
Ameena nampak terkejut ketika tiba-tiba saja Luluk datang menghampirinya dan bertanya mengenai hadiah yang baru saja ia dapatkan bahkan Ameena sendiri belum tahu siapa orang yang mengirimkan ini untuknya. Luluk rupanya sejak tadi sudah memerhatikan gelagat aneh yang ditunjukan satpamnya dan kemudian ketika satpam itu membawakan hadiah untuk Ameena tentu saja rasa penasaran Luluk semakin bertambah, ia harus tahu apa yang sebenarnya diberikan oleh satpam tersebut pada Ameena.
“Kalau begitu buka sekarang.”
Ameena tentu saja tidak dapat menolak perintah yang Luluk berikan barusan, ia kemudian membuka isi hadiah tersebut dan kemudian didapatilah sejumlah hadiah seperti baju untuknya dan Alysa, jam tangan, sepatu
dan beberapa perlengkapan lain yang membuat Luluk serta Ameena terkejut bukan main. Luluk nampak geram sekali saat tahu Ameena mendapatkan hadiah sebanyak ini, ia harus mencari tahu siapa orang yang telah mengirimkan hadiah sebanyak ini untuk Ameena dan ia kemudian pergi menghampiri satpam yang berjaga di depan rumah untuk bertanya lebih lanjut mengenai hal ini.
“Nyonya?”
“Katakan padaku siapa orang yang telah mengirimkan semua ini pada Ameena.”
Satpam tersebut kemudian menceritakan bahwa hadiah tersebut dikirimkan dari mantan suaminya dan tentu saja Luluk menjadi kesal bukan main karena Pamungkas yang mengirimkan semua hadiah untuk Ameena. Luluk
sangat tidak terima dengan apa yang Pamungkas lakukan ini, ia pergi masuk ke dalam dan menghancurkan semua hadiah yang diberikan oleh Pamungkas barusan dan membuat Ameena terkejut bukan main atas apa yang telah Luluk lakukan pada hadiahnya.
“Apa yang Nyonya lakukan?”
“Kamu pasti sudah tahu kalau semua hadiah ini dari Pamungkas kan?”
Ameena terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Luluk barusan, ia menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa ia tidak tahu apa pun mengenai hal ini namun tentu saja Luluk tidak percaya dengan yang Ameena katakan.
“Kamu pikir dapat menipuku dengan wajah polosmu itu? Sudah cukup kesabaranku sampai di sini, kamu sudah benar-benar keterlaluan Amenea!”
****
Luluk mengatakan bahwa ia tidak mau Ameena bekerja kembali di rumah ini, Ameena tidak dapat membantah perintah Luluk itu walaupun ia sedih karena kembali harus berhenti bekerja di sini. Boy yang datang tepat
waktu nampak penasaran dengan apa yang terjadi saat ini, Luluk pun menceritakan semuanya pada Boy dengan raut wajah penuh emosi, Boy sendiri nampak emosi saat tahu Ameena mendapatkan hadiah dari papanya tanpa sepengetahuan dirinya namun yang membuat Boy kesal bukan hanya itu melainkan mamanya yang memecat Ameena saat ini.
“Kita perlu bicara, Ma.”
__ADS_1
Luluk dipaksa oleh Boy untuk bicara dengannya di dalam ruangan kerja, Boy sebelumnya meminta Ameena untuk tidak pergi ke mana pun sampai mereka berdua kembali. Kini Boy dan Luluk telah berada di ruangan kerja,
Boy bertanya kenapa Luluk memecat Ameena dan Luluk pun menjelaskan semuanya pada Boy mengenai kenapa ia mengambil keputusan seperti ini.
“Memangnya kamu tidak kesal dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu, Boy? Wajar kalau Mama mengambil keputusan untuk memecatnya.”
“Tapi dia tidak salah dengan ini, Ma. Semua kesalahan papa yang sangat ingin sekali memiliki Ameena.”
“Kamu masih saja membela wanita kurang ajar itu? Boy tolong gunakan logikamu saat ini.”
“Ma, tolong dengarkan aku, Ameena tidak bersalah dalam kasus ini, percayalah padaku berikan dia kesempatan.”
****
Cassandra kembali ke sekolah di mana Alysa bersekolah, wanita itu menunggu sampai Alysa pulang sekolah dan kemudian saat anak itu pulang sekolah orang suruhannya nampak menghampiri gadis kecil itu dan mengajaknya bicara, sampai akhirnya Alysa bisa dimasukan kedalam mobilnya dan anak itu kini diculik kembali oleh Cassandra.
“Tolong!”
Cassandra membawa Alysa menuju sebuah rumah yang jauh sekali dari permukiman warga dan di sana anak itu dikurung di sebuah ruangan yang sempit dan pengap, Alysa meminta orang suruhannya untuk mengecek terus
keadaan anak itu dan jangan sampai anak itu melarikan diri.
“Kalau anak itu sampai melarikan diri, kalian akan tahu akibatnya.”
“Kami paham.”
Cassandra kemudian pergi meninggalkan rumah itu dan kembali ke kota, ia yakin sekali kalau rencananya untuk membuat Ameena menderita akan dapat segera berhasil.
“Ameena, kamu pikir dapat menang melawanku? Kamu salah kalau berpikir demikian karena aku tidak akan pernah mau mengalah darimu untuk mendapatkan Boy.”
Cassandra nampak menyeringai puas saat nama Boy tertera di layar ponselnya namun Cassandra sama sekali tidak berniat untuk menjawab telepon dari pria itu, ia ingin membuat mereka semua membayar atas apa yang
__ADS_1
sudah mereka lakukan padanya.
****
Ameena gelisah dan khawatir bukan main saat tahu Alysa kembali diculik oleh orang tidak dikenal, entah kenapa Ameena memiliki perasaan kalau Alysa kembali diculik oleh Cassandra namun tentu saja Ameena tidak dapat
sembarangan menuduh wanita itu sebagai dalang di balik penculikan anaknya. Ameena mencari kamera CCTV yang merekam kejadian tersebut namun sayangnya tidak ada satu pun kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian yang berfungsi hingga membuat Ameena sedih bukan main, ia kemudian menelpon Boy untuk memberitahu masalah ini, Boy tentu saja terkejut dengan berita kembali diculiknya Alysa namun ia meminta Ameena untuk jangan panik karena ia akan mencari di mana keberadaan anak mereka itu.
“Kamu tenang saja, aku akan mencari di mana Alysa berada.”
“Terima kasih banyak Tuan.”
Ameena mendapatkan kemarahan dari Luluk karena wanita itu menganggap bahwa Ameena tidak becus dalam menjaga cucunya, Ameena tidak dapat mengatakan apa pun dengan kemarahan yang Luluk berikan padanya. Belum selesai masalah soal hadiah yang membuat Luluk semakin benci padanya kini cucu wanita itu menghilang yang membuat Luluk semakin membencinya.
“Kamu memang tidak pantas menjadi seorang ibu Ameena, bagaimana bisa kamu membiarkan anakmu diculik lagi?!”
“Ma, tolong jangan menyalahkan Ameena seperti ini,” tegas Boy.”
“Kamu selalu saja membela wanita ini pantas saja dia menjadi kurang ajar padaku,” ujar Luluk.
****
Boy menelpon Cassandra berulang kali namun wanita itu sama sekali tidak mau menjawab telepon darinya hingga akhirnya Boy pergi menemui Cassandra di tempat kerjanya, ketika Boy tiba di sana ia sama sekali tidak menemukan wanita itu. Boy kemudian mencari ke rumah Cassandra dan lagi-lagi wanita itu tidak ada di sana.
“Ke mana perginya wanita itu?”
Boy kembali mencoba menghubungi nomor Cassandra dan ia menunggu wanita itu di depan rumahnya hingga akhirnya Cassandra pun tiba dengan mobilnya di rumah, Boy langsung turun dari dalam mobilnya dan menghampiri mobil Cassandra.
“Cassandra, turun kamu!”
Cassandra membuka jendela mobilnya dan bertanya apa yang Boy lakukan di rumahnya namun Boy memaksa Cassandra untuk turun dari mobilnya sekarang juga.
__ADS_1