Cinta Ameena

Cinta Ameena
Pemaksaan Berlanjut


__ADS_3

Rupanya tadi ketika keributan terjadi depan rumah Luluk, Ameena mengetahui hal tersebut namun ia tidak mau keluar rumah mengingat ada Alysa yang perlu ia jaga saat ini, Alysa sendiri yang tadi tengah bermain mendengar


suara Richi dan ingin menghampiri ayahnya namun sayangnya Ameena tak mengizinkan Alysa untuk menemui Richi karena Ameena melihat kalau suasana di luar sana sangat tidak kondusif. Karena tidak diizinkan untuk bertemu dengan Richi maka tentu saja Alysa menangis dengan keras dan Ameena berusaha untuk menenangkan anaknya itu supaya tidak menangis sekaligus memberikan pengertian padanya, untungnya saja Alysa bisa langsung tidak menangis lagi dan kemudian ia dapat kembali bermain seperti sedia kala sebelum Luluk berhasil mengusir Richi dari rumah ini. Setelah Richi sudah pergi dari rumah ini, Luluk dan Boy baru masuk ke dalam rumah.


“Apakah tadi kamu melihat dia datang?” tanya Boy pada Ameena.


“Iya Tuan, saya melihat barusan Richi datang,” jawab Ameena.


“Syukurlah kalau kamu memilih untuk tidak keluar karena tadi dia mencarimu.”


“Saya tidak mau ambil risiko karena sepertinya dia sangat marah sekali tadi ketika datang ke sini dan saya berpikir bahwa ini bukanlah waktu yang tepat untuk bertemu dan membicarakan masalah kami.”


“Keputusan yang sudah kamu ambil sangat tepat Ameena, memang tadi bukanlah waktu yang tepat untuk kalian berdua bicara.”


Selepas kejadian itu, Boy meminta Ameena untuk tidak pergi ke rumah kontrakannya terlebih dahulu karena ia khawatir kalau Ameena kembali ke rumah kontrakan maka Richi bisa saja mendatangi rumah kontrakan tersebut namun Ameena merasa tidak enak untuk tinggal di rumah ini lebih lama lagi.


“Tolong Tuan Boy mau memahaminya.”


Boy nampak menghela napasnya dan kemudian tentu saja mau tak mau mengikuti apa yang Ameena inginkan barusan, Boy mengantarkan Ameena dan Alysa pulang ke rumah kontrakan walaupun Ameena sudah menolaknya.


“Aku melakukan semua ini untuk memastikan kalau kalian berdua aman.”


“Terima kasih banyak, Tuan.”


****


Selepas kejadian kemarin, Ameena jadi mengantarkan Alysa ke sekolah dan nanti saat pulang sekolah ia akan menjemputnya, ia tidak membiarkan Alysa pulang sendirian ke rumah kontrakan saat dirinya masih bekerja di rumah Luluk. Ketika Ameena baru saja selesai mengantarkan Alysa ke sekolah, apa yang tidak ia harapkan terjadi yaitu bertemu dengan Richi. Richi langsung menghadang jalan Ameena dan mengatakan bahwa mereka harus bicara sekarang.


“Maaf akan tetapi saat ini aku harus segera pergi bekerja.”


Namun tentu saja Richi tidak mengizinkan Ameena pergi sebelum mereka bicara, bahkan perdebatan mereka itu menjadi perhatian orang di sekitar yang kebetulan melintas hingga membuat Ameena meminta Richi untuk jangan memancing drama di tempat yang ramai begini.

__ADS_1


“Apa katamu? Siapa yang memancing drama, Ameena? Bukankah kamu yang memancingnya? Aku ingin kita bicara baik-baik namun kamu seperti sengaja membuat semua orang melihat ke arah kita.”


“Aku sudah mengatakan bahwa saat ini aku harus pergi bekerja, aku tidak memiliki waktu untuk bicara denganmu.”


“Jangan alasan kamu Ameena, aku tahu bahwa kamu memiliki waktu untuk bicara denganku namun kamu memilih untuk menghindarinya kan?”


Ameena berusaha melarikan diri dari Richi namun usaha yang dilakukan oleh Ameena sia-sia saja karena Richi sudah menutup semua akses supaya Ameena dapat melarikan diri darinya.


****


Pada akhirnya Ameena pun setuju untuk bicara dengan Richi walaupun dengan sangat terpaksa, ia melakukan ini karena ia ingin secepatnya pergi bekerja di rumah Luluk. Ameena meminta Richi untuk jangan membuang waktunya percuma saat ini karena ia harus pergi, Richi mengatakan bahwa ia tidak akan membuang banyak waktu Ameena asalkan Ameena menjawab dengan jujur semua pertanyaan yang ia ajukan ini.


“Apakah kamu melakukan semua ini akibat hasutan Boy?”


“Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.”


“Kamu memenjarakanku pasti akibat hasutan Boy kan? Pria itu yang menghasutmu untuk menjadi durhaka pada suamimu sendiri?”


bahwa ide semua ini dari Boy yang tidak ingin melihat Ameena terus menderita akibat menjadi korban KDRT oleh Richi. Mendengar ucapan Ameena barusan tentu saja emosi Richi makin menjadi-jadi, ia tak terima kalau rumah tangganya dicampuri oleh orang lain dan orang tersebut adalah Boy.


“Berarti sama saja kamu sebenarnya sudah dipengruhi olehnya Ameena, kenapa kamu mau mendengarkan apa yang ia katakan? Apakah kamu sebenarnya diam-diam masih mencintainya?”


“Aku sudah pernah mengatakan sebelumnya padamu bahwa aku sama sekali tidak pernah mencintai tuan Boy.”


****


Akan tetapi pada kenyataannya justru Richi tentu saja tak memercayai apa yang Ameena katakan, walau Ameena mengatakan kalau ia tidak mencintai Boy namun kenyataannya justru Ameena lebih mendengarkan apa yang Boy


katakan. Ameena berusaha melepaskan diri dari Richi namun pria itu sama sekali tidak mau melepaskannya.


“Di mana kalian sekarang tinggal?”

__ADS_1


“Aku tidak mau mengatakannya padamu.”


“Aku tanya di mana kalian tinggal?!”


Namun Ameena masih bertahan bahwa ia tidak mau mengatakan di mana mereka tinggal yang memancing amarah Richi, Richi tentu saja tak akan melepaskan Ameena sebelum Ameena mau menjawab di mana mereka tinggal.


Sekuat apa pun Ameena berusaha melepaskan diri dari Richi usahanya itu sia-sia saja karena tenaga yang dimiliki oleh Richi lebih kuat darinya. Pada akhirnya Richi membawa paksa Ameena pulang ke rumahnya walaupun Ameena tak menyetujuinya.


“Apa-apaan ini? Kenapa kamu membawaku ke sini?”


“Jangan menjadi istri yang durhaka, Ameena. Kamu seharusnya tinggal di rumah ini dan menjadi istri yang baik bukan malah bekerja untuk pria kurang ajar itu!”


Ameena berusaha keluar dari rumah namun sayangnya pintu rumah sudah dikunci oleh Richi hingga membuat Ameena tak dapat melakukan apa pun saat ini.


“Apa yang harus aku lakukan?”


****


Sementara itu di rumah Luluk, nampak wanita itu merasa heran karena Ameena belum juga tiba padahal harusnya Ameena sudah tiba di rumah ini sejak 2 jam yang lalu. Luluk mencoba menghubungi nomor Ameena namun


sayangnya nomor Ameena tidak aktif dan hal tersebut tentu saja menjadi pertanyaan untuknya.


“Kenapa nomornya tidak aktif?”


Luluk kemudian mencoba kembali menghubungi nomor Ameena hingga beberapa kali namun jawaban yang sama ia dapatkan.


“Sebenarnya dia itu kenapa, sih?”


Luluk pun menelpon Boy untuk mengadukan kelakuan Ameena hingga membuat Boy terkejut bukan main saat tahu bahwa Ameena tidak datang hari ini tanpa kabar.


“Aku akan segera mencari tahu di mana Ameena, Ma. Tenang saja.”

__ADS_1


__ADS_2