
Jose nampak kesal bukan main saat melihat Nandhita menerobos masuk ke dalam rumahnya begitu saja dengan lancangnya, ia sudah menyuruh Nandhita untuk keluar dari rumah ini namun tentu saja Nandhita tidak mau melakukannya.
“Kenapa kamu tega melakukan ini, Jose?! Kenapa?!”
“Karena sejak awal aku tidak pernah mencintaimu, apakah sekarang kamu puas?!”
“Tidak pernah mencintaiku katamu? Setelah apa yang aku berikan padamu, beginikah balasanmu?!”
Jose nampak tak mau melanjutkan drama ini dengan Nandhita dan malah mengusir Nandhita dari rumah ini namun Nandhita tentu saja tak terima, ia tidak mau diusir begitu saja oleh Jose setelah semua yang pernah ia lakukan untuk membuat Jose seperti sekarang.
“Kamu benar-benar tidak tahu diri setelah apa yang aku lakukan namun begini caramu untuk membalas semua kebaikanku!”
“Aku tidak mau melanjutkan drama ini, keluar sekarang juga atau aku akan panggilkan satpam untuk mengusirmu dari sini!”
Nandhita tentu saja tak mau pergi, ia mengatakan bahwa apa pun yang terjadi Jose tidak boleh pergi meninggalkannya namun wanita yang barusan bermesraan dengan Jose datang dan mengatakan pada Nandhita bahwa Nandhita harus menghormati keputusan yang sudah Jose buat ini.
“Siapa kamu berani sekali ikut campur dalam masalah
antara aku dia!”
“Aku adalah calon istrinya, memangnya kenapa?”
Nandhita tentu saja tercegang mendengar ucapan wanita barusan, ia tentu saja tak percaya begitu saja dengan yang dikatakan oleh wanita ini dan menganggap bahwa semua yang dikatakan olehnya adalah sebuah kebohongan.
“Apa yang dikatakan olehnya benar, kami tidak lama lagi akan menikah.”
Nandhita tentu saja marah bukan main saat mendengar ucapan Jose barusan, ia meminta Jose untuk membatalkan pernikahan ini namun Jose tidak mau melakukan seperti apa yang Nandhita perintahkan barusan.
“Kita sudah tidak memiliki hubungan apa pun lagi, jadi jangan ganggu aku lagi!”
Selepas mengatakan itu Jose mendorong Nandhita keluar dari dalam rumahnya dan mengunci pintunya supaya wanita itu tidak dapat masuk lagi ke dalam rumah.
****
Nandhita tiba di rumah Luluk dan ia bertemu dengan Hanif yang sedang berbincang dengan Luluk, Nandhita pun kemudian meminta pada Hanif untuk jangan menceraikannya namun Hanif tak bergeming, Hanif mengatakan
__ADS_1
bahwa apa pun yang terjadi dirinya tetap akan menceraikan Nandhita karena Nandhita sudah melakukan hal yang buruk dengan Jose.
“Namun kamu dan dia sudah saling mengenal kan?”
“Kenapa kamu menanyakan itu?”
“Karena Jose yang mengatakan itu padaku.”
“Apa saja yang dia katakan padamu?”
“Jadi benar kalau sebenarnya kalian sudah saling mengenal dan ini adalah caramu untuk membuatku berpisah denganmu?”
“Sejujurnya aku tidak pernah mengenal Jose sebelumnya namun setelah kalian dekat maka aku menjalin komunikasi dengannya dan membuat sebuah perjanjian kalau dia bisa membuatmu jatuh cinta bahkan lebih jauh lagi hingga kamu mau melakukan hubungan badan dengannya maka aku akan memberikan sesuatu hal padanya.”
Nandhita yang mendengarkan itu tentu saja sakit bukan main rupanya Hanif adalah dalang di balik semua ini, Nandhita tidak dapat menerima semua ini dan mengatakan kalau Hanif adalah orang yang jahat.
“Kenapa kamu melakukan semua ini padaku, Hanif? Kenapa?!”
“Sudahlah Nandhita, kamu terlalu banyak nonton drama, sikapmu yang seperti ini malah membuatku sangat muak,” ujar Hanif yang kemudian malah pergi meninggalkan Nandhita sendirian.
****
“Kamu bodoh sekali Nandhita, kenapa kamu bisa jatuh ke dalam permainan Hanif?” lirih Nandhita.
Pintu kamar Nandhita diketuk dari luar dan tidak lama kemudian pintu kamar dibuka dan menampakan Ameena di sana, sontak saja Nandhita menatap tajam Ameena yang membawakannya sarapan.
“Mau apa kamu datang ke sini?”
“Saya disuruh nyonya membawakan sarapan untuk anda.”
Nandhita sengaja menumpahkan semua sarapannya di depan Ameena hingga membuat Ameena terkejut dengan yang Nandhita lakukan ini, Nandhita kemudian mendorong Ameena hingga jatuh ke lantai dan mengatakan bahwa
semua ini adalah salahnya.
“Semua ini salahmu Ameena, andai saja kamu tidak pernah datang ke dalam kehidupanku dan Salsabila maka semua tidak akan pernah terjadi!” jerit Nandhita frustasi.
__ADS_1
Boy yang mendengar suara ribut dari dalam kamar Nandhita pun segera mengecek ke sana dan menemukan Ameena tengah dimarahi oleh Nandhita, tentu saja Boy tidak akan membiarkan Ameena kenapa-kenapa.
“Apa yang sedang kamu lakukan pada Ameena?!”
“Aku hanya memberikan pelajaran pada wanita ini karena sudah membuat hidupku berantakan!”
****
Alih-alih mendapatkan dukungan dari Luluk justru tindakan Nandhita ini malah berujung petaka karena Luluk marah besar dengan yang Nandhita lakukan pada peralatan makannya, Luluk meminta Nandhita semua ganti rugi yang ditimbulkan olehnya dan Nandhita mengatakan bahwa ia akan segera mengganti semuanya dan pergi begitu saja. Nandhita tak tahu harus pergi ke mana saat ini, pikirannya sangat kacau sekali dan akhirnya ia melajukan mobilnya hingga ke sebuah danau dan di sana ia memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju danau tersebut. Nandhita terus berjalan hingga kakinya terkena air danau, ia menatap air tenang danau tersebut dan rasanya saat ini ia ingin menyerah.
“Kenapa hidupku begitu menyedihkan?” isak Nandhita.
Nandhita kemudian bertekad untuk mengakhiri semuanya saat ini juga dengan cara menceburkan dirinya ke danau namun sebelum ia melakukan itu seseorang menahannya dan menariknya ke daratan.
“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Ameena yang rupanya menyelamatkan Nandhita saat ini.
“Mau apa kamu ke sini? Bagaimana bisa kamu tahu aku di sini?!”
“Aku mengiktimu karena sejak dari rumah tadi sikapmu aneh sekali dan ternyata benar apa yang ada dalam pikiranku, kamu mau mengakhiri hidupmu di sini.”
“Itu sama sekali bukan urusanmu, jangan pernah mencampuri urusan pribadiku! Aku membencimu!”
****
Ameena masih mencoba membujuk Nandhita supaya tidak melakukan tindakan yang akan merugikannya namun Nandhita tetap tak mau mendengarkan Ameena, ia tetap ingin melakukan aksinya namun Ameena kembali
menghalanginya, naasnya saat itu Nandhita mendorong Ameena secara tak sengaja dan membuat Ameena tercebur ke bagian yang dalam dari danau tersebut.
“Tolong!”
Ameena tidak dapat berenang dan tentu saja melihat Ameena tenggelam membuat Nandhita panik, ia kemudian mencoba untuk menyelamatkan Ameena yang nyaris tenggelam dan membawanya ke daratan. Ameena nampak
tak sadarkan diri saat Nandhita membawanya ke daratan.
“Ameena, bangunlah!”
__ADS_1
Namun Ameena tidak juga bangun hingga akhirnya Nandhita segera membawanya ke rumah sakit terdekat dan ketika tiba di sana Ameena langsung dibawa ke ruang IGD untuk menyelamatkan nyawanya.
“Semoga saja dia baik-baik saja.”