
Ameena memikirkan percakpannya dengan Boy tadi ketika ia masih bekerja di rumah Luluk dan ia memang merasa bahwa saat ini dirinya harus memperbaiki hubungan rumah tangganya dengan Richi kalau memang rumah tangganya tidak mau berakhir dengan cepat. Selepas mereka tiba di rumah, Ameena langsung menceritakan pada Richi apa yang Boy katakan padanya. Richi tentu saja nampak emosi dengan apa yang Boy katakan pada Ameena namun Ameena mengatakan bahwa ia ingin memperbaiki hubungan mereka yang menurutnya sudah mulai berjalan
tidak baik ini.
“Apakah kamu ingin kalau kita berpisah saja?”
“Apa maksudmu Ameena? Bagaimana bisa kamu mengatakan itu? Apakah kamu sudah bosan hidup denganku selepas kita memiliki Alysa?”
“Tidak, bukan itu hanya saja kamu boleh mengatakan yang sejujurnya padaku Richi kalau seandainya kamu memang tertarik dengan wanita lain.”
“Apa maksudmu yang mengatakan bahwa aku tertarik pada wanita lain? Apakah kamu berpikir kalau aku dan Cassandra memiliki hubungan khusus?”
Ameena tak menjawab pertanyaan yang Richi berikan barusan akan tetapi Richi dapat memahami arah pembicaraan Ameena ini. Richi kemudian meraih kedua tangan Ameena dan mengatakan pada Ameena untuk percaya padanya dan jangan percaya pada Boy.
“Aku sama sekali tidak jatuh cinta pada wanita mana pun Ameena kecuali dirimu, percayalah padaku.”
Ameena dapat mersakan ketulusan dalam ucapan Richi barusan dan juga betapa besarnya cinta pria itu padanya yang membuat Ameena tentu saja perlahan namun pasti menjadi luluh dengan kesungguhan yang diucapkan
oleh Richi barusan.
“Tolong kamu percaya padaku, Ameena.”
“Iya, aku percaya dengan apa yang kamu katakan barusan, aku dapat merasakannya dan aku minta maaf karena sudah berpikiran yang bukan-bukan tentangmu.”
“Tidak apa Ameena, setidaknya sekarang hubungan kita sudah jauh lebih baik kan? Dan kabar baiknya kita juga sudah tak ada lagi kesalah pahaman sekarang.”
Ameena menganggukan kepalanya dan hal tersebut tentu saja membuat Richi bahagia namun ada satu hal yang masih mengganggunya yaitu Boy, pria itu sepertinya akan menjadi duri dalam rumah tangganya dengan Ameena selamanya.
****
Richi menghubungi Boy dan mengajak pria itu untuk bertemu saat ini, tentu saja Boy sama sekali tidak keberatan dengan ajakan Richi tersebut hingga mereka pun bertemu di sebuah tempat yang Richi kirimkan lokasinya barusan. Ketika Boy tiba di lokasi nampak Richi sudah tiba dan menantinya, Boy sendiri berjalan santai menghampiri Richi dan bertanya apa yang diinginkan oleh pria ini.
“Jangan pernah mengusik rumah tanggaku dengan Ameena lagi.”
“Hanya itu saja yang kamu ingin katakan padaku? Kenapa tidak lewat telepon saja?”
“Kamu memang sengaja sepertinya ingin memancing emosiku kan?”
__ADS_1
“Aku hanya tidak suka kalau kamu menyembunyikan banyak hal dari Ameena, jangan-jangan kamu dan Cassandra sebenarnya menjalin hubungan spesial dan kalian sampai memiliki anak.”
Ucapan Boy yang sembarangan barusan tentu saja memancing amarah Richi dan Richi hendak memberikan pelajaran pada Boy namun sebelum Richi sempat melakukan itu, Boy sudah terlebih dahulu menahan tangan
Richi.
“Kamu pikir dapat melukaiku dengan tangan kotormu ini?”
“Kamu sudah sangat keterlaluan Boy, jangan bicara sesuatu yang sembarangan seperti tadi.”
“Kenapa kamu begitu marah? Apakah apa yang aku katakan tadi memang benar adanya?”
“Tentu saja itu tidak benar, aku dan Cassandra tidak pernah memiliki hubungan apa pun!”
****
Luluk memerhatikan kalau Ameena belakangan ini sepertinya sedang ada masalah namun Luluk bersikap acuh tak acuh dengan wanita itu karena ia hanya mementingkan cucunya saja, Luluk nampak tak keberatan bermain dengan cucunya atau menjaga cucunya itu ketika Ameena sedang pergi bekerja. Awalnya Ameena tidak menaruh curiga sedikit pun dengan gelagat aneh Luluk itu akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu maka Ameena pun jadi menaruh curiga pada majikannya tersebut akan tetapi Ameena terlalu takut untuk bertanya pada Luluk mengenai kenapa Luluk begitu menyukai Alysa.
“Kenapa kamu menatapku begitu?” tanya Luluk yang membuat Ameena terkejut, ia kemudian meminta maaf pada Luluk.
Luluk tidak membiarkan Ameena pergi begitu saja, Luluk mengatakan bahwa ia ingin bicara dengan Ameena dulu dan tentu saja Ameena tak dapat melawan apa yang sudah dikatakan oleh Luluk.
“Ameena, sebenarnya ada apa denganmu?”
“Saya baik-baik saja Nyonya.”
“Tidak, aku tahu bahwa belakangan ini kamu sering memerhatikanku kan?”
Ameena tak dapat mengelak dengan pertanyaan yang barusan diajukan oleh Luluk karena memang benar apa yang Luluk katakan padanya barusan akan tetapi Ameena tak memiliki cukup keberanian untuk berterus terang
pada Luluk.
“Kenapa kamu hanya diam saja? Kalau memang ada sesuatu hal yang ingin kamu bicarakan padaku jangan dipendam, katakan saja sekarang.”
****
Hanif datang ke rumah Luluk seorang diri tanpa membawa Nandhita bersamanya dan tentu saja hal tersebut menarik perhatian Luluk.
__ADS_1
“Ke mana Nandhita? Kamu tidak membawanya sekalian ke sini?”
Hanif awalnya nampak ragu untuk mengatakan ini pada Luluk namun kemudian ia memberanikan diri untuk berterus terang mengenai apa yang terjadi pada rumah tangganya dengan Nandhita dan bagaimana kelakuan buruk Nandhita belakangan ini.
“Apa maksudmu? Dia bersikap aneh?”
“Iya Ma, dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu dan lebih sering menghabiskan waktu dengan ponselnya dibanding mengurus Arsen.”
“Benarkah? Aku tidak tahu apa pun soal itu.”
“Kalau Mama tahu sesuatu atau Nandhita pernah curhat sesuatu pada Mama, tolong Mama beri tahu aku, ya?”
“Iya Nak, tentu saja aku akan memberitahumu jika memang nanti Nadhita mengatakan sesuatu padaku.”
“Terima kasih banyak.”
Ketika Luluk dan Hanif tengah berbincang, Ameena datang dengan membawakan mantan suaminya ini minuman, Hanif sempat menyapa Ameena dan tentu saja hal tersebut membuat Ameena terkejut.
“Bagaimana kabarmu?”
“Saya baik.”
“Kenapa mendadak formal begitu? Santai saja kalau bicara denganku, Ameena.”
Ameena nampak heran dengan sikap Hanif yang tak biasa ini, akan tetapi ia tak mau berlama-lama di sana karena ada Luluk yang selalu memerhatikannya sejak tadi.
****
Richi sudah menjemput Ameena dan Alysa di depan rumah Luluk, ia menunggu sampai Ameena dan Alysa keluar dari sana namun sebelum Ameena keluar justru Boy yang terlebih dahulu keluar dari dalam pagar rumah itu.
“Aku tidak mau bicara denganmu.”
“Tidak masalah, aku hanya ingin mengatakan bahwa walaupun kamu ingin supaya Ameena tidak membawa Alysa untuk datang ke sini namun Ameena tetap akan melakukan itu.”
“Sejujurnya aku penasaran sekali apa yang kamu dan mamamu rencanakan pada anak kami, apakah kalian akan menjual anak kami?!”
Boy nampak menyeringai dan kemudian berjalan mendekati Richi seraya membisikan sesuatu tepat di telinga pria itu.
__ADS_1
“Apakah kamu ingat apa yang tadi kita bicarakan?”
“Apa maksudmu?"