
Nandhita terdiam dengan ucapan Boy barusan yang entah kenapa begitu menamparnya secara langsung namun Nandhita kemudian tak mau menerima ucapan Boy dan malah membalikan ucapan pria itu dengan mengatakan
kalau Boy melakukan semua ini karena ia masih mencintai Ameena.
“Aku memang masih mencintai Ameena dan sampai kapan pun aku akan selalu mencintainya namun aku tidak mau memaksakan dia menjadi milikku.”
“Dan apakah kamu pikir aku percaya dengan apa yang kamu katakan barusan? Kamu menasihatiku seolah kamu adalah orang yang baik namun kenyataannya kamu dan aku sama saja,” ujar Nandhita yang kemudian pergi
meninggalkan Boy.
Boy sendiri menghela napasnya panjang dan kemudian ia menuju kamarnya namun sebelum ia tiba di kamarnya nampak sosok Ameena yang tertangkap kedua matanya seperti tengah berdiri di balik dinding dan Boy pun menghampiri tempat di mana Ameena berdiri itu.
“Apa yang kamu lakukan di situ?”
Ameena nampak terkejut ketika dirinya diketahui oleh Boy, Ameena pun mencari alasan supaya Boy tidak menaruh curiga padanya namun Boy nampak sama sekali tidak percaya dengan kata-katanya barusan.
“Kamu pasti barusan menguping pembicaraanku dengan Nandhita kan?”
“Tidak Tuan, saya tidak mengupingnya.”
“Sudahlah Ameena, kenapa kamu masih saja mencoba berdusta padaku?”
Ameena terdiam beberapa saat setelah mendengar respon dari Boy barusan dan selepasnya Ameena meminta maaf karena sudah tidak sopan menguping pembicaraan antara Boy dan Nandhita namun respon dari Boy sungguh
sangat diluar dugaannya.
“Aku sama sekali tidak keberatan kamu menguping pembicaraan kami berdua tadi, Ameena.”
Ameena yang mendengar ucapan Boy pun jadi merasa tidak enak, ia segera pamit pergi meninggalkan pria itu menuju kamar putrinya yang mana ketika masuk ke dalam sana nampak Alysa sudah tertidur dengan pulas.
Ameena perlahan berjalan mendekati ranjang dan kemudian ikut tidur bersama putrinya, Ameena memeluk Alysa dan perlahan kedua matanya pun terlelap karena dirinya sudah benar-benar mengantuk saat ini.
__ADS_1
****
Keesokan paginya Nandhita masih menunjukan sikap bermusuhan pada Ameena dan Alysa, Alysa dibuat menunduk karena takut dengan tatapan Nandhita barusan maka tentu saja melihat anaknya diperlakukan tidak
baik oleh Nandhita, Boy langsung menegur Nandhita supaya jangan mencari gara-gara di meja makan.
“Aku tiba mencari gara-gara sejak tadi,” ujar Nandhita membela dirinya.
“Kamu sejak tadi memerhatikan Alysa hingga membuatnya ketakutan, kamu pikir aku ini buta hingga tidak tahu apa yang barusan kamu lakukan?” tanya Boy tajam yang membuat Nandhita terdiam.
Luluk menegahi perdebatan mereka supaya mereka fokus saja pada sarapan yang sudah tersedia di meja makan, maka setelahnya tidak ada lagi percakapan antara mereka dan Boy pun kemudian mengantarkan Alysa menuju
sekolah. Luluk mengajak Nandhita untuk bicara sebentar di taman belakang, Nandhita tentu saja sama sekali tidak menolak akan hal tersebut justru ia penasaran dengan apa yang akan Luluk bicarakan dengannya ini.
“Ada apa Tante?” tanya Nandhita selepas mereka sudah ada di halaman belakang rumah.
“Apakah kamu tidak dapat menjaga sikapmu pada cucuku?” tanya Luluk yang membuat Nandhita begitu terkejut.
“Apa maksud Tante mengatakan itu?”
“Aku tidak bermaksud begitu Tante hanya saja….”
“Kalau memang kamu masih mau menumpang tinggal di rumah ini maka tolong jaga sikapmu.”
Selepas mengatakan itu Luluk langsung pergi meninggalkan Nandhita yang masih tak percaya dengan apa yang barusan terjadi padanya.
****
Untari datang ke rumah Luluk untuk menemui Ameena selepas Untari mendapatkan kabar bahwa Ameena mendapatkan kekerasan dari Richi selama mereka berumah tangga, Untari sempat menyapa Luluk dan mereka mengobrol untuk beberapa saat dan Untari nampak terkejut saat melihat Nandhita di rumah ini.
“Dia tinggal di rumah ini?” tanya Untari pada Luluk.
__ADS_1
“Iya dia tinggal di rumah ini karena katanya Hanif mengusirnya,” jawab Luluk.
Untari kemudian mengatakan pada Luluk untuk mengusir Nandhita dari rumah ini karena wanita itu sudah kepergok berselingkuh dengan Jose, Nandhita yang mendengar ucapan Untari itu pun nampak tak terima dan masih
berusaha membela dirinya di depan Luluk.
“Tidak Tante, apa yang mama katakan barusan itu tidak benar, antara aku dan Jose tidak memiliki hubungan apa pun.”
“Kamu masih bisa saja mengelak padahal Hanif sudah jelas-jelas memergokimu dan pria itu di dalam kamar? Kamu benar-benar tidak memiliki rasa malu, bersyukur aku kamu tidak lama lagi bukan lagi menjadi menantuku,” ujar Untari yang membuat Nandhita benar-benar sedih dan marah dengan ucapan mama mertuanya itu.
****
Ameena nampak terkejut ketika mendapati Untari ada di rumah ini dan Untari mengajaknya untuk bicara diluar, awalnya Ameena ragu namun ketika Luluk sudah memberikannya izin untuk keluar maka barulah Ameena mau
mengikuti apa yang Untari katakan. Untari membawa Ameena menuju sebuah taman yang letaknya tidaklah jauh dari rumah Luluk, di sana mereka duduk di sebuah kursi yang menghadap langsung ke arah sebuah danau buatan, untuk beberapa saat tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka berdua hingga akhirnya Untari pun buka suara.
“Ameena, Hanif sudah menceritakan semuanya padaku, maaf kalau aku baru dapat menemuimu sekarang,” ujar Untari yang membuat Ameena menoleh ke arah Untari.
“Tidak apa Ma, aku sama sekali tidak keberatan, akan tetapi sejujurnya aku merasa tidak enak ketika mas Hanif menceritakan masalah rumah tanggaku dengan Richi pada Mama.”
“Walau bagaimanapun juga yang dilakukan oleh Richi itu salah dan langkahmu untuk membuat laporan pada polisi adalah langkah yang tepat.”
Ameena hanya diam saja mendengar tanggapan dari Untari barusan hingga akhirnya Untari menggenggam tangan Ameena yang membuatnya terkejut.
“Jangan merasa bersalah begini Ameena, yakinlah bahwa keputusan yang kamu ambil ini sudahlah tepat,” ujar Untari yang begitu tulus hingga membuat hati Ameena begitu bergetar.
“Iya Ma, terima kasih banyak,” ujar Ameena dengan mata yang berkaca-kaca ketika mengatakan itu.
****
Ameena hari ini pergi ke kantor polisi untuk menemui Richi karena sudah lama sekali semenjak Richi ditetapkan sebagai tersangka dan dimasukan ke dalam jeruji besi sambil menunggu persidangan untuk mengetahui vonis
__ADS_1
apa yang akan ia terima akibat perbuatannya. Ameena menunggu dengan gelisah kedatangan Richi, Ameena bertanya-tanya kira-kira apakah reaksi Richi ketika tahu dirinya ingin bertemu dengannya, apakah Richi marah padanya atas apa yang ia lakukan ini? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang ada di dalam kepalanya hingga akhirnya petugas datang dengan membawa Richi untuk menemuinya, Richi sendiri nampak terkejut ketika tahu Ameena yang datang menemuinya saat ini.
“Mau apa kamu datang ke sini?” tanya Richi yang sepertinya masih membencinya.