
Richi mengerutkan keningnya saat Nandhita menanyakan kalau dirinya pernah bicara dengan Ameena karena seingat Richi, dirinya tidak pernah bertemu dengan Nandhita sebelum ini namun kenapa wanita ini bisa tahu mengenai Ameena.
“Jawab saja pertanyaanku, itu kamu kan?”
“Bagaimana kamu kenal Ameena?”
“Sudah aku duga kalau memang pria itu kamu!”
“Kamu belum menjawab pertanyaanku, bagaimana kamu bisa kenal Ameena?”
“Asal kamu tahu saja, aku benci Ameena!”
Richi sontak terkejut dengan ucapan Nandhita yang seperti menggebu-gebu sekali ketika menunjukan rasa tidak sukanya pada Ameena, Richi bertanya pada Nandhita kenapa ia begitu membenci Ameena dan Nandhita pun
menjelaskan alasannya pada Richi.
“Wanita itu sudah merebut pria yang aku cintai, aku tidak dapat memaafkannya, aku akan melakukan apa pun untuk merebut pria itu darinya!”
“Pria? Maksudmu suaminya Ameena?”
“Iya, suaminya Ameena itu adalah pria yang aku cintai!”
“Oh begitu rupanya.”
“Kamu sendiri, memangnya memiliki hubungan apa dengan Ameena?”
“Dulu aku pernah menjalin hubungan dengan Ameena di waktu yang singkat namun sayangnya aku terlambat kembali dan ia sudah menikah dengan pria lain.”
“Jadi kamu mantan kekasih Ameena, apakah kamu masih mencintai Ameena?”
“Iya, aku masih mencintainya dan aku ingin dia kembali padaku.”
Nandhita nampak menyeringai, sepertinya ia memiliki sekutu untuk menghancurkan hubungan Ameena dengan Hanif.
“Bagaimana kalau kita bekerja sama?”
“Apa?”
“Iya, kamu bilang mencintai Ameena dan ingin menjadikan wanita itu menjadi milikmu lagi kan? Sementara diriku ingin supaya Hanif menjadi milikku maka bukankah akan jauh lebih baik jika kita bekerja sama?”
“Yang jadi masalahnya bukankah Ameena dan suaminya pergi ke luar negeri dan mereka tidak tahu kapan akan kembali?”
“Ah soal itu gampang, aku dapat mengaturnya.”
“Benarkah?”
__ADS_1
“Tentu saja, sekarang aku meminta kejelasan darimu apakah kamu bersedia bekerja sama denganku atau tidak?”
“Aku bersedia bekerja sama denganmu.”
Nandhita nampak menyeringai saat Richi akhirnya setuju untuk bekerja sama dengannya.
“Pilihan yang bijak.”
****
Sementara itu Boy memutuskan untuk berhenti bekerja di restoran tempatnya bekerja selama ini karena ia merasa tidak nyaman akibat gangguan yang ia alami selama bekerja di sana oleh keluarganya dan Cassandra yang secara bergiliran selalu datang membujuknya untuk kembali pada mereka. Boy tahu bahwa tidaklah mudah lagi untuk mencari pekerjaan lain namun ia tak memiliki pilihan selain keluar dari restoran itu supaya keberadaannya tidak
lagi diketahui oleh orang yang ia kenal.
“Kamu yakin Boy ingin berhenti dari sini?”
“Iya Pak, saya yakin ingin berhenti dari sini.”
“Apakah kamu akan kembali pada orang tuamu?”
“Tidak, saya tidak akan kembali pada mereka, justru saya berhenti karena ingin bersembunyi dari mereka, saya tidak mau mereka menemukan saya dan merecoki kehidupan saya.”
Pemilik restoran nampak menganggukan kepalanya, ia dapat paham apa yang menjadi keputusan Boy ini dan ia tidak memiliki alasan untuk menahan Boy tetap bekerja di sini.
“Kalau memang seperti itu keputusanmu, maka aku tidak dapat menahanmu di sini.”
“Aku minta maaf kalau awalnya aku memerlakukanmu dengan buruk, aku tidak tahu kalau kamu berasal dari keluarga terpandang.”
“Tidak, anda jangan mengatakan itu justru ucapan anda barusan malah membuat saya tidak enak hati.”
****
Cassandra tiba di restoran tempat Boy bekerja dan ia mencari di mana Boy berada namun ia tak menemukannya, Cassandra bertanya pada salah seorang pelayan di restoran ini mengenai Boy dan jawaban dari pelayan restoran
itu sungguh membuat Cassandra terkejut bukan main.
“Boy sudah tidak bekerja di sini lagi sejak kemarin.”
“Apa maksudmu kalau Boy sudah tidak lagi bekerja di sini?”
“Iya Nona, sejak kemarin Boy sudah mengundurkan diri dari restoran ini.”
“Tidak, aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan, lebih baik katakan yang sejujurnya di mana Boy berada sekarang! Dia pasti sedang ada di ruang ganti dan sengaja untuk menghindariku kan?!”
Mendengar keributan yang ditimbulkan oleh Cassandra membuat pemilik restoran keluar dari ruangannya dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan Cassandra pun menanyakan kebenaran apa yang pelayan ini ucapkan
__ADS_1
padanya barusan.
“Boy memang sudah tidak bekerja di sini lagi.”
“Tidak, anda tak dapat menipuku seperti ini karena aku tidak akan percaya!”
“Aku tak memaksa supaya anda percaya, aku mengatakan apa adanya kalau memang Boy sudah tak bekerja di sini lagi.”
“Tidak, kalian semua penipu! Aku tak memercayai kalian!”
Cassandra bergegas pergi dari restoran tersebut dan pergi menuju rumah kontrakan Boy dan di sana ia mendapati bahwa Boy sudah tidak tinggal di sana lagi.
“Apa maksud anda?”
“Kemarin Boy sudah pindah dari rumah kontrakan ini.”
“Apakah anda tahu ke mana dia pergi?”
“Kalau soal itu saya kurang tahu karena dia sama sekali tidak memberitahu akan pindah ke mana.”
****
Cassandra memberitahu Luluk mengenai Boy yang menghilang tentu saja Luluk langsung sedih dan stres bukan main, ia tidak bisa kehilangan Boy.
“Kamu jangan bercanda Cassandra.”
“Aku sama sekali tidak bercanda, Tante.”
Luluk menelpon suaminya dan memarahinya karena ia menduga bahwa Pamungkas sudah melakukan hal yang buruk lagi pada Boy namun Pamungkas tentu saja membantah semua yang Luluk tuduhkan padanya karena memang ia sama sekali tidak melakukan apa pun.
“Kamu benar-benar keterlaluan, sudah cukup menyakitkan kehilangan Salsabila dan kamu melakukan ini pada Boy!”
Luluk mematikan sambungan teleponnya dengan berderai air mata, ia tak tahu harus mencari ke mana anaknya dan Cassandra berusaha menenangkan Luluk dengan memeluknya, Cassandra mengatakan pada Luluk bahwa ia
akan berusaha membantu Luluk untuk mencari di mana Boy berada dan Luluk sangat berharap kalau Cassandra dapat membantunya dalam menemukan keberadaan Boy.
“Hanya kamu satu-satunya harapan Tante untuk dapat menemukan Boy, tolong bantu Tante, ya?”
“Tentu saja Tante, aku akan membantu menemukan di mana Boy berada.”
****
Ameena tengah berada di luar apartemen untuk pergi ke supermarket lagi karena ada beberapa bahan makanan yang telah habis, ketika dalam perjalanan ke supermarket nampak ada dua orang pemuda setempat yang memberikan lontaran penuh kebencian pada Ameena namun Ameena sama sekali tidak mengerti apa yang kedua pemuda itu katakan namun sepertinya keduanya sedang membicarakannya dengan ekspresi tidak mengenakan sampai salah satu di antara mereka menarik tangan secara paksa yang membuat Ameena terkejut dan buru-buru
pergi meninggalkan kedua pemuda itu namun sepertinya kedua pemuda itu malah mengejar Ameena dan malah membuat Ameena semakin panik.
__ADS_1
“Ya Allah, kenapa mereka malah mengejarku begini?”