
Boy nampak terkejut ketika menemukan sosok Richi yang tidak berbusana dan hanya mengenakan handuk sebatas pinggang yang membuka pintu kamar ini, ia pun kemudian mendorong Richi untuk menyingkir supaya ia dapat
melihat siapa orang yang tengah bersama dengan Richi dan ia pun terkejut dengan pemandangan yang tersaji di depannya.
“Kamu tahu kami di sini oleh siapa?”
Boy seketika menatap Richi tajam dan memukul wajah pria itu hingga Richi tersungkur, Boy nampak ingin sekali membunuh Richi karena berani melakukan sesuatu hal yang buruk pada Ameena namun sebelum Boy melakukan
itu ia sudah dilerai oleh petugas yang datang dan menenangkannya.
“Lepaskan aku! Aku akan membunuh orang kurang ajar ini!”
Sementara itu Richi nampak dibantu oleh petugas lain untuk berdiri dan Ameena pun tersadar setelah ia cukup lama pingsan, ia terkejut ketika berada di kamar hotel dan ada Boy serta Richi yang tengah bersitegang di sana.
“Tuan Boy?”
Boy menatap Ameena sekilas kemudian ia memutuskan pergi dari kamar ini, Ameena sendiri nampak terkejut ketika menemukan dirinya berantakan sekali ketika bangun tidur dan ia melihat Richi yang tak mengenakan pakaian makin membuatnya takut kalau pria itu sudah melakukan hal yang tidak pantas padanya saat ia tak sadarkan diri.
“Ameena.”
Ameena tak mengatakan apa pun, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk merapihkan dirinya kemudian keluar dari kamar itu meninggalkan Richi yang berusaha memanggil namanya. Ameena harus menjelaskan
semuanya pada Boy supaya pria itu tidak salah paham akan tetapi ia tak menemukan Boy ketika berada di area lobi maupun parkiran hotel tersebut.
“Tuan Boy di mana, ya?”
Ameena kemudian berusaha menghubungi Boy melalui ponselnya akan tetapi sayangnya nomor ponsel Boy sama sekali tidak aktif hingga membuat Ameena sedih dan gusar, ia tak tahu apa yang terjadi padanya barusan
akan tetapi sepertinya Boy begitu marah dan kecewa karena salah paham dengan apa yang barusan ia lihat.
****
Boy tiba di rumah dengan perasaan bercampur aduk, Luluk menyapa Boy namun Boy sama sekali tidak menanggapi apa yang Luluk katakan dan malah berlalu begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun.
“Dia itu kenapa, sih?”
Luluk penasaran dengan apa yang terjadi pada putranya hingga tidak lama kemudian Ameena muncul dengan raut wajah sedih, Luluk pun bertanya ke mana saja Ameena kenapa baru tiba sekarang.
“Nyonya, saya minta maaf.”
__ADS_1
“Apa maksudmu? Kenapa meminta maaf?”
Ameena pun menceritakan apa yang terjadi padanya hingga membuat Luluk menutup mulutnya saking tak percayanya dengan apa yang Ameena katakan barusan.
“Jadi kamu tidur dengan pria lain?”
“Tidak Nyonya, bukan seperti itu.”
“Aku tak menyangka kalau kamu melakukan hal rendahan seperti itu Ameena, aku pikir kamu wanita baik-baik.”
“Tidak Nyonya, saya sama sekali tidak melakukan itu.”
Namun Luluk nampak begitu kecewa dengan Ameena, ia pun pergi meninggalkan Ameena. Tentu saja sekarang Ameena merasa sedih karena baik Luluk maupun Boy sama-sama tak percaya dengan apa yang ia katakan padahal Ameena sudah berusaha untuk mengatakan yang sebenarnya. Ameena tak menyerah, ia pun mendatangi kamar Boy dan mengetuk pintu kamar pria tersebut.
“Tuan Boy, ini saya, bolehkah kita bicara sebentar?”
Namun Boy sama sekali tidak menyahut dari dalam hingga membuat Ameena semakin sedih padahal ia ingin menjelaskan semuanya pada pria itu.
****
Keesokan harinya Boy dan Luluk membicarakan soal rencana pernikahan Ameena dengan Boy yang tidak lama lagi akan terselenggara akan tetapi Boy mengatakan bahwa sepertinya ia tidak dapat melanjutkan tahapan berikutnya.
“Dia sudah tidur dengan pria lain, bagaimana bisa aku melanjutkannya, Ma?”
“Tapi kita kan belum mendengar semuanya dari Ameena, Nak.”
“Tidak Ma, keputusanku sudah bulat, aku tidak ingin menikah dengan Ameena.”
Ketika Boy mengatakan itu bertepatan dengan Ameena yang muncul di hadapan mereka dan tentu saja Ameena mendengar apa yang barusan Boy katakan, Boy nampak memalingkan wajah dan tak mau menatap Ameena.
“Tuan, kalau memang Tuan tak mau menikahi saya maka saya tidak masalah akan hal tersebut akan tetapi tolong Tuan dengarkan penjelasan saya dulu,” pinta Ameena dengan berlinang air mata.
“Kamu pikir aku sudi mendengar penjelasanmu, Ameena? Pergilah jauh dar kehidupanku,” ujar Boy dingin dan kemudian pria itu langsung pergi begitu saja meninggalkan Ameena.
Selepas Boy pergi kini Luluk menghampiri Ameena, Luluk mengatakan bahwa keputusan sudah Boy ambil dan ia tak dapat melakukan intervensi untuk hal itu. Ameena mengatakan menerima semua keputusan Boy akan tetapi Boy harus mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.
****
Boy mengemasi semua pakaiannya ke dalam koper, Luluk nampak terkejut dengan apa yang Boy lakukan ini dan bertanya Boy mau pergi ke mana saat ini.
__ADS_1
“Aku akan ke Amerika.”
“Amerika? Sekarang? Kenapa, Nak?”
“Aku tidak ada alasan lagi tinggal di sini, Ma.”
“Nak, tolong jangan seperti ini, jangan tinggalkan Mama sendirian di sini.”
“Maaf Ma, akan tetapi aku benar-benar sudah tidak dapat bertahan di sini, tolong hargai keputusanku.”
Luluk nampak begitu sedih dengan jawaban yang diberikan oleh Boy barusan, diam-diam Ameena menguping pembicaraan antara Luluk dan Boy barusan dari luar kamar pria itu. Tentu saja Ameena merasa sedih bukan
karena ia batal menikah dengan Boy melainkan karena Boy tidak mau mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu mengenai apa yang terjadi sebenarnya tadi.
“Kamu yakin ingin meninggalkan Mama sendirian di sini, Nak?” tanya Luluk untuk yang terakhir kalinya saat Boy sudah selesai mengemasi semua pakaiannya.
“Iya Ma, aku minta maaf karena aku mengecewakan Mama, akan tetapi aku benar-benar tidak dapat bertahan di sini,” jawab Boy.
Luluk yang berlinang air mata pun menganggukan kepalanya, ia memeluk Boy dengan erat dan Boy pun membalas pelukan Luluk itu untuk beberapa saat mereka saling berpelukan hingga akhirnya Boy pun melerai pelukan tersebut.
“Aku harus pergi sekarang, Ma.”
“Iya Nak, hati-hati di jalan.”
****
Ameena tak dapat mengatakan apa pun saat Boy pergi karena pria itu sama sekali tidak mau mendengarkannya, Luluk nampak begitu sedih dan terpukul dengan kejadian ini dan ia tidak mau bicara dengan Ameena.
“Nyonya saya ….”
“Tolong kamu jangan bicara denganku dulu, Ameena.”
Ameena tentu saja sedih karena sekarang Boy dan Luluk membencinya, tidak lama kemudian Cassandra muncul dan ia terkejut karena melihat Luluk menangis.
“Tante, apa yang sudah wanita ini lakukan pada Tante?”
“Tidak, dia tidak melakukan apa pun, Boy sudah pergi ke Amerika sekarang.”
“Apa kata Tante? Boy pergi ke Amerika sekarang? Tapi kenapa Boy ke Amerika, Tante?”
__ADS_1
“Semua karena wanita ini, dia yang sudah menghancurkan hati anakku!” tunjuk Luluk pada Ameena.