Cinta Ameena

Cinta Ameena
Pengancaman Kembali


__ADS_3

Ameena memiliki perasaan tidak enak ketika sudah menyelesaikan pekerjaannya di rumah Luluk, entah kenapa ia merasa kalau sesuatu hal yang buruk akan terjadi padanya selepas ia meninggalkan rumah ini. Baru saja


Ameena hendak keluar dari rumah ini, Boy menahannya dan mengatakan ingin bicara kembali dengannya namun Ameena menolaknya.


“Maaf Tuan Boy, akan tetapi saya merasa sudah tidak ada lagi hal yang perlu kita bicarakan.”


“Tentu saja ada, aku masih ingin bertanya padamu mengenai papaku.”


“Saya tidak menyukai papa anda, jadi tolong jangan tanyakan lagi itu pada saya.”


Ameena hendak pergi namun lagi-lagi Boy menghalanginya, Boy mengatakan pada Ameena bahwa ia belum selesai bicara namun Ameena mengatakan pada Boy bahwa ia harus segera pulang karena Alysa telah menantinya di rumah.


“Tolong jangan halangi saya Tuan, permisi.”


“Kalau begitu izinkan aku mengantarkanmu untuk pulang.”


Ameena menolak itu dan mengatakan bahwa ia dapat pulang sendiri, Ameena pun bergegas keluar dari rumah dan hendak pulang ke rumahnya namun baru saja ia keluar dari pagar rumah, ia langsung dicegat oleh Cassandra


yang nampak begitu marah padanya.


“Masuk kamu ke dalam mobilku!”


“Tapi ….”


Cassandra nampak tak mau mendengar apa pun yang Ameena katakan dan wanita itu memaksa Ameena untuk masuk ke dalam mobilnya, Ameena sudah berusaha melawan Cassandra namun wanita itu tetap saja memaksanya untuk masuk ke dalam mobil hingga akhirnya Ameena pun tidak dapat menolak lagi, Cassandra sama sekali tidak mengatakan mereka akan pergi ke mana dan tentu saja aksi Cassandra ini membuat Ameena jadi gelisah.


“Kita sebenarnya akan ke mana?”


“Kamu tak perlu banyak bicara Ameena, duduk diam dan biarkan aku mengemudi.”


Ameena pun menuruti apa yang Cassandra katakan, ia diam dan menikmati perjalanan walaupun sebenarnya ia sama sekali tidak dapat tenang karena ia takut kalau wanita ini akan melakukan hal yang buruk padanya hingga akhirnya apa yang Ameena takutkan pun terjadi, Cassandra memberhentikan mobilnya di tepi jurang.


****


Ameena nampak terkejut ketika Cassandra memberhentikan mobilnya di tepi jurang dan wanita itu memaksa Ameena untuk keluar dari dalam mobilnya, Ameena memiliki perasaan tidak enak ketika Cassandra ingin memaksanya keluar mobil dan menariknya sampai ke bibir jurang.

__ADS_1


“Sebenarnya apa yang hendak Nona lakukan pada saya?”


“Kamu bertanya apa yang ingin aku lakukan padamu? Tentu saja aku ingin membuatmu pergi untuk selama-lamanya!”


“Tolong jangan lakukan ini Nona, saya minta maaf kalau sudah menyakiti perasaan Nona namun tolong jangan biarkan saya mati sekarang.”


“Memangnya aku peduli dengan apa yang kamu katakan barusan, Ameena? Kamu sudah membuatku menderita selama ini dan aku tidak akan pernah memaafkanmu jadi sekarang adalah waktunya untuk kamu mati!”


Cassandra mendorong Ameena menuju jurang supaya Ameena terjatuh namun ketika Ameena sudah hendak terjatuh seseorang memegangi tangannya hingga membuat Cassandra terkejut karena ada orang yang telah


menyelamatkannya dan yang membuatnya lebih terkejut adalah rupanya orang tersebut adalah Boy.


“Sudah aku duga kalau kamu hendak melakukan hal jahat pada Ameena!”


“Tidak Boy, ini semua tidak seperti apa yang kamu pikirkan, aku sama sekali tidak ingin berbuat jahat pada Ameena.”


“Kamu masih saja mengelak padahal aku sudah jelas-jelas melihat dengan kedua mataku sendiri?! Aku tidak akan tinggal diam kali ini, kamu harus membayar kejahatanmu!”


****


masih tidak mau mengurungkan niatnya untuk melaporkan dirinya ke polisi.


“Kamu sudah tidak waras Cassandra, kamu harus dimasukan ke rumah sakit jiwa!”


“Kalau kamu masih menyayangi Ameena maka tidak seharusnya kamu melaporkanku pada polisi atau sekarang juga kamu akan melihat wanita ini mati!”


Boy nampak menahan geram dengan tindakan Cassandra ini hingga akhirnya Ameena mengatakan pada Boy untuk jangan melaporkan wanita itu ke polisi, tentu saja Boy terkejut dengan apa yang Ameena katakan padanya barusan, Boy mengatakan pada Ameena bahwa seharusnya Ameena mendukungnya untuk melaporkan Cassandra ke polisi namun Ameena mengatakan bahwa ia tidak mau memperpanjang masalah ini, ia hanya ingin segera pulang ke rumah dan bertemu Alysa.


“Tolong kabulkan apa yang menjadi permintaan saya, Tuan.”


Walaupun berat akhirnya Boy pun menuruti apa yang Cassandra inginkan dan semua itu berkat apa yang Ameena katakan, Cassandra bisa bernapas lega karena ia bisa lolos dari hukuman namun ia juga benci pada Ameena


karena lagi-lagi Boy mendengarkan apa yang Ameena katakan dan bukan dirinya katakan.


“Ayo Ameena kita pergi dari sini.”

__ADS_1


****


Ameena akhirnya diantarkan oleh Boy pulang ke rumah, sepanjang perjalanan menuju rumah nampak Ameena tidak mengatakan sepatah kata pun pada Boy hingga akhirnya mereka berdua tiba di rumah, Ameena membuka sabuk pengaman dan mengucapkan terima kasih pada Boy yang telah mengantarkannya ke rumah.


“Saya juga berterima kasih pada anda karena sudah menyelamatkan saya barusan.”


“Sama-sama Ameena, akan tetapi tolong masih ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”


“Apa lagi, Tuan?”


“Kenapa kamu memintaku untuk tidak melaporkan Cassandra ke polisi padahal sudah jelas dia ingin membunuhmu? Bukankah itu merupakan tindakan kriminal?”


“Saya hanya tidak ingin memperpanjang masalah ini, sudah cukup lelah saya bekerja seharian dan kalau wanita itu dilaporkan ke polisi maka masalah akan semakin panjang, saya tidak mau dia kembali menyakitiku dan Alysa, saya permisi.”


Ameena pun akhirnya turun dari dalam mobil Boy dan berjalan menuju rumahnya, Boy sendiri masih memerhatikan Ameena dari dalam mobilnya hingga Ameena benar-benar masuk ke dalam rumah. Boy kemudian baru melajukan kendaraannya untuk pergi dari sana menuju rumahnya, sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya ia memikirkan apa yang terjadi hari ini pada Ameena.


“Ameena, kenapa kamu sampai saat ini masih belum juga dapat menerimaku?” lirihnya.


****


Rupanya apa yang telah Cassandra lakukan pada Ameena sampai juga ke telinga Pamungkas, pria itu nampak khawatir sekali dengan keadaan Ameena hingga keesokan harinya Pamungkas datang untuk menemui Ameena dan menanyakan bagaimana keadaan wanita itu selepas apa yang telah Cassandra lakukan padanya.


“Tuan Pamungkas?”


“Halo Ameena, kabarmu?”


“Kabar saya baik, silakan masuk.”


Pamungkas nampak tersenyum saat Ameena mempersilakannya masuk ke dalam rumah, Ameena nampak menawarkan pria ini minum namun Pamungkas menolaknya, Pamungkas mengatakan pada Ameena bahwa ia datang untuk memastikan kalau Ameena baik-baik saja selepas apa yang Cassandra lakukan padanya kemarin.


“Seperti yang Tuan lihat, saya baik-baik saja.”


“Syukurlah kalau begitu, kamu tahu kan kalau saya benar-benar khawatir padamu.”


“Iya Tuan, terima kasih sudah mengkhawatirkan saya.”

__ADS_1


“Apakah kamu masih mau menolak saya, Ameena?”


__ADS_2