
Luluk menatap tajam Richi dan bertanya mau apa pria ini datang ke rumahnya dan Richi mengatakan kalau ia datang ke rumah ini atas dasar permintaan dari Ameena, sontak saja Luluk menatap Ameena untuk memastikan
apakah yang Richi katakan tadi benar atau tidak.
“Iya Nyonya, saya yang memang meminta Richi datang ke sini.”
“Kenapa kamu meminta pria ini datang ke sini?”
“Karena saya ingin bertanya padanya, Nyonya.”
Luluk nampak menertawakan jawaban Ameena barusan, ia mengatakan pada Ameena bahwa wanita ini tidak tahu malu sekali setelah menghancurkan hati anaknya kini dengan santainya Ameena membawa Richi ke rumahnya.
“Tidak Nyonya, bukan seperti itu.”
“Sudahlah Ameena, lebih baik kamu menikah saja dengan pria ini toh kalian juga pernah berhubungan sebelumnya kan?”
“Nyonya saya….”
“Sudahlah Ameena, aku tidak mau mendengar apa pun lagi darimu.”
Selepas mengatakan itu Luluk langsung pergi meninggalkan Ameena dan Richi, selepas Luluk pergi itulah Richi kemudian meminta Ameena untuk menikah dengannya akan tetapi Ameena nampak ragu dengan permintaan
Richi barusan.
“Aku kan sudah mengatakan padamu akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu.”
“Aku tahu itu hanya saja….”
“Apakah kamu mau kalau aib ini sampai diketahui oleh banyak orang?”
Sontak saja Ameena menatap Richi tak percaya, Richi sendiri nampak begitu tenang ketika mengatakan hal tersebut pada Ameena.
“Kenapa kamu melakukan ini semua, Richi? Apa salahku padamu?”
“Aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu, Ameena. Aku tidak bisa melihatmu bersanding dengan pria lain.”
Ameena tentu saja tak dapat menerima alasan yang dibuat oleh Richi barusan karena menurutnya apa yang telah pria ini lakukan sungguh sangat mengerikan.
“Sudahlah Ameena, kamu terima saja Richi,” ujar Cassandra yang muncul di antara mereka.
Ameena sama sekali tidak menanggapi apa yang Cassandra katakan akan tetapi ia mengatakan pada Richi bahwa ia akan memikirkan hal ini.
__ADS_1
“Baiklah, akan tetapi aku hanya akan memberikanmu waktu sampai besok saja.”
“Apa katamu?”
****
Ameena nampak masih belum dapat mengambil keputusan setelah pembicaraannya dengan Richi barusan sementara itu Luluk muncul di kamarnya dan mengatakan bahwa Ameena tidak bisa tinggal lebih lama lagi di rumah ini.
“Nyonya, tolong jangan usir saya, kalau saya tidak tinggal di sini maka saya akan tinggal di mana?”
“Itu bukan urusanku sama sekali, tinggalkan rumahku sekarang juga karena kamu sudah membuatku dan anakku kecewa.”
“Nyonya, saya minta maaf atas apa yang telah terjadi, akan tetapi tolong Nyonya jangan melakukan ini pada saya, saya tidak tahu saya harus ke mana kalau Nyonya mengusir saya.”
Luluk nampak diam sebentar seraya menatap Ameena yang begitu memelas meminta belas kasihan padanya pada Akhirnya pun Luluk luluh juga, ia mengatakan pada Ameena bahwa wanita ini masih dapat tinggal di rumah
ini akan tetapi Ameena harus bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah ini.
“Iya Nyonya, saya sama sekali tidak keberatan dengan hal itu.”
“Dan satu hal lagi yang perlu kamu ketahui Ameena, jangan harap saya akan berbaik hati padamu mulai sekarang.”
Selepas mengatakan itu Luluk langsung pergi dari kamar Ameena, wanita itu nampak menghela napasnya lega karena setidaknya ia masih mendapatkan tempat tinggal walaupun harus bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah ini.
****
pagi Ameena pun mengatakan pada Richi bahwa ia setuju untuk menikah dengan pria itu. Tentu saja Richi bahagia mendengar jawaban Ameena, ia akan segera mempersiapkan pernikahan mereka namun Ameena tentu saja sama sekali tidak bahagia dengan apa yang tengah terjadi saat ini. Ketika ia tengah menjalankan tugasnya di dapur, bibi yang biasa membantunya di dapur mengatakan padanya bahwa ada tamu yang ingin bicara dengan Ameena.
“Siapa, Bi?”
“Kamu lihat saja di depan.”
Ameena tentu saja penasaran dengan siapa tamu yang datang ke sini, ia berpikir bahwa orang yang datang adalah Richi namun rupanya ia salah sangka karena yang datang adalah Untari, tentu saja Ameena sama sekali tidak menyangka bahwa Untari akan datang menjenguknya di sini.
“Mama?”
“Ameena, sayang.”
Ameena langsung dipeluk oleh Untari dengan erat, Untari nampak begitu emosional sekali saat memeluk Ameena dan tentu saja Ameena nampak tak tahu menahu kenapa Untari bersikap seperti ini padanya.
“Ameena, katakan padaku bahwa semua itu tidak benar.”
__ADS_1
“Apa yang sedang Mama bicarakan?”
“Ini soal kamu dan Richi, apakah itu benar?”
Ameena menundukan kepalanya dan hal tersebut membuat Untari terkejut, ia nampak meminta pada Ameena untuk mengatakan yang sejujurnya padanya saat ini.
“Aku sendiri juga tidak tahu Ma, ketika itu ada seseorang yang membekap mulutku dari belakang dan saat aku terbangun aku sudah ada di kamar hotel bersama dengan Richi.”
Untari nampak menutup mulutnya tak percaya dengan cerita Ameena barusan, ia pun kemudian meminta Ameena untuk memberikan nomor ponsel Richi.
“Mama mau apa dengan nomor ponselnya?”
“Sudah, kamu jangan banyak tanya, berikan nomor ponsel pria itu, Ameena.”
****
Richi nampak terkejut ketika mendapatkan telepon dari nomor asing, akan tetapi ia tetap menjawab nomor asing tersebut karena takutnya itu adalah panggilan penting dan ketika ia menjawab rupanya suara seorang wanita yang mengajaknya untuk bertemu dengannya. Richi pun setuju dengan pertemuan tersebut, wanita itu mengajaknya bertemu di sebuah café yang sudah dikirimkan alamatnya padanya. Richi nampak mencari di mana wanita yang
mengirimkan pesan dan mengajaknya bertemu dan akhirnya ia menemukan juga siapa orang yang mengirimkan pesan itu.
“Anda yang mengirimkan pesan padaku?”
“Iya, aku yang mengirimkan pesan padamu.”
Richi pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Untari, ia penasaran kenapa Untari mau mengajaknya bertemu di sini dan Untari pun mengatakan maksud serta tujuannya menemui Richi di sini.
“Aku mendengar kalau kamu dan Ameena tertangkap berduaan di kamar hotel, apakah itu benar?”
“Iya itu benar, anda tahu dari siapa?”
****
Richi mendatangi rumah Luluk untuk menemui Ameena, ketika ia tiba di sana nampak Ameena agak lama untuk menemuinya dan saat itu Luluk baru saja kembali dari pertemuannya dengan teman-teman sosialitanya, Luluk menatap angkuh sosok Richi yang menunggu di depan pagar rumahnya selepas ia turun dari dalam mobilnya.
“Mau apa kamu ke sini?”
“Saya mau bertemu dengan Ameena.”
“Ameena?”
Ameena tidak lama kemudian muncul dari dalam rumah dan ia memberi salam pada Luluk, Luluk sendiri nampak menatap tajam Ameena sebelum ia berlalu masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
“Mau apa kamu menemuiku lagi di sini?” tanya Ameena tak sabaran pada Richi.
“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu Ameena,” jawab Richi yang nampak begitu serius wajahnya.