Cinta Ameena

Cinta Ameena
Misi Menyelamatkan Ameena


__ADS_3

Boy entah kenapa mengetahui kalau saat ini Ameena pasti dibawa oleh Richi ke ruimah kontrakan mereka yang lama maka tanpa membuang banyak waktu Boy segera bergegas menuju rumah tersebut dan ketika sampai di sana nampak rumah tersebut seperti tidak ada orang.


“Aku yakin bahwa pasti ada orang di dalam.”


Boy pun kemudian mencoba mengetuk pintu rumah namun hasilnya nihil, ia mencoba berkeliling untuk mencari kemungkinan bahwa ada pintu yang kebetulan tidak terkunci namun hasilnya nihil hingga akhirnya seorang tetangga sebelah rumah datang menghampirinya.


“Bu, apakah Richi ada di dalam?”


“Iya Tuan, Richi ada di dalam.”


Boy pun kemudian menggedor pintu rumah itu dan memanggil Richi supaya keluar, karena sudah ketahuan kalau ada di dalam rumah maka Richi pun mau tak mau keluar namun ia sama sekali tidak membawa Ameena bersamanya.


“Mau apa kamu datang ke sini?”


“Di mana Ameena?”


“Aku tidak tahu dia ada di mana.”


“Kamu pikir aku orang yang mudah untuk kamu tipu?”


Boy merangsek masuk ke dalam rumah namun Richi menahannya dan mendorongnya supaya tidak masuk ke dalam, tentu saja sikap Richi yang seperti ini makin membuat Boy menjadi yakin kalau memang Ameena ada di


dalam.


“Apakah kamu tidak memiliki etika? Bagaimana bisa secara sembrono masuk ke dalam rumah orang lain tanpa permisi?”


“Kenapa wajahmu seperti ketakutan sekali saat aku hendak masuk ke dalam? Ameena pasti ada di dalam kan?”


“Aku sudah mengatakan padamu bahwa Ameena tidak ada di dalam, kenapa tidak percaya dengan ucapanku?”


Tentu saja Boy tidak akan pernah memercayai apa yang Richi katakan, maka saat Richi lengah dengan segera Boy merangsek masuk ke dalam rumah dan tentu saja Richi geram bukan main dengan tindakan Boy yang sangat kurang ajar menurutnya ini.


“Apakah kamu tidak mengerti bahasaku? Kenapa menerobos masuk ke dalam rumah?”


Namun Boy sama sekali bergeming dan mencari Ameena di seluruh penjuru rumah ini.


****

__ADS_1


Ameena terkejut saat menemukan Boy di rumah ini, Boy meminta Ameena untuk ikut bersamanya sekarang namun Richi tentu saja menghalanginya dan mengatakan pada Boy untuk jangan coba-coba untuk mencuri istrinya darinya.


“Ameena tidak akan bahagia jika tinggal di rumah ini bersamamu, biarkan dia pergi dari sini.”


“Siapa yang bilang bahwa dia tidak bahagia tinggal di rumah ini? Dia bahagia tinggal di rumah ini namun kamu menghasutnya untuk menjadi istri durhaka.”


Boy nampak tak percaya dengan apa yang Richi katakan barusan padanya, Ameena meminta supaya Boy pergi saja dari rumah ini namun tentu saja Boy tidak akan melakukan seperti apa yang Ameena katakan barusan.


“Aku tidak akan pergi sebelum kamu ikut pergi bersamaku.”


“Pergi sekarang juga dari rumah ini atau aku akan menyeretmu keluar.”


“Kalau kamu berani melakukannya maka aku akan memanggil polisi supaya kamu ditangkap lagi.”


“Kamu pikir aku akan takut dengan ancamanmu barusan?”


Boy pun kemudian memikirkan sesuatu dan tanpa banyak bicara ia langsung pergi, Richi dapat bernapas lega karena Boy sudah pergi namun ia menyadari sesuatu bahwa pasti Boy akan menjemput Alysa di sekolahnya.


“Kamu jangan pergi ke mana pun selama aku pergi menjemput Alysa, awas saja kalau kamu berani pergi,” ancam Richi sebelum ia pergi.


****


masuk ke dalam komplek perumahan sementara dirinya dicegat oleh satpam komplek karena pernah membuat onar di dalam sana.


“Pak, apa yang anda lakukan? Kenapa menghentikan saya?”


“Kamu ini pembuat onar dan tentu saja saya tidak dapat memberikan kamu izin untuk masuk ke dalam.”


Richi sempat berdebat dengan satpam tersebut namun tentu saja Richi tidak dapat menang dalam adu argumen itu hingga harus mengalah dan pergi namun bukan artinya Richi akan membiarkan Boy untuk memenangkan


pertarungan ini.


“Lihat dan tunggu saja.”


Sementara itu Boy sudah berhasil tiba di rumahnya dengan selamat bersama dengan Alysa, Luluk menyambut mereka di teras dan Luluk pun langsung memeluk cucunya itu, Luluk kemudian bertanya pada Boy mengenai Ameena.


“Nanti saja kita bicara di dalam, Ma.”

__ADS_1


Maka mereka pun masuk ke dalam, Luluk meminta asisten rumah tangganya mengganti pakaian Alysa dulu karena ia ingin bicara dengan Boy. Selepas Alysa pergi maka kini Boy pun menceritakan apa yang tengah menimpa Ameena, tentu saja Luluk terkejut bukan main dengan cerita Boy ini.


“Apa katamu? Jadi sekarang Ameena kembali hidup dengan Richi?”


“Bukan seperti itu Ma, akan tetapi Ameena yang dipaksa untuk mengikuti kemauan Richi dan untungnya saja aku sempat menyelamatkan Alysa dari genggaman pria itu.”


****


Luluk menelpon Untari untuk memberitahu apa yang menimpa Ameena, tentu saja Untari terkejut dan bertekad akan membawa Ameena pergi dari sisi Richi. Untari langsung pergi menuju rumah Richi dan ia disambut oleh Richi yang sama sekali tidak mengenalnya.


“Siapa anda? Cari siapa?”


“Ameena, dia ada di dalam kan?”


“Anda ini siapa? Saya bertanya.”


Namun Untari sama sekali tidak memberitahu siapa dirinya pada Richi dan malah menerobos masuk ke dalam rumah, Richi tentu saja merasa tersinggung dengan apa yang Untari lakukan ini namun Untari sama sekali


tidak peduli dan ia datang ke sini karena ingin membawa Ameena pergi bersamanya.


“Ameena, ayo ikut denganku.”


“Siapa anda berani sekali membawa Ameena bersama anda? Saya ini suaminya.”


“Aku adalah mamanya Ameena.”


Richi nampak terkejut dengan jawaban yang Untari katakan barusan, tentu saja Richi sama sekali tidak memercayai apa yang Untari katakan karena memang sebelumnya Richi mengenal dengan baik kedua orang tua Ameena.


“Kamu sepertinya memang tidak tahu apa pun soal Ameena, sudahlah Ameena sekarang juga ikutlah dengan Mama.”


Ameena tidak dapat menolak apa yang diinginkan oleh Untari dan akhirnya ia pun berhasil keluar juga dari rumah tersebut.


****


Untari membawa Ameena ke rumahnya, di sana Ameena berterima kasih pada Untari karena sudah membawanya pergi dari rumah Richi. Untari pun mengatakan pada Ameena bahwa sejak awal Ameena jujur bahwa rumah


tangganya dengan Richi sudah tidak baik-baik saja, Ameena pun meminta maaf pada Untari karena selama ini merahasiakan soal rumah tangganya dengan Richi.

__ADS_1


“Andai Mama tahu kalau sejak dulu kamu menderita akibat perlakuan Richi, tentu saja Mama akan langsung membawamu ke sini untuk tinggal bersama Mama.”


“Tidak Ma, selama ini Richi tidak pernah melakukan hal kasar namun semenjak dia tahu kalau Alysa adalah anaknya tuan Boy dia menjadi tepramen sekali.”


__ADS_2