Cinta Ameena

Cinta Ameena
Hari Bahagia yang Tak Bahagia


__ADS_3

Ameena nampak penasaran dengan apa yang hendak dibicarakan oleh Richi karena sepertinya Richi ingin mengatakan hal yang sangat penting padanya.


“Apakah kamu begitu dekat dengan mamanya Hanif?”


“Kenapa memangnya kamu menanyakan itu?”


“Dia bersikap layaknya seorang ibu, dia mengatakan padaku bahwa aku bukanlah pria yang baik karena telah melakukan hal yang buruk padamu dan aku mengakui bahwa aku memang bukan pria yang baik.”


“Sejujurnya memang kami sangat dekat sekali, aku tidak pernah menyangka bisa sedekat itu dan merasa kalau aku dapat menemukan sosok ibu dalam dirinya. Dia sendiri begitu menyayangiku secara tulus layaknya aku adalah anaknya sendiri dan ketika aku serta mas Hanif memutuskan untuk berpisah, sikapnya padaku sama sekali tidak berubah dan tetap memintaku memanggilnya dengan sebutan mama.”


Richi nampak mendengarkan semua yang Ameena katakan barusan, ia merasa cemburu karena Ameena bisa begitu dekat dengan keluarga Hanif walaupun ia tahu bahwa saat ini mereka berdua sudah tidak memiliki hubungan lagi.


“Aku tidak akan membatalkan rencana pernikahan kita Ameena walaupun kamu masih mencintai Hanif sekalipun.”


“Aku tahu itu, hanya itu saja yang ingin kamu katakan padaku?”


“Dan satu hal lagi, selepas kita menikah nanti aku ingin kamu berhenti bekerja di rumah ini.”


“Apa katamu?”


“Ini perintahku, pokoknya nanti selepas kita menikah jangan bekerja di mana pun lagi.”


Ameena ingin mengutarakan keberatannya dengan keputusan yang Richi ambil secara sepihak itu akan tetapi Richi nampak tak mau mendengarkan pendapat yang diutarakan oleh Ameena.


“Rasanya sudah cukup pembicaraan kali ini, aku pergi dulu.”


Richi kemudian segera berbalik badan pergi meninggalkan Ameena yang hanya dapat menghela napasnya panjang selepas pembicaraan mereka barusan, setelahnya Ameena pun masuk kembali ke dalam rumah untuk melanjutkan pekerjaannya dan saat itulah muncul Luluk yang menghampirinya.


“Apa yang tadi kamu dan pria itu bicarakan?”


“Bukan apa-apa Nyonya, kami hanya membicarakan soal pernikahan kami.”


“Sepertinya kamu bahagia sekali ya hendak menikah dengan pria itu.”

__ADS_1


****


Hari pernikahan Ameena dan Richi tiba juga, untuk pertama kalinya Ameena menikah secara resmi dan tercatat di KUA karena sebelumnya ketika menikah dengan Hanif, ia hanya menikah secara siri saja dan hanya beberapa orang dekat saja yang tahu perihal pernikahannya dengan Hanif. Di acara pernikahan itu nampak hadir Luluk, Nandhita, Hanif dan Cassandra. Orang yang paling bahagia di hari pernikahan Richi dan Ameena tentu saja Cassandra karena rencana wanita itu untuk menghancurkan pernikahan Boy dan Ameena berhasil, kini wanita itu terpaksa harus menikah dengan Richi. Cassandra memberikan selamat pada Ameena dan Richi yang sudah resmi menjadi pasangan suami-istri, Ameena berusaha tersenyum saat menyalami Cassandra dan kemudian saat menyalami Nandhita, wanita itu menyeringai puas karena Ameena tidak jadi menikah dengan Boy.


“Kamu pantas untuk menikah dengan mantan kekasihmu ini Ameena dan bukan dengan Boy karena Boy adalah pria baik-baik.”


Ameena tentu saja sedih mendengar ucapan Nandhita itu namun ia tak mengatakan apa pun untuk membela diri, Hanif sendiri hanya sekilas menyalami Ameena dan tak mau menatap sama sekali ke arahnya yang membuat hati


Ameena sakit sekali. Luluk sendiri sikapnya masih sama padanya, wanita itu menunjukan sikap tidak ramah dan angkuhnya, Luluk mengatakan pada Ameena bahwa ia harus tetap bekerja di rumahnya apa pun yang terjadi.


****


Untari sudah bersiap dengan pakaian terbaiknya untuk menghadiri pernikahan Ameena dan Richi akan tetapi sejak tadi wanita itu ragu, apakah ia harus datang ke acara itu atau tidak walaupun Ameena sendiri sudah memberikan undangan pernikahan secara resmi padanya namun hati Untari masih tidak rela jika Ameena menikah dengan pria lain selain Hanif.


“Kamu sudah siap?” tanya suaminya yang menghampirinya.


“Aku sudah siap,” jawab Untari.


“Tidak, tentu saja aku bahagia, hanya saja… rasanya masih tak menyangka saja kalau sekarang Ameena sudah menikah lagi dengan pria lain.”


Akhirnya Untari dan sang suami pun bergegas menuju gedung pernikahan tempat di mana Ameena dan Richi menyelenggarakan pesta pernikahan, Untari nampak menyalami Ameena dan memberikan selamat pada Ameena


karena sudah menikah dengan Richi akan tetapi ia tak dapat menahan air matanya untuk tidak tumpah saat ini dan langsung memeluk Ameena.


“Semoga kamu bahagia dengan pernikahanmu ini, Ameena.”


“Terima kasih, Ma.”


Hanif dan Nandhita yang memerhatikan adegan itu dari jauh nampak kesal bukan main terutama Nandhita, ia merasa cemburu karena mama mertuanya memerlakukan Ameena jauh lebih baik dari pada dirinya yang merupakan menantu asli keluarga itu.


“Kenapa Mamamu begitu baik pada Ameena sementara tidak baik padaku, Hanif? Aku ini istri sahmu,” ujar Nandhita kesal.


****

__ADS_1


Selepas menghadiri acara pernikahan Ameena dan Richi, Nandhita ingin bicara dengan mama mertuanya mengenai sikap Untari yang menurutnya pilih kasih, Untari sendiri mengatakan bahwa ia memerlakukan Ameena dengan baik karena ia sudah menganggap Ameena seperti anaknya sendiri.


“Tapi aku ini menantu asli Mama bukan wanita itu.”


“Kamu memang menantuku namun sikapmu sangat jauh dari Ameena.”


Nandhita merasa kesal dengan Untari yang selalu membandingkan dirinya dengan Ameena, ia pun mengadukan perihal itu pada Hanif. Hanif sendiri sebenarnya tak mau terlalu terlibat dalam masalah Nandhita dan Untari, akan tetapi Hanif sendiri merasa kesal karena tadi Untari begitu dekat dengan Ameena bahkan masih saja menganggap Ameena sebagai anaknya padahal sekarang Ameena bukan siapa-siapa mereka lagi.


“Mama, aku ingin bicara dengan Mama.”


“Apakah istrimu itu mengadu padamu mengenai apa yang sudah aku katakan padanya?”


“Iya, dia memang sudah mengadukan hal itu padaku, hanya saja bukan itu yang membuatku datang ke sini, aku ingin menanyakan kenapa Mama masih saja bersikap baik pada Ameena padahal dia bukan siapa-siapa kita.”


“Apa maksudmu, Nak? Ameena adalah anakku juga, aku sudah menggapnya sebagai anak kandungku sendiri semenjak kamu memperkenalkannya sebagai istrimu.”


“Tapi dia bukan wanita baik-baik Ma, mana mungkin wanita baik-baik melakukan hal seperti itu hingga berujung menikah dengan pria yang sudah digoda olehnya?”


****


Ameena tidak menghabiskan waktu bulan madu dengan Richi karena ia harus bekerja di rumah keluarga Luluk walaupun Richi sudah mengatakan pada Ameena untuk berhenti dari pekerjaannya namun Ameena mengatakan


bahwa ia tidak dapat berhenti begitu saja.


“Kalau begitu, biar aku yang bicara dengan nyonya Luluk.”


Maka kini Richi dan Ameena pergi menemui Luluk untuk membicarakan soal pekerjaan Ameena, Luluk sontak saja menolak ide dari Richi yang mengatakan bahwa Ameena tak perlu lagi bekerja di rumah ini.


“Dia sudah berjanji padaku bahwa ia akan tetap bekerja di rumah ini walau apa pun yang terjadi.”


“Tapi sekarang dia sudah menikah denganku, Nyonya.”


“Aku tak peduli, dia harus tetap bekerja di rumah ini, titik.”

__ADS_1


__ADS_2