namun Boy sama sekali tidak mau mendengarkan apa yang Pamungkas katakan barusan, Boy memilih untuk segera pergi dari tempat ini dengan perasaan yang bercampur aduk sementara Pamungkas sendiri nampak begitu santai dan sama sekali tidak mau terlalu memikirkan bagaimana perasaan Boy yang pastinya begitu terpukul dengan kenyataan yang baru saja ia buat.


“Biarkan saja anak itu tahu yang sebenarnya dari pada ia tidak mengetahui yang sebenarnya dan aku terus berpura-pura, akan jauh lebih baik ia tahu semuanya.”


****


Boy masih nampak tak menyangka kalau papanya memang benar mencintai Ameena dan walaupun papanya tidak mengatakan kalau ia akan merebut Ameena darinya namun Boy memiliki perasaan bahwa papanya pasti akan


melakukan segala cara untuk mendapatkan Ameena dan tentu saja hal tersebut tidak dapat untuk Boy biarkan. Ketika Boy tiba di rumah nampak pria itu langsung mencari di mana keberadaan Ameena dan ketika menemukan Ameena, Boy langsung mengajak Ameena untuk bicara.


“Aku barusan sudah bertemu dengan papaku.”


Raut wajah Ameena nampak tegang sekali saat Boy mengatakan hal tersebut, ia takut kalau Pamungkas berbohong pada Boy dan malah memutar balikan fakta namun sepertinya hal tersebut tidak terjadi karena dari

__ADS_1


cerita Boy barusan mengatakan kalau Pamungkas mengaku bahwa ia memang mencintai Ameena.


“Apakah kamu tertarik pada papaku, Ameena?”


“Tidak Tuan, saya tidak tertarik dengan tuan Pamungkas.”


“Bahkan kalau papaku menawarimu dengan banyak harta dan kemewahan kamu tetap akan menolaknya?”


Ameena menganggukan kepalanya dengan yakin bahwa ia akan menolak semua bujuk rayu dan iming-iming yang ditawarkan oleh Pamungkas dan jawaban dari Ameena itu membuat Boy sedikit merasa lega karena setidaknya


Ameena tidak mudah untuk dibuat takluk oleh papanya.


“Terima kasih banyak Ameena karena kamu masih mau berpikir logis dan tidak dibutakan oleh harta.”


****


Diam-diam Luluk rupanya mencuri dengar apa yang Boy dan Ameena tengah bicarakan tadi, maka selepas Boy bicara dengan Ameena tadi, Luluk langsung menarik Boy untuk bicara lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


“Kenapa Mama mengajakku ke sini?”


“Soal apa?”


“Tentu saja soal apa yang tadi kamu bicarakan dengan Ameena, memangnya apalagi?”


“Mama mencuri dengar apa yang aku dan Ameena bicarakan tadi?”


“Itu sama sekali tidak penting, yang penting sekarang adalah katakan apakah semua yang kamu katakan bahwa papamu menyukai wanita itu adalah benar?”


Boy menghela napasnya sebelum kemudian menjawab pertanyaan dari Luluk barusan, tentu saja jawaban dari Boy membuat Luluk terkejut dan tidak habis pikir kalau mantan suaminya itu dapat tertarik pada Ameena.


“Mama akan mendukungku untuk mendapatkan Ameena kan?”


“Tentu saja tidak, Mama tidak akan pernah mendukungmu mendapatkan wanita itu walaupun dia adalah ibu kandung dari cucuku.”

__ADS_1


Selepas mengatakan itu Luluk langsung pergi meninggalkan Boy yang nampak begitu sedih dengan jawaban dari sang mama akan permintaannya, akan tetapi Boy tidak akan menyerah begitu saja, ia akan membuat mamanya mau mendukungnya untuk menikah dengan Ameena.


“Apa pun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan Ameena menikah dengan siapa pun kecuali denganku.”


****


Cassandra mendengar kabar aneh bahwa Pamungkas menyukai Ameena dan kabar itu didengarnya dari Luluk, tentu saja Cassandra penasaran dengan kebenaran hal tersebut hingga ia sendiri memutuskan untuk pergi menemui Pamungkas di kantornya. Kedatangan Cassandra disambut dingin oleh Pamungkas, pria itu bertanya kenapa Cassandra datang ke kantornya.


“Kalau kamu ingin membicarakan hal omong kosong, silakan tinggalkan ruangan ini.”


“Alasan kenapa aku datang ke sini adalah aku ingin bertanya pada Om mengenai sesuatu yang aku dengar dari orang lain.”


“Apa itu?”


“Apakah yang aku dengar itu benar kalau Om menyukai Ameena?”


“Dari mana kamu mendengar berita itu?”


“Itu semua tidak penting, yang penting sekarang adalah apakah yang aku dengar itu benar atau tidak?”


Pamungkas nampak menghela napasnya dan kemudian ia mengatakan yang sejujurnya pada Cassandra bahwa memang apa yang dikatakan oleh wanita itu memang benar adanya, tentu saja Cassandra yang mendengarnya terkejut bukan main dan ia menggelengkan kepalanya tanda ia tak memercayai hal tersebut.


“Om saat ini pasti tengah bercanda kan? Tidak mungkin


kalau Om menyukai wanita itu.”


“Apakah raut wajahku saat ini mengatakan seperti aku sedang bercanda? Kalau sudah tidak ada lagi hal lain yang ingin kamu bicarakan denganku silakan kamu keluar saja karena aku masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.”


****


Cassandra nampak geram sekali karena tahu motivasi sesungguhnya dari Pamungkas untuk mendapatkan Ameena, pantas saja sikap pria itu mendadak berubah baik pada Ameena dan awalnya memang Cassandra sudah curiga bahwa ada sesuatu hal yang tidak beres dan rupanya hal tersebut memang menjadi kenyataan, Cassandra tentu saja tidak dapat tinggal diam begitu saja dan ia langsung pergi menemui Ameena di rumah Luluk namun ia tidak langsung masuk ke dalam rumah Luluk melainkan ia menunggu sampai Ameena pulang kerja dulu baru ia


akan memberikan pelajaran pada Ameena.

__ADS_1


“Kamu pikir dapat melakukan hal ini padaku, Ameena? Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan pria itu!”


__ADS_2