
Boy sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Ameena akan tetapi Boy memberikan sebuah petunjuk yang mengatakan sebenarnya bahwa ayah dari Alysa itu sangat dekat dengan Ameena saat ini hanya saja Ameena
sepertinya belum menyadari maksud ucapan dari Boy itu. Selepas pembicaraan dengan Boy itu, Ameena jadi memikirkan hasil tes DNA yang sudah ia lakukan di rumah sakit tempo hari dan juga ia sudah memberitahu suaminya mengenai hasil tes tersebut. Richi tentu saja marah dengan hasil tes DNA tersebut karena ia menganggap bahwa hasil tes DNA itu tidaklah benar.
“Kamu ini kenapa belakangan ini seperti memikirkan sesuatu dan tidak fokus dalam bekerja?” tanya Luluk yang membuat Ameena terkejut.
“Saya minta maaf Nyonya,” jawab Ameena.
“Apakah kamu memikirkan soal hasil tes DNA tersebut?”
Ameena tak menjawab pertanyaan dari Luluk barusan dan tentu saja sikap diam yang ditunjukan oleh Ameena membuat Luluk yakin bahwa apa yang barusan ia katakan itu memang benar adanya.
“Jadi benarkan soal hasil tes DNA tersebut?”
“Saya minta maaf Nyonya.”
“Untuk apa kamu meminta maaf Ameena? Apakah karena kamu penasaran siapa ayah kandung dari Alysa?”
Ameena sontak menoleh ke arah Luluk seolah ia terkejut dengan apa yang wanita itu katakan sementara Luluk sendiri nampak santai dengan ekspresi yang ditunjukan oleh Ameena bahkan wanita itu menyeringai saat Ameena
sepertinya ingin tahu lebih lanjut soal ucapan Luluk barusan.
“Kenapa? Apakah kamu ingin tahu siapa ayah kandung dari putrimu?”
“Saya yakin bahwa ayah kandung dari Alysa adalah Richi.”
“Namun hasil tes DNA yang kalian lakukan mengatakan hal yang sebaliknya kan?”
Ameena jadi terdiam mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Luluk barusan karena apa yang Luluk katakan tadi memanglah benar, Luluk sendiri menyeringai dan kemudian mengatakan pada Ameena bahwa kalau Ameena
ingin tahu siapa ayah kandung dari Alysa maka Luluk dapat memberitahunya sekarang juga akan tetapi Ameena masih ragu akan hal tersebut.
****
__ADS_1
Luluk merasa puas melihat Ameena yang terlihat kebingungan saat ini karena sepertinya ia juga penasaran kenapa hasil tes DNA yang dilakukan pada Richi selalu negatif oleh rumah sakit dan ini adalah hasil tes DNA kedua mereka di rumah sakit yang berbeda namun hasilnya tetap saja sama. Ameena jadi memikirkan apa yang Luluk katakan tempo hari namun Ameena merasa ragu untuk menanyakan lebih lanjut perihal apa yang pernah Luluk sampaikan
padanya.
“Ameena, kamu kenapa hanya diam saja?” tanya Richi yang melihat Ameena seperti tidak biasanya hari ini.
“Aku baik-baik saja,” jawab Ameena.
Walaupun Ameena mengatakan bahwa ia baik-baik saja namun Richi tahu bahwa Ameena sama sekali tidak sedang baik-baik saja saat ini karena sepertinya Ameena tengah memikirkan sesuatu yang berkaitan dengan hasil tes DNA yang mereka dapatkan tidak lama kemarin. Ameena sendiri juga menolak membahas soal hasil tes DNA dan ia mengatakan bahwa Richi adalah ayah kandung dari Alysa walaupun hasil tes DNA mengatakan hal yang sebaliknya, di sisi lain Richi sendiri juga merasa heran kenapa ketika melakukan tes DNA dirinya selalu dinyatakan
negatif oleh rumah sakit. Richi kemudian mencoba menghubungi Cassandra lagi untuk menanyakan pada wanita itu apa saja yang Cassandra tahu lebih lanjut mengenai Alysa namun sayangnya Cassandra tidak mau menjawab telepon darinya.
****
Hubungan Nandhita dan Jose semakin dekat saja bahkan semakin intim, beberapa kali Nandhita melupakan tugasnya sebagai seorang ibu dari Arsen dan memilih untuk menghabiskan waktu dengan Jose. Untari benar-benar kesal dengan kelakuan menantunya itu, ia mengadukan hal tersebut pada Hanif namun respon yang Hanif berikan benar-benar tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.
“Kamu habis menemui pria itu lagi?” tanya Untari selepas Nandhita kembali ke rumah.
“Tidak Ma, aku habis menemui temanku,” kilah Nandhita.
“Bagaimana? Apakah dengan bukti ini kamu masih mau mengelak?”
Nandhita tidak dapat menjawab pertanyaan dari Untari barusan akan tetapi jelas saat ini dirinya dalam posisi terjebak dan ia bingung harus menjawab pertanyaan Luluk barusan.
“Apakah kamu dan pria ini memang benar-benar memiliki hubungan khusus, Nandhita?”
“Tidak Ma, aku bersumpah bahwa antara aku dan Jose sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun.”
“Kalau memang kalian tidak memiliki hubungan apa pun, lantas kenapa kalian begitu dekat sekali seperti ini?!”
Nandhita tidak dapat menjawab pertanyaan Untari dan memilih untuk pergi ke kamarnya walaupun Untari memanggil namanya.
****
__ADS_1
Ameena bekerja seperti biasa di rumah keluarga Luluk hari ini namun sejujurnya ia masih penasaran dengan apa yang pernah Luluk sampaikan padanya beberapa waktu yang lalu mengenai ayah kandung Alysa, akan tetapi
Ameena sendiri nampak ragu apakah ia harus bertanya lebih lanjut pada Luluk mengenai hal itu atau ia lebih baik diam dan pura-pura tidak tahu akan hal tersebut.
“Aku tahu bahwa kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai ayah kandung Alysa, Ameena,” ujar Luluk yang membuat Ameena terkejut bukan main.
“Apa maksud Nyonya?”
“Kamu tak perlu berkelit lagi Ameena, aku tahu kalau kamu pasti ingin tahu oleh sebab itu aku membawakanmu ini.”
Ameena nampak terkejut ketika Luluk menyodorkan sebuah kertas padanya namun Ameena sama sekali tidak mau mengambil kertas tersebut padahal Luluk sudah menyodorkannya padanya.
“Kenapa kamu tidak mau mengambilnya Ameena?”
“Maaf Nyonya tapi ini apa?”
“Nanti juga kamu akan mengetahuinya.”
Ameena pun dengan ragu mengambil kertas yang disodorkan oleh Luluk dan tentu saja Luluk bahagia bukan main karena Ameena akhirnya mengambil juga kertas itu.
“Kamu akan tahu selepas membacanya.”
Selepas mengatakan itu Luluk pergi meningglkan Ameena yang masih memegang kertas itu di tangannya, tentu saja Ameena penasaran dengan isi kertas ini oleh sebab itu ia pun membuka kertas tersebut dan terkejut dengan isinya.
****
Hanif bicara dengan Nandhita mengenai istrinya itu yang dekat dengan Jose, Nandhita mengatakan pada Hanif bahwa antara dirinya dan Jose sama sekali tidak ada hubungan spesial seperti apa yang dikatakan oleh Untari.
“Aku percaya itu akan tetapi bukankah tidak elok kalau seorang yang sudah memiliki suami jalan dengan pria lain tanpa sepengetahuan suaminya?”
“Tapi kami tidak melakukan apa pun Hanif.”
“Aku tahu akan tetapi kalau orang lain melihatnya maka bukankah itu akan menjadi sebuah kesalah pahaman?”
__ADS_1
Nandhita terdiam mendengar ucapan Hanif barusan, Hanif mengatakan pada Nandhita jika Nandhita ingin bercerai dengannya maka dengan senang hati ia akan mengabulkan permintaan Nandhita itu.
“Sampai kapan pun aku tidak akan pernah bercerai denganmu, Hanif!”