Cinta Ameena

Cinta Ameena
Tetap Ingin Berpisah


__ADS_3

Ameena sudah memikirkan hal ini dengan matang dan ia berpikir bahwa ini adalah saatnya untuk memberitahu Richi dengan keputusan yang sudah ia buat ini, Richi sendiri nampak tidak sabar menunggu jawaban dari


Ameena mengenai keputusannya ketika diminta untuk kembali padanya. Ameena memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya ia mengatakan bahwa ia setuju untuk kembali pada Richi.


“Kamu serius kan Ameena?” tanya Richi bahagia.


Ameena hanya menganggukan kepalanya dan sontak saja Richi langsung memeluk Ameena dan berterima kasih karena Ameena sudah mau percaya padanya dan memberikannya kesempatan. Ameena membalas pelukan Richi dan ia berharap bahwa Richi menepati janjinya untuk tidak lagi bersikap kasar padanya maupun Alysa. Kini Ameena dan Alysa pun dibawa pulang ke rumah mereka oleh Richi, Alysa bahagia karena dapat berkumpul lagi dengan Richi dan anak itu merasa kalau kini ia memiliki keluarga yang lengkap setelah sebelumnya ia dan Ameena tinggal berdua saja. Ameena sendiri tentu saja ikut bahagia ketika melihat putrinya bahagia, ia berharap bahwa keputusan yang telah ia ambil ini adalah sebuah keputusan yang benar dan tak ia sesali dikemudian hari. Keesokan harinya Richi mengantarkan Ameena bekerja di rumah Luluk, rupanya diam-diam Boy memerhatikan Ameena dari dalam rumah dan pria itu nampak tak suka dengan kedatangan Richi yang mengantarkan Ameena bekerja di rumah ini.


“Kenapa kamu menatap jendela seperti itu?” tanya Luluk penasaran.


“Kenapa Ameena dan Richi dekat lagi?” gumam Boy kesal.


Luluk yang penasaran pun kemudian ikut mengintip dari jendela untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi dan rupanya memang Ameena dan Richi sedang mengobrol di depan pagar rumah, tidak lama kemudian Ameena masuk ke dalam pekarangan rumah dan tanpa membuang banyak waktu lagi Boy langsung menghampiri Ameena.


“Anak itu benar-benar,” gumam Luluk seraya menatap kepergian Boy yang sudah sangat tidak sabar untuk menemui Ameena sekarang.


Ameena sendiri nampak terkejut ketika mendapati Boy berdiri di depannya dan menatapnya dengan tatapan yang tajam.


****


Boy menatap Ameena tajam hingga membuat Ameena menjadi tidak nyaman, Ameena bertanya-tanya kenapa Boy menatapnya seperti ini namun ia terlalu takut untuk menanyakan hal tersebut hingga Ameena memilih untuk mengalihkan pandangan ke arah lain.


“Ameena, kenapa kamu bisa diantarkan oleh Richi datang ke sini?”


“Soal itu saya ….”


“Katakan Ameena, katakan semuanya.”


Ameena sudah menduga bahwa pasti Boy bersikap seperti ini karena melihat kedatangannya dengan Richi dan tentu saja Ameena tidak memiliki pilihan lain kecuali menjelaskan semuanya pada Boy walaupun ia tahu bahwa setelah ia menjelaskan semua itu pada Boy maka pria ini pasti akan marah dan kecewa dengannya.

__ADS_1


“Sebenarnya sejak semalam saya dan Alysa sudah kembali ke rumah kami yang lama, Tuan.”


Sontak saja Boy nampak terkejut dengan jawaban Ameena barusan, ia nampak tak percaya dengan jawaban Ameena barusan. Boy berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa tadi ia tidak salah dengar dan Ameena mengatakan bahwa memang barusan Boy tidak salah dengar.


“Saya minta maaf kalau memang Tuan Boy tidak menyukai keputusan yang sudah saya ambil, akan tetapi saya sudah memikirkan ini matang-matang.”


“Apakah kamu yakin Ameena? Maksudku bagaimana bisa kamu memercayai Richi setelah yang ia lakukan padamu?!”


“Ini adalah keputusan saya Tuan, saya harap Tuan dapat mengerti.”


****


Nandhita menjalani hari-harinya dengan damai di rumah mendiang orang tuanya, ia membuka toko bunga di dekat rumah dan perlahan namun pasti ia dapat melupakan satu persatu luka di hatinya, Nandhita begitu bahagia karena


dapat pergi jauh dari kota tempat di mana dirinya tinggal sebelumnya hingga pada hari ini secara mengejutkan Arsen dan Hanif datang ke sini.


“Mama.”


Arsen langsung memeluk mamanya dan Nandhita memeluk balik anaknya sementara Hanif hanya diam memerhatikan beberapa meter dari tempat mereka berdiri sekarang, Hanif menampilkan ekspresi dingin ketika


menatap Nandhita dan Nandhita tahu bahwa pria itu pasti tidak menyukai kalau Arsen mengajaknya datang ke sini.


“Kenapa kamu bisa ke sini, sayang?” tanya Nandhita.


“Aku bilang pada papa bahwa mau bertemu Mama dan papa setuju untuk membawaku ke sini,” jawab Arsen.


“Ingat kita tidak menginap di sini Arsen, besok kamu harus pergi ke sekolah,” tegas Hanif.


“Aku tahu Pa,” ujar anak itu.

__ADS_1


Nandhita nampak bahagia karena bisa bertemu lagi dengan anaknya setelah sekian lama, Nandhita mengajak Arsen berkeliling di sekitar toko bunga miliknya sementara Hanif tetap mengikuti dari belakang seolah ia tak


percaya kalau Arsen ditinggal berdua saja dengan Nandhita maka Nandhita dapat melakukan hal yang buruk pada Arsen.


“Papa kenapa jalan di belakang? Ayo ke sini jalan bersama kami,” pinta Arsen.


****


Arsen sedang tidur siang di rumah Nandhita karena kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari kota mereka ke sini, sementara Arsen sedang tidur siang Nandhita dan Hanif bicara di ruang tamu mengenai kehidupan Nandhita di kota ini. Nandhita mengatakan bahwa ia bahagia tinggal di kota ini yang tidak terlalu ramai dan berisik dengan lalu lalang kendaraan, udaranya masih bersih dan masih banyak hal lain yang membuatnya bahagia. Hanif


sendiri nampak tak terlalu tertarik mendengar pembicaraan Nandhita barusan, Hanif mengatakan pada Nandhita untuk datang ke sidang perceraian mereka karena Hanif ingin segera mengakhiri pernikahan ini. Nandhita nampak terdiam sejenak mendengar ucapan Hanif barusan, ia nampak menghela napasnya panjang terlebih dahulu sebelum mengatakan sesuatu.


“Kamu rupanya masih benar-benar ingin sekali berpisah denganku, ya? Apakah tidak ada kesempatan untukku, Hanif?”


“Sudah aku katakan berulang kali Nandhita, bahwa tidak ada kesempatan apa pun untukmu,” tegas Hanif.


Nandhita nampak menghela napasnya berat, ia mau tidak mau harus menghargai keputusan Hanif, ia tahu bahwa selama ini pernikahannya dengan Hanif tidak dilandasi oleh cinta dan Hanif selama ini selalu bersabar menghadapinya.


“Aku akan datang ke sidang perceraian kita dan kita akan segera berpisah, kamu tenang saja.”


****


Richi menunggu Ameena keluar dari rumah Luluk dan saat itu Boy muncul dan menghampiri Richi, Boy mengatakan bahwa ia ingin bicara dengan Richi dan Richi sendiri nampak tak mempermasalahkan hal tersebut.


“Apakah ada lagi yang ingin kamu bicarakan denganku lagi? Bukankah sudah tidak ada hal yang perlu kita bicarakan?”


“Apa yang sudah kamu perbuat pada Ameena hingga membuatnya dapat kembali padamu?”


Richi tertawa mendengar pertanyaan Boy barusan, Richi mengatakan bahwa Ameena mencintainya dan oleh sebab itu Ameena kembali padanya namun Boy sama sekali tidak percaya dengan yang Richi katakan barusan.

__ADS_1


“Kamu bisa menipu orang yang tidak waras dengan ucapanmu barusan namun aku tahu betul kalau Ameena sama sekali tidak mencintaimu, Richi! Kamu tidak dapat membodohiku!”


__ADS_2