Cinta Ameena

Cinta Ameena
Ajakan Mama


__ADS_3

Ameena nampak terkejut ketika terbangun dari tidurnya dirinya mendapati rumahnya dalam kondisi terbakar, buru-buru ia menyelamatkan diri melalui kaca jendela kamarnya bertepatan dengan rentuhan bagunan yang hendak


menimpanya, Ameena terkejut karena tidak menemukan kedua orang tuanya di luar rumah dan ketika dirinya hendak mencoba masuk kembali untuk menyelamatkan kedua orang tuanya, ia dihadang oleh warga.


“Ameena, jangan itu berbahaya.”


“Tapi ayah dan ibu saya masih di dalam.”


“Kami tahu, namun terlalu berbahaya jika kamu masuk ke dalam, nanti kamu sendiri dapat celaka.”


Ameena pun dibawa pergi dari lokasi kejadian untuk menenangkan dirinya yang kalut dan sedih akibat kebakaran yang secara tiba-tiba terjadi dan nyaris merenggut nyawanya, tidak lama kemudian pemadam kebakaran


muncul untuk menjinakan sang api dan membutuhkan waktu hampir 1 jam lamanya untuk membuat api benar-benar padam, setelah api padam pun belum dapat untuk dilakukan evakuasi karena masih dalam proses pendinginan baru setelah beberapa jam berlalu barulah tim mulai mengevakuasi jenazah ayah dan ibunya yang masih ada di dalam rumah tersebut. Ameena nampak histeris dan tak percaya bahwa kedua orang tuanya harus meninggal secara tragis dalam kejadian mengerikan ini.


“Ayah, ibu.”


Ameena hanya dapat menyaksikan jenazah keduanya dibawa dengan ambulance menuju rumah sakit tidak lama setelahnya Boy muncul dan menanyakan pada Ameena apakah dirinya baik-baik saja dan Ameena hanya


menganggukan kepalanya.


“Ameena ….”


“Tuan, kedua orang tua saya tidak selamat.”


Boy nampak terkejut dengan ucapan Ameena barusan dan kemudian ia mengajak Ameena untuk pergi ke rumah sakit agar Ameena dapat mengurus kematian kedua orang tuanya. Boy ingin sekali memeluk Ameena saat ini namun pasti Ameena tak mau kalau ia memeluknya karena mereka bukan pasangan yang sah.


“Tidak apa Ameena, kamu boleh mengeluarkan semua kesedihanmu, kamu tak perlu untuk menahannya.”


Ameena hanya menganggukan kepalanya, ia menangis sepanjang jalan karena masih tak memercayai bahwa sekarang kedua orang tuanya sudah tiada.


****


Luluk bahagia sekali ketika mendengar bahwa rumah Ameena terbakar dan pasti mereka semua tidak selamat namun ia terkejut ketika mendapati Boy malah pergi bersama Ameena ke rumah sakit lewat orang suruhannya. Luluk nampak geram karena rupanya Ameena bisa selamat dari peristiwa kebakaran yang nyaris merenggut nyawanya.


“Bagaimana bisa wanita itu selamat dari kebakaran?!”


Luluk geram setengah mati dan bersumpah ia akan membuat Ameena menderita kalau ia tidak dapat menyingkirkan wanita itu tadi malam.


“Ameena, mungkin kamu dapat selamat dari kobaran api tadi malam akan tetapi aku akan pastikan kalau kamu tidak akan selamat setelah ini karena aku akan membuat hidupmu layaknya di neraka.”


Luluk tahu bagaimana cara untuk membuat Ameena hidup seperti di neraka yaitu dengan menikah dengan Boy, ketika Ameena menikah dengan Boy maka mau tidak mau Ameena harus menjadikannya mama mertuanya dan di situ Luluk akan membuat Ameena tersiksa.


“Iya Ameena, tunggu saja.”

__ADS_1


Luluk kemudian pergi ke pemakaman kedua orang tua Ameena dan di sana ia hadir di antara banyaknya pelayat yang datang untuk menyaksikan prosesi pemakaman kedua orang tua Ameena. Nampak wanita itu masih begitu sedih saat ini akibat kepergian kedua orang tuanya yang mendadak.


“Ameena.”


“Nyonya?”


“Mama? Untuk apa Mama ke sini?” tanya Boy.


“Mama ke sini tentu saja untuk menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya kedua orang tua Ameena,” jawab Luluk.


****


Boy nampak tak percaya dengan apa yang barusan Luluk katakan padanya, sebelumnya Luluk begitu membenci Ameena namun bagaimana bisa sekarang Luluk malah datang dan menyampaikan bela sungkawanya atas kepergian kedua orang tua Ameena.


“Mama pasti sedang bersandiwara kan?”


“Kamu ini bicara apa, Nak?”


“Sudahlah Ma, hentikan sandiwara Mama ini.”


“Boy, Mama tidak bersandiwara, Mama datang ke sini karena mendengar bahwa ada musibah yang menimpa Ameena.”


Ameena melerai pertengkaran Boy dan mamanya, ia meminta Boy untuk jangan bersikap tidak sopan pada mamanya namun Boy nampak kesal karena Ameena justru malah membela mamanya padahal Ameena sudah tahu


sendiri mamanya itu sifatnya seperti apa.


“Tuan, bagaimanapun juga saya sangat menghargai ketika Nyonya datang ke sini untuk menyampaikan bela sungkawanya untuk kepergian kedua orang tua saya.”


“Nah, kamu dengar sendiri kan apa yang Ameena katakan barusan? Kamu kok sepertinya berpikiran buruk pada Mama, sih?”


“Terima kasih karena Nyonya sudah mau datang,” ujar Ameena.


“Tidak masalah Ameena, maaf kalau selama ini saya sudah bersikap buruk padamu dan keluargamu, akan tetapi mendengar berita kepergian orang tuamu membuat saya terkejut dan sedih, semoga kamu kuat menghadapi kenyataan ini, ya?”


“Iya Nyonya, terima kasih banyak.”


****


Luluk dan Boy kemudian pulang bersama ke apartemen mereka, ketika sudah sampai di apartemen Luluk mengajak Boy untuk bicara sebentar namun Boy sudah terlanjur malas untuk bicara dengan Luluk.


“Mama mau bicara apa lagi?”


“Ini menyangkut soal Ameena, Nak.”

__ADS_1


“Kenapa dengan Ameena?”


“Apakah kamu tidak kasihan padanya?”


“Maksud Mama?”


“Sekarang dia sudah tidak memiliki tempat tinggal dan keluarga, menyedihkan sekali wanita itu.”


“Mama ini mau bicara apa sebenarnya?”


“Mama ingin mengatakan kalau bagaimana Ameena tinggal di rumah kita dan membantu pekerjaan rumah?”


“Mama serius?”


“Tentu saja Mama serius, kalau dia bekerja untuk kita bukankah dia tidak akan memikirkan soal tempat tinggal lagi dan kehidupannya terjamin?”


Boy nampak heran dengan pikiran mamanya ini yang bisa-bisanya berpikiran baik pada Ameena padahal biasanya mamanya ini selalu saja menjelekan Ameena.


“Boy, kamu dengar tidak sih apa yang Mama bicarakan barusan?”


“Iya Ma, aku mendengarnya hanya saja aku masih terkejut saja ketika Mama menyampaikan ide tersebut.”


“Memangnya Mama tak boleh bersikap baik pada orang yang membutuhkan pertolongan?”


“Tentu saja boleh, hanya saja…ini adalah sesuatu hal yang ajaib menurutku.”


“Tapi kamu menyukai ide dari Mama ini kan?”


“Sejujurnya aku menyukai ide Mama.”


****


Selepas kepergian kedua orang tua Ameena, kini dia tidak tahu harus tinggal di mana hingga secara mengejutkan Boy dan Luluk muncul untuk mengajaknya tinggal bersama mereka, Ameena nampak terkejut dengan ajakan


tersebut namun ia menolaknya.


“Ayolah Ameena, memangnya kamu akan tinggal di mana kalau tidak dengan kami?” tanya Luluk.


“Maaf Nyonya akan tetapi nanti saya malah akan merepotkan Nyonya.”


“Kamu ini bicara apa? Justru saya dan Boy malah senang kalau kamu mau tinggal bersama kami.”


“Apa yang Mama katakan barusan benar Ameena, tolong kamu tinggalah bersama kami.”

__ADS_1


“Tapi ….”


“Ameena, bukankah kita ini adalah keluarga? Saya ingat ketika di akhir hidupnya Salsabila meminta saya untuk menjagamu dan ini adalah waktunya.”


__ADS_2