Cinta Ameena

Cinta Ameena
Dia Ternyata Orang Baik


__ADS_3

Ameena nampak terkejut ketika menemukan orang yang tak sengaja menabraknya barusan adalah pria yang berada satu pesawat dengannya dan membuatnya tidak nyaman pun dengan pria itu yang nampak tak percaya bahwa mereka berdua dapat bertemu lagi. Ameena buru-buru pergi meninggalkan pria itu namun pria itu malah mengejar Ameena dan menahan tangannya, Ameena buru-buru berusaha untuk melepaskan tangannya dari cengkraman pria itu namun pria itu tidak mau melakukannya.


“Lepaskan aku!”


“Aku bukan orang jahat, kenapa kamu harus melarikan diri dariku?”


“Lepaskan aku!”


Pria itu akhirnya melepaskan cengkraman tangannya pada Ameena dan ia meminta maaf kalau tadi sudah membuat Ameena ketakutan, ia menjelaskan bahwa ia bukan orang jahat namun Ameena tak percaya begitu saja apalagi ini negara yang asing baginya, ia tak dapat percaya begitu saja dengan orang asing.


“Siapa namamu?”


Namun Ameena tak menjawab pertanyaan pria itu dan memilih untuk pergi meninggalkan pria tersebut, rupanya pria itu tetap mengikuti ke mana Ameena pergi dan mencoba bertanya mau ke mana Ameena sekarang.


“Hei, kenapa kamu mengenakan penutup kepala seperti itu?”


Ameena nampak heran dengan pertanyaan yang diajukan oleh pria itu, ia menoleh ke arahnya dan menunjuk hijab yang ia kenakan dan pria itu itu menganggukan kepalanya. Ameena menjelaskan bahwa ia mengenakan ini


karena dia seorang muslim dan pria itu kembali bertanya apakah Ameena berasal dari Timur Tengah.


“Bukan, saya bukan dari sana, saya berasal dari Indonesia.”


“Indonesia?”


“Bali? Tahu kan?”


“Ah, Bali! Siapa sih orang di dunia ini yang tidak tahu Bali, saya pernah pergi ke Bali beberapa bulan yang lalu, kamu berasal dari Bali?”


“Bukan, Bali itu bagian dari Indonesia asal kamu tahu.”


“Benarkah?”


Ameena kemudian memperlihatkan di peta di mana Indonesia berada dan di mana Bali itu, pria asing itu nampak terkejut ketika tahu rupanya Bali adalah bagian dari Indonesia dan Indonesia adalah negara yang luas.


“Sekarang sudah mengerti kan?”


****


Luluk berusaha bicara dari hati ke hati dengan Boy supaya putranya ini mau ikut dengannya pulang ke rumah namun Boy tetap tak mau pulang bersama dengan Luluk, ia mengatakan bahwa papanya sudah mengusirnya dari

__ADS_1


rumah dan tak mungkin ia kembali lagi setelah diusir.


“Papamu mengatakan itu karena khilaf, Boy. Papa tidak bermaksud seperti itu.”


“Papa tidak seperti itu? Apakah Mama yakin kalau Papa tidak seperti itu? Mama kan sudah hidup bersama Papa lebih dari 30 tahun, pasti Mama tahu karakter Papa seperti apa kan?”


Luluk menghela napasnya dan menggenggam tangan Boy, ia benar-benar meminta maaf atas apa yang sudah suaminya katakan pada Boy dan meminta Boy untuk ikut pulang bersamanya namun Boy tetap pada keputusannya.


“Papa sudah mengusirku dan aku juga tidak berniat untuk kembali ke rumah itu selamanya.”


“Apakah kamu tidak kasihan pada Mama, Nak? Setelah Salsabila meninggal dunia, kamu satu-satunya anak Mama.”


“Bukan aku yang menginginkan semua ini, Ma. Maaf aku harus kembali bekerja.”


Boy kemudian pergi meninggalkan Luluk yang nampak begitu sedih mendapatkan penolakan dari Boy untuk ikut bersamanya kembali ke rumah, Luluk nampak tak dapat membendung air matanya dan membiarkan air matanya


untuk tumpah beberapa saat sebelum akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari restoran ini.


****


Cassandra datang ke rumah dengan harapan ia bisa bertemu dengan Boy saat makan malam nanti justru saat wanita itu tiba di sana, justru ia mendapatkan informasi dari Luluk mengenai Boy yang sudah diusir dari rumah ini.


“Apa maksud Tante kalau Boy sudah diusir?”


“Lalu di mana sekarang Boy, Tante? Apakah dia sekarang baik-baik saja?”


“Iya, dia sekarang baik-baik saja.”


Cassandra nampak meminta Luluk memberitahu di mana Boy berada dan Luluk pun memberitahu pada wanita itu di mana Boy bekerja sekarang, selepas mendapatkan informasi itu Cassandra langsung menuju restoran tempat di


mana Boy bekerja dan di ketika ia tiba di sana, tepat sekali ia langsung bertemu dengan Boy yang tengah mencatat pesanan pelanggan yang datang. Boy nampak terkejut ketika menemukan wanita itu di restoran itu, buru-buru ia


menghindari wanita itu namun Cassandra yang sudah melihatnya terlebih dahulu itu tentu saja tidak akan melepaskannya begitu saja.


“Boy tunggu dulu, aku ingin bicara denganmu.”


“Aku sedang bekerja sekarang, apakah kamu tidak lihat?”


“Kalau begitu aku akan menunggu sampai kamu selesai bekerja.”

__ADS_1


Boy tidak mengatakan apa pun dan kemudian meninggalkan Cassandra dengan acuh, sementara waktu itu nampak duduk di sebuah kursi dan benar-benar menunggu sampai Boy selesai bekerja.


****


Awalnya Boy berpikir bahwa Cassandra akan pergi namun ia salah, wanita itu benar-benar menunggunya sampai selesai bekerja dan tentu saja selepas Boy sudah berganti pakaian dan bersiap untuk pulang, wanita itu


langsung berlari menghampirinya.


“Kamu tahu aku bekerja di sini dar mama kan?”


“Iya, beliau yang menceritakan kamu bekerja di sini.”


“Apa yang ingin kamu bicarakan? Aku tak memiliki banyak waktu sekarang.”


“Aku tahu itu, aku sudah mendengar semuanya dari mamamu dan aku ikut sedih dengan apa yang menimpamu.”


“Hanya itu saja?”


“Boy, kalau kamu mau, aku bisa memberikanmu pekerjaan yang jauh lebih baik dari di sini, kamu bisa bekerja di perusahaan papaku.”


“Maaf, tapi aku benar-benar tidak tertarik untuk itu, aku bekerja di sini karena keinginanku bukan atas paksaan, lagi pula aku merasa menikmati bekerja di sini.”


“Yang benar saja, Boy?”


“Kenapa? Kamu tak percaya? Terserah saja.”


Boy hendak pergi namun Cassandra menahan tangannya, Cassandra bilang ia ingin tahu di mana Boy tinggal namun Boy tidak mau memberitahu di mana dirinya tinggal dan langsung pergi begitu saja meninggalkan


Cassandra yang masih ingin tahu di mana ia tinggal sekarang.


“Baiklah, aku akan tahu di mana kamu tinggal, Boy.”


Cassandra langsung masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti ke mana Boy pergi, ia berharap tidak sampai kehilangan jejak pria itu supaya bisa tahu di mana Boy tinggal.


****


Rupanya pria yang bertemu dengan Ameena itu bukanlah pria yang jahat, ia adalah warga Inggris yang kebetulan bekerja di Norwegia dan saat itu ia sedang berlibur di Dubai dan hendak kembali ke negara ini. Namanya


Travis dan dia sepertinya sangat tertarik dengan islam setelah Ameena mengatakan bahwa ia seorang muslim, Travis banyak bertanya mengenai ajaran agama islam dan pandangannya mengenai sejumlah imigran dari negara timur tengah yang kerap berulah di Eropa.

__ADS_1


“Ameena, apakah kamu sudah menikah?”


“Apa?”


__ADS_2