Cinta Ameena

Cinta Ameena
Mengancam Sang Pujaan Hati


__ADS_3

Ameena yang mendengar bahwa Alysa sudah pulang sejak tadi tentu saja menjadi panik, ia khawatir kalau sesuatu hal yang buruk terjadi pada putrinya. Ameena kemudian mencoba menghubungi Boy untuk memberitahu apa yang terjadi pada anak mereka dan Boy tentu saja terkejut namun Boy meminta Ameena untuk jangan khawatir karena ia akan membantu Ameena untuk mencari di mana keberadaan Alysa.


“Kamu tak perlu khawatir, aku akan mencari di mana dia sekarang.”


Ameena kemudian hanya dapat menghela napasnya panjang, walaupun Boy sudah mengatakan kalau akan membantu mencari keberadaan Alysa namun Ameena belum dapat tenang selama anaknya itu belum juga ditemukan, ia hanya dapat berdoa pada Tuhan semoga saja Alysa dapat segera ditemukan.


“Ya Allah, semoga saja anakku tidak kenapa-kenapa,


jagalah dia di mana pun dia berada saat ini.”


Ameena memutuskan untuk kembali ke rumah Luluk walaupun sebenarnya ia tidak ingin kembali ke sana karena saat ini dirinya sedang tidak dapat berkonsentrasi karena khawatir memikirkan anaknya yang menghilang namun tentu saja ia tak dapat pergi begitu saja tanpa memberitahu Luluk dan juga menyelesaikan pekerjaannya di rumah tersebut. Luluk sudah menanti kedatangan Ameena sejak tadi dan wanita itu nampak berkacak pinggang saat melihat Ameena muncul di depannya.


“Dari mana saja kamu? Kenapa lama sekali untuk kembali ke rumah ini?”


“Maaf Nyonya tadi saya mendapatkan kabar buruk, Alysa menghilang di sekolahnya.”


Luluk nampak terkejut dengan ucapan Ameena barusan, ia menyalahkan Ameena karena membuat Alysa hilang walaupun Ameena sudah menjelaskan pada Luluk bahwa kehilangan Alysa bukan karena dirinya namun Luluk


seperti tidak mau mendengar apa yang Ameena katakan.


“Semua ini gara-gara kamu Ameena, kamu ini memang tidak bisa menjaga anakmu sendiri, bagaimana nanti kalau sesuatu hal yang buruk terjadi padanya?”


Ameena tidak dapat berkata-kata, pikirannya makin kalut ketika memikirkan kalau sesuatu hal yang buruk mungkin saja dapat menimpa putrinya namun ia berharap bahwa semua itu tidak terjadi.


****


Boy nampak menghubungi papanya untuk meminta bantuan Pamungkas untuk mencari keberadaan putrinya dan Pamungkas sendiri nampak tak keberatan untuk hal itu, Pamungkas langsung menerjukan orang suruhannya untuk


mencari di mana keberadaan Alysa dan tentu tidak membutuhkan waktu yang lama sampai akhirnya Pamungkas dapat mengetahui di mana sebenarnya cucunya berada saat ini. Pamungkas menelpon Cassandra dan mengajak wanita itu untuk bertemu saat ini, Cassandra tidak memiliki kecurigaan berlebih saat mendapatkan telepon dari Pamungkas, ia langsung menjawab telepon tersebut dan menerima ajakan Pamungkas untuk bertemu saat ini di sebuah restoran. Cassandra tentu saja langsung pergi menuju restoran tempat di mana Pamungkas sudah mengirimkan alamatnya dan ketika wanita itu tiba di restoran tersebut nampaklah Pamungkas sudah menunggunya.


“Maaf telah membuat Om menunggu lama di sini.”

__ADS_1


“Sama sekali tidak, Om baru saja tiba di sini.”


“Jadi sebenarnya kalau aku boleh tahu, kenapa Om memintaku datang ke sini?”


Pamungkas nampak tidak langsung menjawab pertanyaan yang Cassandra ajukan barusan, ia nampak tersenyum terlebih dahulu sebelum akhirnya meminta Cassandra untuk mengakui perbuatannya.


“Aku tidak mengerti apa yang sedang Om bicarakan ini.”


“Sudahlah Cassandra, mau sampai kapan kamu menutupi kejahatan yang sudah kamu lakukan? Kamu tahu siapa aku ini kan? Bukanlah perkara sulit untukku tahu apa yang sebenarnya terjadi.”


****


Cassandra nampak terdiam mendengar ucapan Pamungkas barusan, tentu saja ia paham betul apa yang sedang pria ini bicarakan namun semenjak tadi wanita ini sengaja berpura-pura tidak tahu supaya tidak membuat Pamungkas curiga namun tentu saja Pamungkas bukanlah orang yang mudah untuk ia bodohi, Pamungkas meminta Cassandra untuk jujur dan mengakui perbuatannya.


“Baiklah, aku akan mengakui semuanya pada Om bahwa aku sedang menculik Alysa, apakah Om sudah puas saat ini?”


Pamungkas nampak tersenyum mendengar ucapan Cassandra barusan, Pamungkas pun meminta Cassandra untuk membebaskan Alysa namun wanita itu menolak dengan alasan ia akan menahan Alysa sampai Boy setuju untuk menikah dengannya.


“Berhentilah Cassandra, Boy sama sekali tidak mencintaimu.”


“Kenapa Om mengatakan hal itu? Bukankah seharusnya Om mendukung apa yang aku lakukan ini? Aku melakukan semua ini karena aku ingin menjadi menantu Om.”


Pamungkas menggelengkan kepalanya dan mengatakan pada Cassandra bahwa ia sama sekali tidak menginginkan hal ini, ia meminta Cassandra untuk menghentikan aksinya dan memulangkan Alysa sekarang juga.


“Aku sudah mengatakannya dengan jelas pada Om sebelumnya bahwa sampai kapan pun aku tidak akan membebaskan anak itu sebelum Boy mau menikah denganku.”


“Lantas apakah kamu sudah siap untuk dipenjara akibat perbuatanmu ini, hm?”


****


Nandhita datang ke rumah Luluk untuk memberitahu tantenya itu mengenai hubungannya dengan Jose yang sudah membaik, akan tetapi ketika Nandhita datang ke rumah ini nampaknya saat ini bukanlah waktu yang tepat karena saat ini Luluk sedang pusing sekali karena hilangnya cucunya oleh Ameena.

__ADS_1


“Jadi Alysa menghilang Tante?”


“Iya, semua ini karena Ameena yang tidak becus dalam menjaga anaknya, kalau saja dia becus tentu saja Alysa tidak akan hilang seperti saat ini.”


Nandhita tidak dapat berkata-kata mengenai apa yang tengah terjadi pada keluarga tantenya ini, ia memilih untuk pergi saja dari rumah ini dan kembali di lain hari untuk memberitahukan kabar ini, sesaat sebelum Nandhita pergi dari rumah ini, ia sempat bertemu dengan Ameena dan Nandhita sempat bertanya pada Ameena mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Alysa.


“Kamu yang tenang ya, aku yakin bahwa Alysa akan segera ditemukan.”


“Terima kasih banyak.”


Nandhita kemudian memilih untuk segera pulang dari rumah ini sementara Ameena masih saja gelisah dan tidak dapat melakukan pekerjaannya dengan baik karena ia benar-benar masih memikirkan anaknya, ia takut kalau sesuatu hal yang buruk terjadi pada putrinya.


“Ya Allah, semoga saja tidak terjadi hal yang buruk pada putriku.”


“Ameena, kenapa hanya diam saja dan tidak melakukan pekerjaanmu?!” bentak Luluk.


****


Cassandra memikirkan ancaman Pamungkas yang akan melaporkannya pada polisi namun ia tidak memedulikan hal tersebut, Cassandra menelpon Boy dan mengajak pria itu untuk bertemu saat ini namun tentu saja Boy menolak. Cassandra tentu saja tahu bagaimana cara supaya bisa membuat Boy datang menemuinya, ia menggunakan Alysa sebagai umpan dan rencananya itu tentu saja berhasil, Boy mau datang menemuinya saat ini.


“Apa yang kamu lakukan pada Alysa?” tanya Boy kesal.


“Aku hanya sedang membuatnya bersamaku saja,” jawab Cassandra.


“Lepaskan Alysa atau aku akan melaporkanmu pada polisi.”


“Kalau kamu melaporkanku pada polisi maka aku akan membunuh Alysa.”


“Jangan macam-macam kamu!”


“Kamu tahu kan kalau aku tidak akan main-main dengan ancamanku, Boy?”

__ADS_1


__ADS_2