
Nandhita pada akhirnya jujur pada Luluk mengenai hubungannya dengan Jose yang sama sekali tidak seperti apa yang Untari sampaikan, Luluk sendiri hanya diam dan mendengarkan cerita Nandhita tersebut tanpa mau memberikan penilaian berlebihan pada Nandhita hingga setelahnya Nandhita pun kemudian pamit pada Luluk karena masih ada hal yang perlu ia kerjakan saat ini.
“Baiklah sayang, terima kasih karena kamu sudah mau datang ke sini.”
“Iya Tante, terima kasih juga karena Tante sudah mau mendengarkanku.”
Selepas itu Nandhita pergi meninggalkan rumah ini namun di depan ia sempat berpapasan dengan Boy, Nandhita hanya melirik sebentar ke arah Boy sebelum masuk ke dalam mobilnya sementara Boy sendiri nampak bingung untuk apa Nandhita datang ke rumah ini.
“Ma, untuk apa dia datang ke sini?” tanya Boy penasaran pada sang mama.
“Mama yang mengajaknya untuk datang ke sini karena ada sesuatu hal yang ingin Mama bicarakan dengannya,” jawab Luluk.
“Apa itu?”
“Masalah rumah tangganya dengan Hanif.”
Boy menganggukan kepalanya dan kemudian masuk ke dalam rumah untuk menemui Alysa, ia sudah merindukan anaknya itu dan setelahnya ia langsung bermain dengan Alysa, diam-diam Ameena memerhatikan Boy yang tengah
bermain dengan Alysa dan entah kenapa Ameena merasa bahwa ada sebuah ikatan batin yang kuat antara Alysa dan Boy namun ia berusaha mengenyahkan pikiran itu.
“Kamu kenapa hanya diam saja di sini?” tanya Luluk yang memergoki Ameena tengah memerhatikan Boy dan Alysa.
“Tidak Nyonya, saya minta maaf,” ujar Ameena yang langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Selepas Ameena pergi barulah Luluk menghampiri Boy serta Alysa, Boy sendiri bertanya apa yang dilakukan oleh Ameena hingga membuat Luluk barusan membentaknya.
“Mama sendiri juga tidak tahu apa yang ia lakukan hanya saja sepertinya dia memerhatikan kedekatanmu dengan Alysa.”
“Oh benarkah? Sepertinya dia sudah mulai tahu kalau Alysa adalah anak kandungku.”
“Mana mungkin dia tahu, apakah kamu sudah memberitahu Ameena mengenai hal ini?”
****
Richi masih saja gelisah dengan apa yang Cassandra katakan padanya, ia masih berusaha menolak pikiran buruk bahwa Alysa memang bukan darah dagingnya sendiri dan itu semua hanyalah pikiran buruk yang tidak perlu ia pikirkan namun semakin ditolak semakin rasanya makin menyiksa dan hal tersebut membuat Richi nyaris gila.
__ADS_1
“Astaga, kalau seperti ini aku benar-benar bisa gila.”
Richi benar-benar harus melakukan sesuatu untuk menuntaskan rasa penasarannya perihal Alysa dan mungkin jalan satu-satunya adalah melakukan tes DNA terhadap Alysa dan mungkin saja idenya itu akan mendapatkan tentangan dari Ameena.
“Ameena pasti tidak akan menyetujui ini dan akan menganggap bahwa aku telah meragukan Alysa sebagai darah dagingnya akan tetapi aku harus mendapatkan jawaban dari semua ini supaya aku dapat tenang.”
Richi pun kemudian mengambil sempel rambut Alysa yang tertinggal di sisir yang biasa digunakan di rumah dan kemudian pergi menuju rumah sakit untuk melakukan tes DNA, petugas bilang bahwa hasilnya akan segera
keluar dalam satu atau dua hari sesuai dengan antrean. Richi pun hanya dapat pasrah menanti hingga hasil tes DNA itu keluar dan ia harap hasil tes DNA tersebut tidak seperti apa yang ada di dalam pikirannya.
“Tidak, aku tidak boleh berpikiran buruk dulu sebelum hasil tesnya keluar.”
****
Richi pergi menjemput Ameena dan Alysa di rumah Luluk namun lagi-lagi Boy menemuinya di depan pagar dan menyeringai padanya, Richi sendiri nampak tak mau terlalu banyak mengobrol dengan Boy karena kalau ia melakukannya maka ia hanya akan dilanda emosi saja.
“Kamu baru saja melakukan tes DNA kan?”
Richi nampak terkejut ketika mendengar ucapan Boy barusan, ia langsung memicingkan matanya pada Boy untuk mengetahui dari mana Boy mengetahui hal tersebut namun Boy hanya tertawa saja melihat ekspresi Richi barusan.
“Kamu pasti memata-mataiku kan?”
“Memata-matai atau bukan, itu bukanlah urusanmu.”
“Bagaimana bisa kamu melakukan itu padaku? Kamu sudah melanggar privasiku.”
“Aku tahu bahwa kamu pasti penasaran dengan Alysa kan? Apakah dia memang anak kandungmu atau bukan.”
Boy terus saja mengompori Richi supaya meragukan Alysa adalah anak kandungnya dan hal tersebut berhasil ditambah Cassandra yang seolah memberikan pertanda apa yang Boy katakan memang benar. Baru saja Richi hendak bicara nampak Ameena sudah keluar dari dalam rumah dan ia terkejut mendapati suaminya lagi-lagi tengah berbicara dengan Boy di sini.
“Tuan Boy?”
“Halo Ameena, kamu sudah selesai bekerja?”
“Iya Tuan, saya permisi dulu.”
__ADS_1
“Hati-hati di jalan.”
Boy memberikan sebuah senyum pada Ameena sementara Ameena sendiri hanya senyum ala kadarnya sebelum segera naik ke boncengan suaminya.
****
Ameena tentu saja penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Richi dan Boy, selepas melaksanakan ibadah salat isya, Ameena pergi menemui suaminya yang tengah duduk sendirian di ruang tengah dan Ameena duduk di sebelahnya yang membuat Richi terkejut dengan kehadiran Ameena.
“Apa yang terjadi padamu?”
“Aku pikir kamu sudah tidur.”
“Jangan mengalihkan pembicaraan.”
Richi sontak terdiam mendengar apa yang barusan Ameena katakan padanya, Richi nampak tak dapat berkata-kata karena saat ini pikirannya sedang kacau dan ia tak mau membuat Ameena memiliki pemikiran yang buruk mengenai dirinya.
“Pasti ada sesuatu hal yang terjadi kan?”
“Tidak, itu hanya pikiranmu saja.”
“Iya, mungkin itu memang pikiranku saja akan tetapi wajahmu mengatakan semuanya, Richi.”
Richi masih diam dan tak mau mengakuinya pada Ameena bahwa saat ini memang ia sedang ada masalah namun tentu saja masalah yang tengah ia hadapi ini berhubungan dengan pernikahan mereka dan tentu saja Richi tak mau begitu saja memberitahu Ameena mengenai hal ini karena kalau sampai ia melakukannya maka bukan tidak mungkin pernikahan mereka bisa terancam dan ia tak mau sampai hal tersebut terjadi.
“Kenapa kamu hanya diam saja? Apakah memang kamu tak mau menceritakannya padaku?”
“Aku baik-baik saja, kamu tak perlu khawatir.”
****
Hari yang Richi tunggu-tunggu akhirnya tiba juga, Richi pergi ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA yang sudah ia nantikan sejak kemarin bahkan sejak semalam ia tak dapat tidur karena saking penasarannya dengan hasil tes DNA ini, ia segera duduk di kursi yang kosong dan di tangannya sudah ada hasil tes DNA yang sejak semalam sangat ditunggunya namun Richi nampak ragu untuk membuka hasil tes DNA ini.
“Kamu harus tahu yang sebenarnya Richi, harus.”
Richi kemudian membuka hasil tes DNA tersebut namun ada keraguan serta ketakutan yang jelas sekali tersirat pada wajahnya namun rasa penasarannya terlalu besar hingga akhirnya Richi pun membaca apa hasil tes DNA Alysa dengan dirinya tersebut dan hasilnya pun sungguh membuatnya terkejut.
__ADS_1