Cinta Ameena

Cinta Ameena
Siasat Jahat Lain Sang Wanita


__ADS_3

Ameena nampak penasaran dengan apa yang membuat Pamungkas datang menemuinya saat ini akan tetapi dirinya masih belum memiliki keberanian untuk bertanya pada pria ini mengenai alasan di balik kedatangannya,


Pamungkas sendiri bukan tidak menyadari bahwa sebenarnya Ameena ingin sekali bertanya padanya namun wanita ini memilih untuk diam dan tak mengatakan apa pun. Pamungkas nampak tersenyum pada Ameena dan kemudian menanyakan kalau Ameena ingin bertanya sesuatu maka lakukan saja.


“Apa?”


“Saya tahu kalau kamu ingin mengatakan sesuatu sejak


tadi kan?”


Ameena terdiam mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Pamungkas barusan, memang benar apa yang Pamungkas katakan barusan akan tetapi Ameena merasa ia tidak memiliki keberanian untuk bertanya secara langsung pada pria itu mengenai apa yang membawa Pamungkas ke sini lagi.


“Kamu tidak memiliki keberanian untuk bertanya padaku,


Ameena?”


Ameena memejamkan matanya dan kemudian ia memberanikan diri untuk bertanya pada Pamungkas mengenai apa yang sebenarnya membawa pria ini untuk datang menemuinya, Pamungkas yang mendengar pertanyaan Ameena barusan nampak tersenyum dan kemudian Pamungkas mengatakan bahwa alasannya datang ke


sini tentu saja untuk membicarakan sesuatu dengan Ameena.


“Maaf kalau saya lancang, akan tetapi apakah hal ini berkaitan dengan tuan Boy lagi?”


Pamungkas tidak menjawab pertanyaan dari Ameena melainkan pria itu justru semakin merapatkan tubuhnya mendekati Ameena yang membuat Ameena terkejut dan segera menjauhi Pamungkas dengan raut wajah ketakutan.


“Apa yang Tuan lakukan pada saya?”


“Saya ingin bicara dengan kamu Ameena.”


“Tapi kenapa harus dekat-dekat seperti itu?”


“Kamu cantik juga rupanya, pantas saja Boy begitu


tergila-gila padamu.”


Ameena terkejut mendengar ucapan Pamungkas barusan, ia takut kalau Pamungkas akan melakukan hal yang buruk padanya namun untungnya Pamungkas tidak melakukan seperti apa yang Ameena takutkan, pria itu mengatakan bahwa ia datang karena ia ingin mengatakan pada Ameena bahwa dirinya juga tertarik padanya.


“Saya ingin kamu menikah dengan saya, Ameena.”

__ADS_1


“Apa maksud Tuan?”


“Kamu jelas tahu apa maksud yang saya bicarakan Ameena.”


****


Ameena tidak menyangka kalau Pamungkas akan mengatakan hal itu padanya, ia tidak menyangka kalau Pamungkas diam-diam rupanya juga menyukainya dan pada akhirnya pria itu mengatakan kalau ia menyukainya secara gamblang di depan Ameena. Kini Ameena jadi bingung sendiri dengan apa yang harus ia lakukan karena ada dua pria yang menyatakan rasa suka padanya dan parahnya keduanya adalah ayah dan anak yang seperti tengah memperbutkannya. Ameena kini sedang dalam perjalanan menuju rumah Luluk untuk bekerja seperti biasa akan tetapi hari ini ia nampak berbeda karena ia memikirkan apa yang Pamungkas katakan padanya kemarin hingga akhirnya Luluk menegurnya.


“Ameena, sebenarnya kamu bisa bekerja tidak hari ini?”


“Saya minta maaf Nyonya, saya akan berusaha fokus.”


“Seharusnya begitu karena kalau kamu kembali tidak fokus awas saja kamu.”


Setelah mengatakan itu Luluk langsung pergi meninggalkan Ameena dan hal tersebut membuat Ameena dapat menghela napasnya lega, saat ia membereskan kekacauan yang barusan yang ia perbuat nampak Boy datang


menghampirinya.


“Ameena, apakah kamu baik-baik saja?”


“Saya baik-baik saja Tuan.”


“Saya tidak sedang sakit Tuan, saya baik-baik saja.”


Namun Boy menggelengkan kepalanya, ia tidak memercayai apa yang Ameena katakan barusan padanya.


****


Ameena sendiri nampak masih merahasiakan apa yang Pamungkas katakan padanya semalam karena ia tidak mau membuat hubungan Boy dan Pamungkas memanas akibat apa yang terjadi semalam, akan tetapi Boy nampak begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Ameena dan terus saja bertanya apa yang terjadi namun Ameena tetap saja tidak mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi padanya.


“Kamu begini karena mama?”


“Tidak Tuan, saya sudah mengatakannya bahwa ini tidak ada sangkut pautnya dengan nyonya.”


“Kalau begitu kamu bisa katakan padaku apa yang terjadi Ameena.”


Ameena menggelengkan kepalanya dan meminta maaf pada Boy karena ia harus kembali bekerja, Ameena langsung bergegas pergi meninggalkan Boy dan hal tersebut tentu saja membuat Boy sangat frustasi karena penasaran apa yang membuat Ameena menjadi seperti ini.

__ADS_1


“Pasti ada sesuatu hal yang terjadi padanya namun dia tidak ingin mengatakannya padaku,” gumam Boy.


Boy harus segera pergi dari rumah karena ia sudah ada janji untuk bernyanyi di sebuah tempat akan tetapi baru saja ia keluar dari rumah nampak sosok Cassandra yang telah menantinya, Boy tidak mau berlama-lama


menatap wanita itu dan langsung melajukan kendaraannya pergi meninggalkan wanita itu walaupun Cassandra telah memanggil namanya.


****


Hanif sudah berada di sebuah restoran sambil melirik arloji yang ia kenakan saat ini, Hanif tengah menunggu seseorang untuk datang menemuinya di sini dan akhirnya orang yang sejak tadi ia tunggu datang juga.


“Maaf karena aku sudah membuatmu menunggu.”


“Tidak masalah, aku juga baru saja datang.”


“Jadi kenapa kamu mengundangku datang ke sini?”


Orang yang ingin Hanif temui ini adalah Jose, semenjak pembicaraannya dengan Nandhita beberapa waktu yang lalu membuat Hanif kepikiran mengenai Jose, ia takut kalau pria ini sebenarnya memiliki motivasi lain mendekati Nandhita lagi selepas apa yang pernah mereka berdua rencanakan.


“Nandhita mengatakan padaku beberapa hari yang lalu kalau kamu mengutarakan perasaannya padanya, apakah itu benar?” tanya Hanif yang nampak tak mau berbasa-basi dengan Jose.


Jose nampak tersenyum mendengar ucapan Hanif barusan, ia kemudian menjawab bahwa apa yang Nandhita katakan itu benar. Hanif tentu saja tidak terlalu terkejut dengan jawaban yang Jose berikan akan tetapi Hanif


penasaran dengan apa sebenarnya yang membuat Jose mau mendekati Nandhita lagi setelah apa yang pernah terjadi di antara mereka.


“Apa yang sebenarnya kamu inginkan dari Nandhita?”


“Kenapa kamu menanyakan hal itu padaku?”


“Karena rasanya mustahil kamu mendekati Nandhita namun tidak menginginkan sesuatu darinya.”


Jose nampak tersenyum ketika mendengar ucapan Hanif barusan, ia mengatakan bahwa ia tidak memiliki niat apa pun pada Nandhita.


****


Cassandra begitu kesal bukan main pada sikap Boy yang masih saja mengacuhkannya, Cassandra kemudian tahu bagaimana cara untuk membuat Boy mau menuruti apa yang ia katakan, Cassandra pergi ke sekolah Alysa dan


kemudian membawa anak itu setelah pulang sekolah menuju sebuah tempat sebelum Ameena menjemput anaknya. Ameena yang tiba di sekolah nampak belum mengetahui kalau Alysa sudah pulang terlebih dahulu dan dijemput oleh Cassandra hingga akhirnya setelah sekolah sudah sepi, Ameena jadi bingung kenapa Alysa belum keluar juga, Ameena pun kemudian menemui walikelas Alysa untuk bertanya ke mana perginya anaknya itu.

__ADS_1


“Bukannya Alysa sudah pulang, Bu? Semua anak-anak sudah kembali ke rumah masing-masing karena jam sekolah sudah selesai.”


“Tapi semenjak tadi saya berdiri di pagar menunggu Alysa, dia tidak keluar-keluar juga, Bu.”


__ADS_2