Cinta Ameena

Cinta Ameena
Kejutan Ketika Pulang


__ADS_3

Cassandra pada akhirnya menemukan juga di mana keberadaan Boy tentu saja karena Pamungkas memberitahunya mengenai keberadaan Boy dan meminta wanita itu untuk bicara dengan baik pada putranya supaya Boy mau kembali ke rumah dan rumah tangganya dengan sang istri tak ternacam. Cassandra jauh-jauh datang dari kotanya ke kota ini untuk menemui Boy dan ia menunggu cukup lama di rumah kontrakan Boy karena ia belum tahu di mana pria itu bekerja, akan tetapi dari keterangan tetangga sebelah rumah Boy, Cassandra dapat sedikit informasi mengenai di mana Boy bekerja namun ia memilih untuk tetap tinggal di sini dan menunggu sampai Boy pulang. Cassandra terus menunggu sampai akhirnya Boy pun pulang ke rumah dan terkejut menemui Cassandra di depan rumahnya, ekspresi berbeda justru ditunjukan oleh Cassandra yang begitu bahagia karena akhirnya dapat melihat Boy kembali.


“Boy!”


Boy menghela napasnya dan kemudian tak mau menatap Cassandra padahal wanita itu begitu bahagia bertemu dengannya lagi, Cassandra menghampiri Boy dan langsung memeluk pria itu namun Boy tentu saja tak nyaman


dengan apa yang Cassandra lakukan ini dan malah mendorong pelan tubuh Cassandra supaya jangan memeluknya.


“Apa yang kamu lakukan ini?”


“Aku memelukmu karena merindukanmu, memangnya apa lagi?”


“Aku tahu bahwa kamu merindukanku namun apakah harus sampai memelukku begitu? Kita tidak memiliki hubungan apa pun, ingat?”


“Aku minta maaf karena sudah membuatmu terkejut tadi, aku benar-benar tidak menyangka karena akhirnya aku dapat menemukanmu lagi Boy, kamu tahu betapa diriku sangat merindukanmu?”


“Siapa yang memberitahumu keberadaanku di sini? Apakah papaku yang memberitahumu?”


“Itu bukanlah hal yang penting, sekarang juga mari ikutlah denganku supaya kita dapat memulai hidup yang baru.”


“Apa maksudmu?”


“Kamu tidak perlu bersembunyi terus seperti ini Boy, kita kembali ke kota dan kemudian memulai hidup baru yang indah.”


“Cassandra, apakah kamu tidak paham juga bahwa aku tidak ingin kembali ke sana?”


“Tapi Boy ….”


“Tolong jangan menggangguku atau aku tidak mau menemuimu lagi.”


****


Cassandra mengatakan pada Boy bahwa saat ini hubungan rumah tangga kedua orang tuanya sedang memburuk yang mana Luluk ingin bercerai dengan Pamungkas namun Pamungkas tak mau bercerai dengan Luluk karena masih mencintai istrinya itu. Cassandra memohon pada Boy untuk kembali ke rumah supaya kedua orang tuanya tidak bercerai.


“Apakah kamu tidak kasihan pada orang tuamu, Boy?”

__ADS_1


“Aku sudah mengatakannya pada mama bahwa aku tidak akan pernah kembali.”


“Boy, bagaimana bisa kamu melakukan semua ini? Kenapa kamu tega sekali pada mamamu?”


“Aku bukannya tega Cassandra, aku hanya memilih untuk pergi dari sana karena tidak nyaman dengan perlakuan mereka terutama papaku yang masih saja menggangguku dan memintaku kembali karena ingin mempertahankan


rumah tangganya dengan mamaku, itu semua bukan urusanku. Kalau memang mereka memiliki masalah maka selesaikan saja berdua, tidak perlu melibatkanku begini, aku dapat menerima apa pun keputusan mereka, kok.”


“Boy ….”


“Sekarang kamu sudah dengar semuanya kan? Cassandra, aku mohon padamu untuk jangan menggangguku lagi selepas ini.”


Selepas mengatakan itu Boy langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya, ia mengabaikan Cassandra yang masih berusaha mengetuk pintu dan memanggil namanya.


“Kenapa sih dia itu sulit sekali untuk diluluhkan?” keluh Cassandra.


****


Ameena berusaha mencari di mana keberadaan Hanif, cuaca di luar sudah mulai sangat dingin sekali karena sudah memasuki musim dingin walaupun salju belum turun. Ameena sudah mengenakan jaket yang sangat tebal dan pakaian rangkap saja masih merasakan dingin yang tak tertahankan, ia ingin menyerah dan masuk saja kembali ke dalam apartemen yang hangat namun ia tidak bisa duduk diam dan tak tahu di mana keberadaan suaminya apalagi Hanif tak mengatakan sepatah kata pun padanya saat dia pergi.


“Ya Allah, Mas Hanif ke mana, sih?”


ia tidak bisa bahasa setempat untuk menanyakan jalan pulang, maka Ameena memilih untuk pulang saja ke apartemennya dan berdoa semoga saja Hanif bisa segera kembali ke apartemen akan tetapi ia menemukan seseorang dengan koper besarnya tengah kedinginan di depan apartemen dan sepertinya Ameena mengenali siluet


tubuh orang itu.


“Richi?”


“Ameena?”


Ameena terkejut bukan main saat menemukan Richi di depan apartemennya dan Hanif, ia bertanya apa yang Richi lakukan di sini dan pria itu mengatakan bahwa ia ia tadi tersesat untuk mencari jalan ke hotel namun karena ia tidak dapat berbicara bahasa inggris maupun bahasa setempat membuatnya agak sedikit kebingungan mencari alamat hotelnya hingga ia justru terdampar di tempat ini.


****


Richi meminta Ameena mengizinkannya masuk ke dalam apartemennya karena di luar sini dingin sekali dan Richi merasa dirinya hampir mati kedinginan, Ameena agak ragu dengan hal tersebut namun melihat kondisi

__ADS_1


Richi yang nyaris pingsan akibat kedinginan membuatnya iba dan mengizinkan pria itu untuk mampir ke apartemennya seraya ia mencari tahu di mana alamat hotel tempat Richi akan menginap.


“Terima kasih banyak Ameena karena kamu sudah mau mengizinkanku masuk.”


“Tidak masalah.”


Ameena membuatkan Richi cokelat panas untuk menghangatkan tubuh pria itu dan Richi langsung meminumnya, Ameena masih penasaran kenapa Richi bisa sampai ke Norwegia namun ia terlalu sungkan untuk menanyakan itu pada pria ini.


“Kamu kenapa menatapku begitu? Apakah aku tampan dan kamu baru menyadarinya?”


“Apa maksudmu? Tidak, hanya saja… aku penasaran kenapa kamu bisa sampai ke Norwegia.”


“Aku ke sini untuk liburan.”


“Liburan?”


“Kenapa? Kok sepertinya kamu terkejut begitu ketika aku bilang ingin liburan ke Norwegia?”


“Tidak, hanya saja….”


“Kamu ingin meremehkan pekerjaanku sebagai seorang photographer begitu hingga menurutmu aku tidak dapat mengumpulkan uang dan jalan-jalan ke luar negeri?”


“Bukan seperti itu hanya saja ….”


“Kenapa? Kamu pikir aku datang ke sini untuk menemuimu?”


****


Nandhita mengajak Hanif untuk mampir dulu ke hotel tempat ia menginap karena cuaca di luar sana cukup dingin sekali dan tentu saja mereka butuh ruangan hangat untuk bicara, Hanif penasaran dalam rangka apa Nandhita datang ke Norwegia dan Nandhita mengatakan bahwa ia datang ke sini untuk liburan, Nandhita mengatakan kalau sudah lama sekali ia ingin datang ke Norwegia saat musim dingin dan melihat aurora borealis di utara negara itu yang mana menarik wisatawan mancanegara setiap tahunnya untuk datang ke negara ini.


“Oh begitu rupanya.”


“Apakah kamu dapat menemaniku ke sana? Kamu kan sudah cukup lama tinggal di Norwegia, pasti kamu sudah hafal jalan menuju ke sana dan tahu penginapan yang ada di sana kan?”


“Iya tentu saja aku tahu jalan ke sana dan penginapannya juga hanya saja aku tidak bisa untuk menemanimu ke sana karena aku harus bekerja.”

__ADS_1


“Oh begitu rupanya, kalau begitu aku bisa pergi ke sana sendiri.”


Nandhita kemudian menawarkan sebuah cokelat panas untuk Hanif untuk teman mereka mengobrol, ia mempersilakan Hanif untuk meminum minuman tersebut dan Hanif pun mulai meminum cokelat panas tersebut sementara Nandhita nampak tersenyum melihatnya.


__ADS_2