
Ameena tentu saja tidak dapat menolak perintah dari Luluk karena memang sebelumnya ia sudah berjanji tidak akan pernah berhenti bekerja di sini sampai Luluk yang memberhentikannya dan selama wanita itu tidak melakukan itu maka tidak ada alasan bagi Ameena untuk keluar dari pekerjaan ini.
“Tapi Nyonya, sekarang dia sudah menikah denganku,” ujar Richi.
“Aku sama sekali tidak peduli apakah dia sudah menikah atau belum, pokoknya Ameena harus tetap bekerja di sini,” tegas Luluk.
Sebenarnya Richi masih ingin mendebat ucapan Luluk barusan akan tetapi Ameenaa langsung menghadangnya dan mengatakan pada Richi untuk jangan memperpanjang masalah ini, tentu saja Richi tak terima dengan apa
yang dikatakan oleh Ameena barusan karena menurutnya ia sama sekali tidak mencari masalah di sini.
“Aku di sini untuk memperjuangkanmu, Ameena. Bukan untuk mencari sebuah masalah.”
“Aku tahu bahwa apa yang kamu inginkan itu baik, akan tetapi Nyonya Luluk sudah membuat keputusan, maka alangkah baiknya kalau kita menerima keputusannya.”
“Nah, Ameena sudah mengatakan sesuatu dan kamu memang harus menerima keputusanku itu,” ujar Luluk yang merasa menang angin sekarang saat Ameena memihak padanya.
Richi nampak tak percaya dengan apa yang Ameena katakan barusan, sebelum Richi mengatakan sesuatu lagi buru-buru Luluk mengatakan pada Ameena untuk harus tetap tinggal di sini dan membuat Richi kembali keberatan.
“Apa maksud anda Nyonya, sekarang Ameena sudah menikah denganku dan dia tidak bisa tinggal di sini lagi.”
“Aku tak peduli dengan apa yang menjadi status kalian, pokoknya Ameena harus tetap tinggal di rumah ini dan bekerja juga di rumah ini.”
Melihat raut wajah ketidak puasan di wajah Richi, Ameena pun meminta izin pada Luluk untuk bicara dengan suaminya selepas ini dan Luluk pun memberikan Ameena izin untuk bicara pada Richi.
“Pokoknya bagaimanapun caranya kamu harus beritahu pada pria ini bahwa kamu harus tetap bekerja denganku.”
Selepas itu Luluk pun langsung pergi masuk kembali ke dalam rumahnya dan Ameena serta Richi mulai bicara mengenai apa yang barusan mereka bicarakan dengan Luluk.
****
Richi tentu saja sangat keberatan sekali dengan Ameena yang harus tetap bekerja di rumah ini dan juga harus tetap tinggal di rumah ini walaupun ia sudah berusaha bicara dengan Luluk dan memberikannya pengertian. Ameena
__ADS_1
meminta pada Richi untuk jangan mendebat apa yang Luluk inginkan namun tentu saja Richi marah dengan apa yang Ameena katakan barusan.
“Kok kamu malah lebih menuruti apa yang dikatakan oleh wanita itu dari pada suamimu, sih?”
“Aku tidak bermaksud begitu, aku melakukan semua ini karena aku sudah berjanji pada nyonya Luluk.”
“Namun sekarang kamu kan sudah menikah denganku Ameena, maka bukankah sebaiknya kamu mengikuti apa yang menjadi perintahku?”
Luluk kembali keluar rumah dan meminta Ameena untuk masuk ke dalam rumah sekarang juga namun Richi menahan Ameena untuk jangan memaksanya masuk ke dalam rumah.
“Kamu ingin dengan cara baik-baik atau kasar?” tanya Luluk.
“Nyonya tolong jangan sakiti suami saya,” pinta Ameena.
“Tentu saja saya tidak akan menyakitinya kalau dia pergi dengan baik-baik karena sekarang juga bukankah banyak pekerjaan yang harus kamu lakukan di dalam?”
“Nyonya, saya adalah suami Ameena sekarang dan saya keberatan kalau istri saya harus bekerja dan tinggal di sini apalagi Nyonya ikut campur dalam mengambil keputusan rumah tangga kami.”
“Kamu mau pergi dengan baik-baik atau tidak?”
****
ke dalam dan mendorongnya keluar pagar rumah.
“Pak satpam ada apa ini?”
“Nyonya Luluk meminta saya membawa pergi pria ini dari rumahnya karena pria ini mengganggu.”
“Kamu harus membantuku untuk membawa Ameena dari rumah ini,” pinta Richi.
Cassandra pun kemudian mengajak Richi untuk membicarakan semua ini di dalam mobilnya, Richi setuju dengan di dalam mobil itu Richi langsung meluapkan semua keluh kesahnya mengenai Luluk yang tidak memberikan izin bagi Ameena untuk berhenti bekerja di sana dan juga tidak mengizinkan Ameena untuk tinggal bersamanya.
__ADS_1
“Apakah kamu serius dengan apa yang kamu katakan barusan?”
“Apakah menurutmu saat ini wajahku sedang bercanda?”
Cassandra mengamati wajah Richi dan sepertinya memang pria ini mengatakan yang sebenarnya, sejujurnya Cassandra penasaran dengan apa yang membuat Luluk memertahankan Ameena habis-habisan di rumah itu dan ia pun meminta Richi untuk bersabar terlebih dahulu saat ini karena ia akan mencari tahu semuanya.
“Baiklah, aku akan bersabar untuk sekarang, tolong kalau kamu mengetahui sesuatu segera kabari aku.”
****
Cassandra akhirnya masuk ke dalam rumah Luluk dan menemui wanita itu, Cassandra sengaja mengajak Luluk berbincang mengenai Ameena dan Luluk pun mengatakan pada Cassandra bahwa ia sengaja membuat Ameena jauh dari Richi karena ingin menyiksa wanita itu. Cassandra pun kini jadi paham kenapa Luluk melakukan semua ini dan ia pun mendukung apa yang Luluk lakukan ini.
“Aku setuju dengan apa yang Tante lakukan, Ameena harus membayar atas apa yang sudah ia lakukan pada Boy hingga membuat Boy pergi ke Amerika.”
“Bahkan jauh dari itu, dia yang sudah membuat anakku pergi dan aku tidak akan mengampuninya,” geram Luluk.
Ameena pun terpaksa harus bekerja di rumah itu walaupun Luluk selalu saja memerlakukannya dengan tidak baik dan kerap sekali mengeluarkan kata-kata yang membuat hatinya sakit. Richi bukan tidak berjuang untuk membuat Ameena keluar dari sana namun Luluk selalu bisa menang dari pria itu hingga Richi tak dapat melakukan apa pun hingga saat ini ketika Nandhita dan Hanif hendak berkunjung ke rumah Luluk, mereka menemukan Richi yang tengah berdebat dengan satpam yang menjaga pintu gerbang rumah Luluk.
“Ada apa ini?” tanya Hanif pada satpam.
“Pria ini selalu saja membuat masalah di sini dan nyonya meminta saya membereskannya,” jawab satpam tersebut.
****
Ameena tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Nandhita dan Hanif, di sana Nandhita memerlihatkan kemesraannya dengan Hanif di depan Ameena dan seolah memang benar-benar menyiksa batinnya Luluk sengaja
membuat Ameena tetap berada di obrolan antara mereka bertiga. Ameena pun tidak tahan lagi dan memutuskan untuk pergi ke belakang, di dapur Ameena nampak mengeluarkan air mata karena dirinya masih belum dapat melupakan Hanif yang sekarang sudah memiliki Nandhita.
“Bagus sekali, kamu menangisi suamiku kan?” tanya Nandhita yang membuat Ameena sontak saja terkejut karena ia sama sekali tidak melihat kedatangan wanita ini.
“Ada keperluan apa kamu ke sini?” tanya Ameena yang justru membuat Nandhita naik pitam.
__ADS_1
Nandhita pun kemudian mendorong Ameena hingga terjatuh ke lantai namun sebelum Nandhita melakukan sesuatu hal yang buruk seseorang memergoki aksinya.
“Nandhita, apa yang hendak kamu lakukan?”