Cinta Ameena

Cinta Ameena
Positif Mengandung


__ADS_3

Ameena merasa kalau ada sesuatu hal yang berbeda ia rasakan, sebenarnya ia curiga kalau saat ini dirinya tengah mengandung lagi pula ia dan Richi juga sudah pernah melakukan hal itu walaupun itu sudah cukup lama. Ameena awalnya ragu untuk memeriksakan diri namun karena didorong oleh rasa penasaran yang tinggi maka Ameena pergi ke apotek untuk membeli sebuah test pack sebagai alat ukur pertama apakah ia memang sedang mengandung atau tidak. Selepas membeli alat tersebut, Ameena langsung kembali ke rumah dan masuk ke dalam kamar mandi, di sana Ameena menunggu dengan gelisah kira-kira hasil apa yang akan ia dapatkan. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Ameena melihat hasil dari alat tersebut yang mengatakan bahwa saat ini ia positif tengah mengandung, Ameena tentu saja tak dapat membendung air mata harunya saat ia akhirnya dapat mengandung seorang anak di dalam perutnya.


“Aku hamil?”


Ameena buru-buru keluar dari kamar mandi dengan membawa hasil test pack itu pada suaminya, ia memberitahu Richi mengenai hal tersebut dan Richi pun begitu bahagia karena akhirnya tidak lama lagi ia akan menjadi


seorang ayah.


“Ada apa ini?” tanya Luluk yang menghampiri mereka saat mendengar keributan yang dibuat oleh Ameena dan Richi.


“Maaf sudah mengganggu waktu anda Nyonya, akan tetapi saya senang sekali karena Ameena hamil,” jawab Richi.


“Hamil katamu?” tanya Luluk yang nampak terkejut dengan ucapan Richi barusan.


Ameena pun memberikan hasil test pack itu pada Luluk, wanita itu nampak memerhatikan hasil test pack Ameena sebelum ia menyarankan Ameena untuk segera memeriksakan dirinya ke dokter supaya lebih memastikan


apakah memang wanita ini sedang mengandung atau tidak.


“Iya Nyonya, saya juga memang berencana untuk membawa Ameena sesegera mungkin ke dokter kandungan,” ujar Richi.


“Itu bagus, aku harap memang Ameena positif mengandung,” ujar Luluk.


“Terima kasih doa baiknya, Nyonya,” ujar Ameena.


Luluk hanya menganggukan kepalanya sebelum pergi meninggalkan mereka berdua, akan tetapi diam-diam Luluk menyeringai puas karena rencananya berhasil.


****


Ameena dan Richi pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan diri Ameena apakah memang saat ini Ameena tengah hamil atau tidak dan hasilnya bahwa dokter mengatakan kalau memang Ameena sedang positif mengandung. Richi tentu saja bahagia sekali dengan kabar gembira ini, ia meminta Ameena untuk lebih menjaga kehamilannya ini supaya calon anak mereka baik-baik saja. Richi pun juga mengatakan pada Ameena bahwa ia akan segera bicara pada Luluk mengenai supaya Ameena jangan bekerja terlalu keras di rumah itu.


“Aku dapat melakukannya, kamu jangan terlalu berlebihan begitu.”


“Aku hanya tidak ingin kamu dan calon anak kita kenapa-kenapa, Ameena.”


Ameena dapat merasakan betapa inginnya Richi supaya ia melihat calon anaknya ini yang masih ada di dalam perutnya, Richi sendiri kemudian mengantarkan Ameena pulang ke rumah sebelum pergi ke tempat kerjanya.

__ADS_1


Selepas pulang dari dokter kandungan, Luluk menyambut Ameena di depan pintu rumah dan bertanya mengenai hasil dari pemeriksaan barusan.


“Saya positif hamil Nyonya.”


“Oh benarkah? Kalau begitu syukurlah kalau begitu, aku ikut senang mendengarnya.”


“Terima kasih Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu.”


Ameena pun kemudian pergi meninggalkan Luluk menuju dapur untuk memulai pekerjaannya, tidak lama selepas Ameena pergi munculah sosok Boy yang menghampiri sang mama untuk bertanya apa yang barusan mamanya


bicarakan dengan Ameena.


“Mama membicarakan soal kehamilannya, Nak.”


“Hamil? Apakah Ameena sedang hamil saat ini?”


****


Cassandra tak pantang menyerah untuk mendekati Boy walaupun sudah berulang kali pria itu menolaknya namun Cassandra yakin bahwa Boy saat ini hanya perlu untuk ia yakinkan saja. Boy sendiri merasa terganggu dengan kehadiran Cassandra, ia memberikan pengertian pada wanita ini untuk jangan mengganggunya namun sepertinya Cassandra tak mau mendengarkan hal tersebut.


“Kenapa sih kamu ini begitu keras kepala? Bukankah aku sudah berulang kali mengatakan padamu bahwa aku tidak tertarik padamu?”


Boy nampak terkekeh mendengar ucapan Cassandra barusan, wanita itu dapat mengatakan hal tersebut karena Cassandra belum mengetahui apa yang telah terjadi di antara dirinya dan Ameena yang mana kalau ia memberitahu Cassandra maka mungkin saja wanita ini akan terkejut bukan main.


“Kenapa kamu terkekeh begitu, Boy?”


“Tidak, hanya saja kamu begitu lucu ketika mengatakan hal tersebut, agaknya kamu terlalu percaya diri sekali.”


“Aku memang percaya diri karena itulah kenyataannya Boy, kamu dan Ameena tidak akan pernah bersama selamanya dan kamu harus menerima hal tersebut.”


Boy kemudian berbalik badan untuk meninggalkan Cassandra namun Cassandra nampak meminta Boy untuk jangan pergi dulu karena ia belum selesai bicara dengannya.


****


Nandhita datang ke rumah Luluk untuk mengobrol soal kehamilannya dan di saat itulah ia terkejut ketika mendapatkan kabar dari Luluk bahwa Ameena juga saat ini tengah mengandung.

__ADS_1


“Apakah Tante serius?”


“Tentu saja aku serius Nandhita, Ameena sudah memeriksakan kondisinya ke dokter dan dokter mengatakan bahwa saat ini dia memang positif hamil.”


“Aku benar-benar tak menyangka kalau wanita itu bisa hamil juga.”


“Tentu saja dia bisa hamil Nandhita, dia kan wanita.”


Nandhita nampak tidak suka saat tahu Ameena sedang mengandung saat ini dan ia berencana untuk membuat Ameena kehilangan anaknya namun sebelum Nandhita melakukan hal tersebut, Luluk yang sudah tahu apa yang


ada di dalam kepala Nandhita pun mengatakan pada keponakannya ini untuk jangan mengusik Ameena.


“Kenapa Tante mengatakan itu padaku?”


“Karena aku tahu apa yang ada di dalam kepalamu Nandhita, pasti kamu begitu iri pada Ameena karena sekarang dia juga sama-sama hamil sepertimu.”


“Sejujurnya aku kesal sekali mendengar kabar bahwa dia hamil, Tante.”


“Untuk apa kamu merasa kesal? Bukankah kamu dan dia sama-sama sedang hamil? Toh Hanif juga tidak akan mungkin berpaling padanya kan?”


****


Boy menghampiri Ameena yang sedang bekerja di dapur, Ameena nampak terkejut saat mengetahui kalau Boy tengah berada di dekatnya, sontak saja ia menjaga jarak dengan pria itu.


“Aku dengar kalau saat ini kamu sedang mengandung, ya?”


“Iya Tuan.”


“Selamat ya, tidak lama lagi kamu akan menjadi seorang ibu.”


“Iya Tuan, terima kasih banyak.”


“Apakah perutmu sekarang sakit? Kalau sakit kamu bilang saja, jangan memaksakan dirimu.”


“Tidak, saya tidak merasakan sakit atau apa pun itu.”

__ADS_1


“Jangan memaksakan diri kalau memang kamu sedang tidak baik-baik saja Ameena, aku akan memberitahu mama kalau kamu butuh istirahat.”


“Iya Tuan, terima kasih banyak karena begitu peduli pada saya, akan tetapi saya benar-benar tidak merasakan apa pun saat ini.”


__ADS_2