Cinta Ameena

Cinta Ameena
Berita Duka Cita


__ADS_3

Ameena nampak terkejut dengan yang Luluk lakukan padanya barusan namun ia sama sekali tidak mengambil amplop berisi uang yang dilemparkan oleh Luluk hingga membuat wanita itu merasa kesal dengan yang


Ameena lakukan ini.


“Maaf Nyonya, akan tetapi saya tidak bisa mengambil uang tersebut.”


“Apa maksudmu tidak dapat mengambil uang yang aku berikan itu? Apakah kamu ingin lebih dari apa yang aku berikan ini?!”


“Maaf Nyonya, akan tetapi saya tidak dapat mengambil uang tersebut karena memang saya melakukan semua ini ikhlas untuk membantu putri anda.”


Luluk nampak tertawa mendengar ucapan Ameena barusan, Luluk pun menyinggung soal utang yang dimiliki oleh Ameena pada putrinya dan kemudian Ameena mengatakan kalau ia tidak membutuhkan uang.


“Jangan berlagak menjadi orang baik di sini Ameena, semua orang butuh uang termasuk kamu yang datang dari keluarga miskin jadi terima saja uang ini dan segera tinggalkan keluarga putriku!”


“Sekali lagi saya memang pada awalnya terpaksa menerima pernikahan ini karena keluarga saya terlilit utang pada lintah darat akan tetapi sekarang saya tidak memikikirkan soal tersebut yang saya pikirkan sekarang adalah bagaimana menjalankan apa yang diminta oleh nona Salsabila pada saya yaitu menjadi istri yang baik untuk tuan Hanif.”


Luluk nampak naik pitam dengan ucapan Ameena barusan dan hendak memukulnya namun sebelum Luluk sempat melakukan hal yang buruk pada Ameena rupanya Salsabila datang tepat waktu hingga Luluk tidak dapat melanjutkan aksinya pada Ameena.


“Mama datang ke sini?”


“Oh Nak, kamu dari mana saja? Tadi Mama mencarimu namun tidak ada.”


“Aku tadi memang sedang keluar untuk menemui temanku, apakah Ameena tidak memberitahu itu pada Mama?”


“Oh tentu saja dia memberitahu Mama.”


“Kalau begitu, ayo masuk dulu ke dalam, Ma.”


Namun sebelum mereka masuk, Salsabila menoleh ke arah amplop berisi uang yang berserakan di lantai, Salsabila pun merasa heran dengan dari mana amplop berisi uang itu berasal.


“Ma, kok ada amplop berisi uang?”


“Oh, tadi Mama ingin memberikan itu pada Ameena namun Ameena menolaknya.”


****

__ADS_1


Luluk masih bersikap baik pada Ameena karena ada Salsabila di sini andai saja Salsabila tidak muncul di sini maka sudah pasti Luluk akan memberikan pelajaran pada Ameena. Luluk pun memutuskan untuk pulang dulu ke rumah karena memang hari sudah sore.


“Hati-hati di jalan, Ma.”


Luluk kemudian masuk ke dalam mobilnya dan kini Ameena dan Salsabila masuk ke dalam rumah, selepas mereka masuk ke dalam rumah tersebut kini Salsabila ingin bicara dengan Ameena mengenai sesuatu hal.


“Ada apa?”


“Ameena, kamu tahu kan kalau usiaku sudah tidak lama lagi?”


“Kenapa kamu mengatakan itu lagi?”


“Kamu janji padaku untuk tidak akan meninggalkan mas Hanif selepas aku pergi kan?”


“Aku sudah berjanji padamu waktu itu kan? Kenapa kamu mengungkit mengenai masalah itu lagi?”


“Tolong jangan melanggar janjimu padaku Ameena, aku ingin mas Hanif bahagia dan karena usiaku tidak lama lagi maka aku menyerahkan kebahagiaanku padamu, tolong buat mas Hanif bahagia dan memiliki anak di sisa usianya, ya?”


Ameena mengatakan pada Salsabila bahwa ia akan menepati semua janjinya pada Salsabila namun Ameena meminta supaya Salsabila mau untuk berobat ke dokter agar penyakitnya ini bisa segera ditangani.


“Percuma saja Ameena, dokter mengatakan padaku saat ini sel kanker ini telah menyebar ke seluruh tubuhku dan sebentar lagi pasti kondisiku sudah tidak akan baik lagi.”


****


Apa yang Salsabila katakan itu memang benar terjadi, selepas pembicaraan mereka kala itu kondisi Salsabila menurun dengan sangat drastis dan membuat Salsabila dirujuk ke rumah sakit. Luluk begitu sedih melihat


putrinya terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit, ia ingin supaya putrinya tetap hidup namun dokter mengatakan sangat kecil sekali kalau Salsabila bisa tetap hidup sementara sel kanker sudah menyebar ke seluruh tubuhnya.


“Nak, hiks.”


Luluk hanya dapat menangisi keadaan putrinya yang menyedihkan ini, bukan hanya Luluk namun seluruh anggota keluarga Salsabila sangat sedih dengan kondisi Salsabila yang memburuk ini hingga akhirnya Salsabila mengatakan bahwa ia ingin bertemu sebentar dengan Ameena.


“Kenapa, Nak?”


“Tolong Ma.”

__ADS_1


Akhirnya Luluk pun mengizinkan Ameena untuk datang menjenguk Salsabila karena memang putrinya sendiri yang meminta, Ameena nampak begitu sedih melihat kondisi Salsabila yang begitu menyedihkan ini akan tetapi wanita itu masih mencoba untuk tersenyum padanya.


“Ameena.”


“Hiks.”


“Tolong kamu tepati janjimu, ya?”


Ameena menganggukan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir dari pipinya, ia berdoa pada Tuhan semoga saja ada sebuah kejaiban untuk Salsabila bisa sembuh dari penyakit yang ia derita ini. Selepas


pembicaraan singkat itu Ameena pulang ke rumah seorang diri karena Hanif tetap berada di rumah sakit untuk menemani istri tercintanya itu.


“Ya Allah, tolong sembuhkanlah Salsabila,” isak Ameena ketika ia memanjatkan doa pada Tuhan selepas melaksanakan ibadah salat isya di rumah.


****


Kabar duka menghampiri keluarga Salsabila setelah Salsabila menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit akibat penyakit yang ia derita, seluruh keluarga begitu sedih melepas kepergiannya termasuk Hanif. Pria yang sudah 6 tahun menjadi suaminya itu nampak begitu terpukul dan sedih dengan kepergian sang istri, ia sudah mencoba memberikan pengobatan terbaik supaya istrinya bisa tetap bertahan hidup akan tetapi Tuhan berkehendak lain, Salsabila tetap pergi meninggalkannya yang masih berharap ada sebuah keajaiban


dalam hidupnya. Ameena datang ke rumah duka untuk melayat, ia bisa melihat betapa hancurnya Hanif saat ini ketika melihat istri yang ia begitu cintai sudah terbaring kaku di sana. Ameena sendiri juga merasa sangat kehilangan sosok Salsabila walaupun ia hanya mengenal Salsabila sebentar saja namun ia bisa tahu bahwa wanita itu adalah orang yang sangat baik hingga kepergiannya ditangisi oleh banyak orang. Luluk yang melihat Ameena datang langsung menghampiri wanita itu dan langsung menamparnya hingga semua pelayat yang datang begitu


terkejut dengan yang dilakukan oleh Luluk ini.


“Semua ini karenamu!”


****


Luluk berhasil ditenangkan dan Boy berusaha menenangkan Ameena yang masih begitu shock dengan apa yang Luluk lakukan. Ameena mengatakan pada Boy bahwa ia tak perlu meminta maaf atas apa yang telah Luluk lakukan padanya.


“Tentu saja aku harus meminta maaf padamu Ameena, apa yang mamaku lakukan tidaklah dapat dibenarkan.”


“Sepertinya mama anda masih belum dapat melihatku di sini, aku akan pergi saja.”


“Tidak tolong jangan pergi, aku tahu kalau kamu ingin mengantarkan kakakku ke tempat peristirahatan terakhirnya kan?”


“Tapi ….”

__ADS_1


“Percayalah padaku, selama kamu berada di dekatku maka semua akan baik-baik saja.”


Ameena nampak menundukan kepalanya tak berani menatap Boy sementara itu Hanif diam-diam mencuri pandang dengan interaksi Ameena dan Boy saat ini.


__ADS_2