
Ameena makin sedih karena Luluk menyalahkannya atas keputusan yang sudah dibuat oleh Boy untuk kembali ke Amerika, ia pun tidak berani menatap wanita itu dan memilih untuk pergi sementara itu Cassandra berusaha untuk menenangkan Luluk yang begitu sedih saat ini. Selepasnya Cassandra pamit untuk segera pergi ke bandara sebelum pesawat yang ditumpangi oleh Boy akan tinggal landas.
“Iya Cassandra.”
“Aku tinggal dulu Tante, aku akan kembali lagi nanti.”
Cassandra bergegas pergi ke bandara dengan menumpang mobilnya, ia berharap tidak terlambat untuk tiba di bandara karena kalau ia terlambat maka kesempatannya untuk bertemu dengan Boy akan lenyap sudah. Untungnya saja jalan menuju bandara tidaklah padat dan macet hingg Cassandra bisa cepat sampai di bandara, di sana ia langsung mencoba menelpon Boy namun ponsel pria itu tidak aktif.
“Kenapa ponselnya tidak aktif?”
Di antara banyaknya manusia yang berlalu lalang di bandara nampak Cassandra berusaha memerhatikan semua orang yang ada di sini berharap kalau masih ada sebuah kesempatan terakhir baginya untuk bertemu dengan Boy yang akan pergi ke Amerika pada sore hari ini.
“Di mana dia?”
Akhirnya Cassandra bisa melihat Boy yang baru saja selesai melakukan check in di counter dan bersiap menuju pemeriksaan imigrasi, buru-buru Cassandra berlari menghampiri pria itu dan menahan lengannya.
“Boy.”
“Mau apa kamu ke sini?”
“Tentu saja aku ke sini setelah mendengar dari mamamu bahwa kamu akan kembali ke Amerika, apakah itu benar?”
“Sepertinya itu bukan urusanmu.”
Cassandra langsung memeluk Boy namun Boy langsung mendorong tubuh Cassandra, tentu saja sikap Boy yang seperti ini membuatnya sedih.
“Kenapa kamu menolak, Boy? Aku memelukmu karena kita tidak akan berjumpa untuk waktu yang sebentar kan?”
“Sudalah Cassandra, walaupun aku dan Ameena tidak jadi menikah namun bukan berarti aku akan tertarik padamu.”
Selepas mengatakan itu Boy langsung menuju pemeriksaan imigrasi dan Cassandra tentu saja tidak dapat menyusul Boy masuk ke dalam sana karena ia tidak memiliki tiket pesawat dan paspor.
“Tunggu dan lihat saja Boy, kamu akan jadi milikku.”
****
Nandhita tiba di rumah Luluk dengan membawakan wanita itu buah tangan, semenjak ia dan Hanif menikah memang Nandhita tinggal bersama Hanif di rumah pria itu dan ia merindukan suasana rumah Luluk sekaligus
__ADS_1
penasaran kabar pernikahan Boy dan Ameena.
“Tante, kok sedih begini?” tanya Nandhita yang ketika datang melihat Luluk bersedih.
“Kamu sudah tahu belum kalau Boy dan Ameena tidak akan menikah?”
“Apa maksud Tante mengatakan itu? Bukankah mereka akan menikah tidak lama lagi?”
“Iya memang seharusnya mereka akan menikah tidak lama lagi, akan tetapi Ameena mengkhianati Boy dan membuat anakku itu kini pergi ke Amerika.”
Nandhita nampak tak percaya dengan apa yang Luluk katakan barusan, ia bertanya pada Luluk apakah itu semua benar dan tentu saja Luluk mengatakan bahwa ia mengatakan yang sebenarnya.
“Aku sama sekali tidak menyangka kalau Ameena melakukan itu, apakah ini bagian rencana Tante untuk membuat Ameena dan Boy batal menikah?”
“Tentu saja bukan rencanaku Nandhita, justru rencanaku membuat Ameena dan Boy menikah baru kemudian aku akan menyiksa Ameena namun rupanya ada sesuatu hal yang berada diluar kendaliku hingga membuat mereka
batal menikah.”
“Namun bukankan ini bagus, Tante?”
“Aku sendiri tidak tahu apakah ini kabar baik atau sebaliknya.”
****
“Dari mana saja kamu? Kok bukannya memasak makan malam untuk suamimu malah keluyuran?” tanya Untari.
“Ma, aku keluar bukan untuk keluyuran aku keluar untuk menemui tanteku.”
“Tantemu? Kenapa memangnya kamu menemui tantemu?”
Nandhita nampak menyeringai, ia pun kemudian menceritakan bahwa Boy dan Ameena batal menikah dan juga menceritakan bahwa Ameena bukanlah wanita baik-baik karena sudah tidur dengan pria lain. Untari tentu saja tak percaya dengan apa yang Nandhita katakan barusan karena ia tahu betul Ameena bukanlah wanita seperti yang Nandhita ceritakan padanya barusan.
“Kamu pikir aku akan percaya begitu saja dengan cerita palsumu Nandhita?”
“Siapa yang menceritakan cerita palsu, Ma? Aku menceritakan hal yang sebenarnya, kalau memang Mama tak percaya maka silakan untuk hubungi tante Luluk dan tanyakan secara langsung padanya apakah aku hanya mengarang cerita atau tidak,” jawab Nandhita yang kemudian langsung pergi meninggalkan Untari.
Selepas Nandhita pergi nampak Untari memikirkan apa yang wanita itu katakan, ia nampak tak percaya kalau Ameena melakukan hal seperti itu.
__ADS_1
“Tidak mungkin Ameena melakukan hal seperti itu.”
****
Reaksi yang diberikan oleh Hanif pun juga sama seperti Untari yang tak percaya bahwa Ameena sudah tidur dengan pria lain, Hanif meminta Nandhita untuk jangan sembarangan melakukan fitnah pada Ameena.
“Apa katamu? Siapa yang melakukan fitnah, Hanif? Aku mengatakan yang sebenarnya, silakan kamu tanyakan pada tante Luluk kalau memang kamu tak percaya padaku.”
Hanif dapat melihat bahwa Nandhita sama sekali tidak berbohong atas apa yang dikatakan olehnya akan tetapi ia masih tak percaya kalau memang Ameena melakukan hal buruk seperti itu karena walaupun hanya singkat mengenal wanita itu namun ia dapat tahu Ameena bukan tipe wanita yang menjejakan diri pada pria lain.
“Aku jadi curiga bahwa sebenarnya kamu menyukai Ameena, hanya saja kamu menolak fakta itu.”
Hanif nampak menghela napasnya panjang dan ia sudah menduga bahwa Nandhita pasti akan berpikiran yang tidak-tidak padanya, ia memilih untuk diam dan tak meladeni ucapan Nandhita barusan.
“Hanif, kenapa kamu hanya diam saja? Apakah yang barusan aku katakan padamu itu benar?”
“Aku malas memperdebatkan masalah ini denganmu.”
Hanif kemudian berbalik badan dan pergi menuju kamar mandi, Nandhita nampak geram dengan tindakan Hanif yang mengabaikannya itu.
“Hanif, kenapa kamu tak mau menjawab pertanyaanku? Apakah yang tadi aku katakan itu benar?!” seru Nandhita.
****
Ameena tak bisa diam saja, ia harus mencari tahu pada Richi apa yang sudah pria itu lakukan padanya dan kenapa Richi tega sekali melakukan itu padanya. Ameena meminta Richi datang menemuinya sekarang juga dan
Richi pun langsung menemui Ameena di rumah Luluk.
“Ameena.”
“Katakan padaku kenapa kamu melakukan itu padaku, Richi? Kenapa kamu tega sekali membuatku buruk di depan tuan Boy dan keluarganya padahal aku tidak seperti apa yang mereka lakukan.”
“Aku minta maaf Ameena, akan tetapi aku tak memiliki cara lain untuk mendapatkanmu.”
“Tapi bukan seperti ini Richi, kamu sudah membuatku hancur.”
“Aku minta maaf Ameena, aku akan bertanggung jawab padamu.”
__ADS_1
Ameena menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Richi barusan dan Luluk pun tiba-tiba muncul dari belakang Ameena seraya menatap Richi dan Ameena tajam.
“Mau apa kamu datang ke sini?”