Cinta Ameena

Cinta Ameena
Percakapan yang Membuat Kepikiran


__ADS_3

Walaupun Ameena tahu bahwa apa yang dilakukan oleh Richi bukanlah hal yang dapat dibenarkan namun Ameena merasa bahwa ada campur tangan Boy dalam masalah sampai Richi akhirnya dipenjara dan berakhir dengan cara


yang begitu menyedihkan seperti apa yang ia alami saat ini. Boy sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjelaskan semuanya pada Ameena namun sayangnya Ameena belum mau mendengarkan semua cerita Boy tersebut hingga membuat Boy menjadi frustasi. Luluk yang melihat itu pun tentu saja tidak tinggal diam, ia memanggil Ameena untuk membicarakan seputar masalahnya dengan Boy.


“Nyonya ingin membicarakan apa dengan saya?” tanya Ameena setelah ia masuk ke dalam sebuah ruangan yang mana di sana Luluk menginginkan mereka bicara.


“Kamu benar-benar tidak tahu kenapa aku memanggilmu ke sini?”


Ameena menggelengkan kepalanya dan hal tersebut membuat Luluk menghela napasnya berat, Luluk pun mengatakan bahwa ia memanggil Ameena ke sini untuk membicarakan soal pertengkaran yang terjadi di antara Boy dan Ameena.


“Kami sama sekali tidak bertengkar Nyonya.”


“Kamu bilang tidak sedang bertengkar? Bukankah saat ini kamu dan Boy sedang mengalami perang dingin? Kenapa kamu mencoba menampik semua itu, Ameena?”


Ameena terdiam mendengar ucapan Luluk barusan karena memang apa yang Luluk katakan barusan adalah benar adanya namun Ameena tidak dapat mengatakan apa pun hingga akhirnya Luluk pun mengatakan pada Ameena untuk jangan bersikap keras kepala pada Boy, Luluk memberikan nasihat pada Ameena bahwa Boy melakukan semua itu untuk membuat Richi jera dengan perilakunya yang sudah melakukan tindakan kriminal.


“Apakah kamu ingin menampik bahwa yang dilakukan oleh mendiang suamimu itu adalah sebuah tindakan kriminal?”


“Tidak Nyonya, saya tidak menampiknya.”


“Kalau begitu, jika kamu ada pada posisi anakku apakah kamu akan melakukan hal yang sama dengan yang Boy lakukan?”


“Iya Nyonya.”


“Kalau begitu, apakah kamu sudah mengetahui bahwa selama ini kamu terlalu kekanakan? Aku tidak tahu apa saja yang sudah Richi katakan selama ini padamu namun menurutku dia telah berhasil mencuci otakmu.”


****


Ucapan Luluk yang mengatakan bahwa selama ini Richi sudah mencuci otak Ameena mengingatkan dengan yang dikatakan oleh Boy sebelum ini pada Ameena hingga membuatnya berpikir bahwa mungkin saja apa yang


dikatakan oleh mereka berdua adalah sesuatu hal yang benar. Akan tetapi di satu sisi ia merasa bahwa apa yang Boy lakukan pada suaminya tidak dapat dibenarkan karena Boy melakukan semua itu tidak hanya untuk menuntut keadilan namun Boy menggunakan koneksi dan kekuasaan yang ia miliki untuk mendapatkan apa yang ia


inginkan dan hal tersebut yang masih belum dapat diterima sepenuhnya oleh Ameena.

__ADS_1


“Ameena.”


Ameena terkejut ketika mendapati Boy berdiri di belakangnya, Ameena hendak melarikan diri dari Boy namun pria itu sudah terlebih dahulu menghalangi jalannya. Ameena meminta pada Boy untuk menjauh darinya namun Boy sama sekali tidak mau melakukan seperti apa yang Ameena katakan barusan.


“Tadi mamaku membicarakan apa saja denganmu?”


“Kenapa Tuan tidak tanya saja sendiri pada mama Tuan?”


“Kamu sepertinya tidak suka dengan pembicaraanmu dengan mamaku, ya? Apakah dia mengatakan sesuatu hal yang menyinggung perasaanmu?”


“Itu sama sekali bukan urusan Tuan.”


“Sudah aku duga pasti mamaku mengatakan sesuatu yang membuatmu menjadi seperti ini, jadi apakah dia mengatakan hal buruk mengenaimu? Katakan saja padaku, Ameena.”


****


Untari menelpon Ameena untuk mengajak Ameena bertemu di sebuah restoran karena ada sesuatu hal yang ingin ia bicarakan, tentu saja Ameena sama sekali tidak keberatan dengan hal tersebut karena memang Ameena sudah


menganggap Untari sebagai ibu kandungnya sendiri. Ameena tiba seorang diri di restoran itu sementara Alysa ia titipkan di rumah Luluk nanti selepas ia bicara dengan Untari maka dirinya akan langsung mengambil Alysa di rumah Luluk kemudian mereka langsung pulang.


“Apakah aku sudah membuat Mama menunggu lama?”


“Ah sama sekali tidak, aku juga baru saja datang.”


Unatri langsung menyodorkan menu makanan untuk Ameena pesan namun Ameena menolak hal tersebut dengan alasan bahwa ia masih kenyang saat ini.


“Kamu benar-benar sudah kenyang atau kamu merasa tidak enak karena aku mentraktirmu?”


“Tidak Ma, aku memang sudah benar-benar kenyang karena sebelum datang ke sini aku sudah makan terlebih dahulu.”


Untari akhirnya mengalah dan tidak lagi menyuruh Ameena untuk memesan makanan atau minuman, Ameena pun meminta Untari untuk mengatakan apa maksud dan tujuan Untari memanggilnya ke sini.


“Mama dengar kamu kembali bekerja di rumah Luluk, apakah itu benar?”

__ADS_1


“Iya Ma, aku memang kembali bekerja di sana lagi.”


“Kenapa kamu bisa kembali bekerja di sana lagi, Nak?”


****


Ameena mengatakan pada Untari bahwa ia memutuskan untuk kembali bekerja di sana lagi karena ia tidak memiliki pilihan lain dalam bekerja, Untari mengatakan bahwa ia akan membantu menghidupi kebutuhan Ameena


dan Alysa namun Ameena menolak niatan baik Untari itu.


“Aku tahu bahwa Mama ingin sekali membantuku namun aku tidak ingin menerima begitu saja bantuan Mama secara gratis.”


“Namun kamu tahu sendiri kan kalau aku sudah menganggapmu sebagai anakku sendiri?”


“Aku tahu Ma, aku dapat merasakan ketulusan yang Mama berikan padaku dan Alysa namun untuk kali ini aku tidak dapat menerima hal tersebut.”


Untari nampak begitu sedih saat Ameena menolak niatan baiknya itu namun Untari akan menerima apa pun keputusan yang sudah Ameena buat ini. Untari pun kemudian bertanya soal hubungan Ameena dengan Boy saat ini.


“Hubungan kami masih belum membaik.”


“Belum membaik? Apakah kamu masih marah pada Boy setelah apa yang terjadi pada mendiang suamimu?”


“Entahlah Ma, aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku bisa tidak menyukai tuan Boy padahal selama ini ia baik sekali padaku namun memang aku tidak dapat menampik bahwa dia adalah orang yang membuat Richi masuk


ke dalam penjara dan ketika Richi menjalani masa hukumannya di penjara justru kabar buruk yang datang menghampiri kami.”


****


Luluk mendatangi makam mendiang Salsabila, ia menaburkan bunga di atas pusara mendiang putrinya yang sudah terlebih dahulu pergi ini, Luluk sendiri nampak begitu emosional saat berada di tempat ini. Semua bayangan


masa lalu yang pernah ia lalui bersama mendiang Salsabila kembali terputar di dalam benaknya dan hal tersebut membuatnya begitu sulit untuk melupakan Salsabila.


“Maafkan Mama yang baru sempat datang menjengukmu di sini, Nak.”

__ADS_1


Luluk mengusap pusara dan batu nisan itu dengan berlinang air mata, Luluk mencurahkan semua isi hatinya di makam mendiang Salsabila seolah Salsabila tengah berada di sebelahnya dan mendengarkan semua keluh kesahnya saat ini.


“Nak, beristirahatlah dengan tenang di sana, doa Mama akan selalu menyeratimu.”


__ADS_2