Cinta Ameena

Cinta Ameena
Rencana Baru Sang Pria Licik


__ADS_3

Cassandra nampak begitu tenang ketika dirinya turun dari dalam mobil dan hal tersebut membuat Boy geram bukan main, Boy mendesak supaya Cassandra memberitahu di mana keberadaan Alysa namun wanita itu tidak mau


memberitahu di mana keberadaan Alysa.


“Aku tidak tahu di mana keberadaan anak itu, kenapa kamu tanyakan hal itu padaku?”


“Kamu pikir dapat membodohiku dengan kebohonganmu ini? Lebih baik sekarang juga kamu katakan di mana dia sekarang!”


“Aku sudah mengatakannya kalau aku tidak tahu dia ada di mana, kenapa sih kamu ini begitu keras kepala?!”


Mendengar Cassandra yang masih saja terus berkelit membuat Boy naik pitam, ia memegangi kedua bahu Cassandra dan mendesak wanita ini untuk mengatakan di mana keberadaan anaknya namun Cassandra mengatakan bahwa ia tidak tahu mengenai di mana keberadaan Alysa.


“Kenapa kamu masih saja mencoba untuk membodohiku? Bukankah aku sudah mengatakannya kalau aku tahu kamu pasti dalang di balik semua ini?!”


Papa Cassandra datang dan melihat Boy tengah melakukan hal yang buruk pada putrinya, tentu saja pria itu langsung menegur Boy dan menanyakan apa yang membuat Boy melakukan hal ini pada putrinya. Boy pun


menjelaskan pada papanya Cassandra bahwa wanita ini telah melakukan sesuatu hal yang buruk pada putrinya dan tentu saja papanya Cassandra terkejut dengan ucapan Boy barusan.


“Apakah yang Boy katakan itu benar anakku?”


“Tentu saja tidak, kenapa Papa memercayai apa yang Boy katakan barusan?”


Boy nampak begitu emosi saat mendengar Cassandra masih saja terus berdusta tidak mau mengakui apa yang ia lakukan, papanya Cassandra meminta Boy untuk tenang dan ia akan mengurus semua ini.


“Kamu jangan risau karena aku akan mengurus semua ini, lebih baik kamu pulang saja, Boy.”


Boy sebenarnya belum puas hati sebelum Cassandra memberitahunya di mana keberadaan putrinya namun karena ia percaya pada papanya Cassandra maka ia pun memilih untuk pergi dari sini.


“Baiklah Om, kalau begitu aku pergi dulu.”


“Hati-hati di jalan.”


****


Cassandra diintrograsi oleh papanya mengenai apa yang dikatakan oleh Boy barusan, tentu saja Cassandra menolak semua tuduhan yang dilayangkan oleh papanya padanya, ia meminta papanya untuk jangan menanyakan

__ADS_1


hal-hal yang sama sekali tidak ia lakukan.


“Nak, bisakah kamu mengatakan yang sejujurnya saja pada Papa?”


“Apa maksud Papa menanyakan hal itu? Bukankah aku sudah berulang kali mengatakan pada Papa bahwa aku tidak tahu apa pun mengenai hal itu? Berhentilah untuk menanyakan sesuatu yang tidak pernah aku lakukan.”


Namun papanya sama sekali tidak memercayai Cassandra, ia tahu bahwa Cassandra telah melakukan hal yang buruk pada anaknya Boy dan meminta anaknya itu untuk segera mengatakan di mana keberadaan Alysa. Cassandra nampak begitu kesal dengan papanya yang tidak mau mendengarkan apa yang ia katakan, maka Cassandra memilih untuk pergi saja dari rumah ini.


“Kamu mau pergi ke mana, Nak?”


Namun Cassandra sama sekali tidak mau mengatakan ia mau pergi ke mana, ia langsung membawa barangnya masuk ke dalam mobil dan kemudian melajukan kendaraannya itu menuju suatu tempat yang jauh dari rumah. Cassandra menginap di sebuah hotel malam ini, paling tidak di sini ia dapat merasakan ketenangan tanpa adanya keributan yang dibuat oleh sang papa seperti di rumah.


“Kenapa papa lebih memercayai Boy?”


****


Pada akhirnya tentu saja kabar penculikan Alysa tiba di telinga Pamungkas dan ini adalah kesempatan pria itu untuk merebut simpati Ameena dan dapat menikahi wanita itu, Pamungkas tentu saja langsung tahu di


mana keberadaan Alysa dan ia meminta orang suruhannya membebaskan gadis itu namun Alysa tidak langsung dipulangkan ke rumah Ameena melainkan gadis itu dibawa menuju rumah Pamungkas.


“Kamu pasti Alysa kan?”


“Jangan takut, aku bukanlah orang jahat.”


Alysa nampak ketakutan melihat wajah Pamungkas walaupun sebelumnya ia pernah beberapa kali melihat wajah Pamungkas namun tetap saja Alysa merasa takut dengan wajah Pamungkas karena ia dapat merasakan bahwa


Pamungkas bukanlah orang yang baik.


“Aku tidak akan menyakitimu seperti mereka melakukan kejahatan padamu, kamu dapat memercayaiku.”


Alysa hanya diam saja ketika Pamungkas mengatakan itu padanya, Pamungkas pun mencoba mendekati Alysa dan memengaruhi Alysa supaya mau mendengarkan apa yang ia katakan dengan beberapa cara. Alysa sendiri perlahan mulai mau berbicara dengan Pamungkas setelah merasa bahwa Pamungkas bukanlah orang yang jahat.


“Kan sudah aku katakan kalau aku bukan orang jahat.”


“Maaf.”

__ADS_1


“Tidak masalah, akan tetapi maukah kamu membantuku?”


Alysa nampak mengerjapkan matanya menatap Pamungkas dengan tatapan penuh tanda tanya dan Pamungkas sendiri hanya tersenyum pada gadis kecil itu.


****


Cassandra kesal bukan main karena rencananya dihancurkan begitu saja oleh Pamungkas, tentu saja ia tidak dapat menerima hal ini dan wanita itu langsung pergi menemui Pamungkas yang ada di kantornya.


“Biarkan aku masuk ke dalam, aku ingin bertemu om Pamungkas sekarang juga.”


“Maaf namun anda tidak boleh masuk karena tidak memiliki janji bertemu dengan pak Presdir.”


Cassandra geram bukan main dengan jawaban satpam di lobi yang menahannya, satpam tersebut bersikukuh bahwa Cassandra tidak boleh masuk karena tidak memiliki janji terlebih dahulu bertemu dengan Pamungkas dan


Cassandra juga bukan karyawan di kantor ini yang makin membuat Cassandra geram bukan main. Wanita itu pun akhirnya mencoba menghubungi Pamungkas untuk mengatakan masalah yang ia alami di lobi ini, Pamungkas tidak menjawab telepon dari Cassandra yang membuat wanita itu kesal bukan main.


“Lebih baik anda pergi saja dari sini,” ujar satpam tersebut yang membuat Cassandra geram bukan main.


“Sampai kapan pun aku tidak akan pernah pergi dari sini sebelum aku dapat bertemu dengan om Pamungkas, apakah kamu mengerti?!”


Walaupun satpam sudah mencoba mengusir Cassandra dari kantor ini, akan tetapi wanita ini tetap saja bertahan menunggu sampai Pamungkas dapat menemuinya dan Pamungkas pun keluar dari kantor yang langsung disambut


oleh Cassandra.


“Om, aku ingin bicara dengan Om.”


****


Ameena begitu bahagia sekali saat bertemu kembali dengan putrinya, Ameena mencium dan memeluk Alysa karena ia bersyukur sekali anaknya ini dapat ditemukan dengan kondisi selamat tanpa ada luka sedikit pun. Ameena pun bertanya pada anaknya apa yang terjadi, Alysa menceritakan semuanya dan juga ia mengatakan sesuatu hal yang membuat Ameena terkejut.


“Bu, orang itu baik sekali dan dia menyelamatkanku dari tante jahat itu.”


“Benarkah? Siapa orang baik yang telah menolongmu?”


Ameena terkejut ketika sosok Pamungkas muncul di rumahnya dan Alysa menunjuk Pamungkas sebagai orang yang telah membebaskannya dari Cassandra, Ameena terkejut karena lagi-lagi Pamungkas yang telah

__ADS_1


menyelamatkan anaknya.


“Kenapa Ameena? Sepertinya kamu terkejut sekali, ya?” seringai Pamungkas.


__ADS_2