
Ameena yang penasaran dengan siapa gerangan yang datang pun segera pergi ke pintu untuk melihat siapa tamu yang datang berkunjung saat ini dan ketika ia membuka pintu rupanya orang yang berkunjung saat ini adalah Pamungkas, tentu saja Ameena terkejut dan tak menyangka kalau mantan suami Luluk ini yang datang berkunjung ke rumahnya.
“Tuan?”
“Apa kabarmu Ameena?”
“Saya baik Tuan, silakan masuk.”
Pamungkas yang sudah dipersilakan masuk oleh Ameena pun kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah wanita tersebut dan kini ia duduk di ruang tamu, Ameena sendiri mengatakan ingin mengambilkan minuman untuk Pamungkas namun pria ini mengatakan bahwa ia tidak akan lama-lama di sini jadi Ameena tak perlu repot-repot untuk mengambilkan minum.
“Jadi begini Ameena, kamu pasti penasaran kan kenapa aku bisa sampai datang ke sini?”
“Iya Tuan, kalau saya boleh tahu apa yang membuat Tuan sampai datang ke sini?”
Pamungkas tidak langsung menjawab pertanyaan dari Ameena akan tetapi pria itu nampak menghela napasnya terlebih dahulu sebelum akhirnya memberitahu Ameena bahwa ia datang ke sini secara khusus karena ingin
bicara mengenai Boy.
“Tuan Boy?”
“Iya Ameena, yang aku dengar adalah Boy sering sekali datang ke sini dan mengganggumu, ya?”
“Tidak bukan seperti itu Tuan, tuan Boy memang sering datang ke sini namun dia bukan menggangguku.”
“Lantas apa yang dia lakukan padamu kalau memang bukan mengganggumu?”
Ameena jadi kebingunangan sendiri mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Pamungkas barusan sementara Pamungkas diam sejenak dan mengatakan pada Ameena bahwa saat ini Pamungkas ingin sekali Ameena mempertimbangkan ucapan Boy.
“Maksud Tuan?”
“Boy sudah menceritakan semuanya padaku mengenai dia yang begitu mencintaimu dan ingin sekali menikah denganmu.”
__ADS_1
Ameena terdiam mendengar ucapan Pamungkas barusan, ia sudah menduga bahwa pasti cepat atau lambat Boy akan memberitahukan ini pada Pamungkas dan benar saja apa yang selama ini dipikirkan oleh Ameena.
“Saya mohon padamu untuk mempertimbangkannya baik-baik.”
****
Keesokan harinya Ameena datang ke rumah Luluk untuk bekerja dan Boy menyambutnya di pintu, Ameena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bicara dulu dengan Boy sebelum ia melakukan pekerjaannya hari ini. Boy yang mendengar Ameena ingin bicara dulu sebentar dengannya tentu saja bahagia bukan main, ia sama sekali tidak menolak ajakan Ameena barusan yang ingin bicara dengannya. Mereka berdua pun kemudian bicara sebentar di teras rumah, Ameena nampak tak mau banyak basa-basi dan mengatakan pada Boy untuk jangan mengganggunya lagi dengan meminta bantuan papanya untuk membujuk supaya mau menikah dengannya.
“Apa maksudmu Ameena?”
“Kemarin tuan Pamungkas datang ke rumah dan beliau membujuk saya untuk mau menerima anda sebagai suami saya.”
“Ameena aku ….”
“Tuan Boy, saya menghormati anda sebagai ayah dari Alysa namun kalau anda memaksakan kehendak anda untuk menikah dengan saya maka saya tidak akan dapat menerima itu.”
Selepas mengatakan hal tersebut Ameena langsung pergi begitu saja meninggalkan Boy yang terdiam dan tak percaya dengan obrolan singkat mereka barusan, Boy nampak menghela napasnya frustasi karena rencananya
“Sekarang yang ada justru Ameena makin membenciku, bagaimana bisa aku menikah dengan Ameena kalau wanita itu malah berbalik membenciku begini?” lirihnya dan kemudian Boy pun masuk ke dalam rumah.
****
Luluk memerhatikan Boy yang nampak berbeda pagi ini dibanding hari kemarin, Luluk pun bertanya pada Boy mengenai apa yang terjadi pada putranya ini, Boy pun mengatakan semuanya pada Luluk mengenai hubungannya
dengan Ameena yang sedang tidak baik-baik saja. Luluk menghela napasnya panjang dan kemudian mengatakan pada Boy bahwa lebih baik menghentikan semua ini.
“Ameena sama sekali tidak mencintaimu dan kamu harus dapat menerima itu, Boy.”
“Mama mengatakan itu karena Mama membenci Ameena kan?”
“Mama sama sekali tidak membenci Ameena, Mama mengatakan itu karena Mama peduli padamu dan Mama tak mau kamu sakit hati akibat penolakan berulang kali yang Ameena lakukan.”
__ADS_1
Boy tidak mau mendengarkan penjelasan Luluk barusan yang mana menurutnya semua penjelasan Luluk tersebut tidak masuk akal, Boy memilih untuk pergi meninggalkan Luluk walaupun Luluk sudah berusaha untuk memanggilnya namun Boy tetap saja tak mau menoleh dan terus saja berjalan meninggalkan Luluk.
“Boy, kenapa kamu masih saja mau menyiksa dirimu untuk wanita seperti Ameena?” lirih Luluk.
Luluk kemudian mencoba untuk mengikuti ke mana perginya Boy, Luluk tiba di halaman belakang rumah dan tidak sengaja mendengar percakapan Boy dengan seseorang lewat telepon dan setelah Luluk dengarkan dengan seksama lagi, Luluk nampak terkejut karena rupanya orang yang sedang bertelepon dengan Boy adalah mantan suaminya.
****
Pamungkas nampak terkejut dan tak menyangka bahwa selepas ia bertelepon dengan Boy, mantan istrinya mengirimkan pesan dan mengajaknya untuk bertemu saat ini, tentu saja Pamungkas sama sekali tidak menolak ajakan sang mantan istri untuk bertemu. Luluk sudah mengirimkan alamat di mana mereka akan bertemu saat ini. Pamungkas segera menuju lokasi di mana Luluk berada dan ketika ia tiba di sana nampak Luluk sudah menunggunya dan tanpa membuang waktu Pamungkas menghampiri Luluk yang tengah duduk seorang diri
menunggu kedatangannya ini.
“Maaf sudah membuatmu menunggu lama, Luluk.”
Luluk hanya melirik sebentar ke arah mantan suaminya sebelum ia kembali memalingkan wajahnya, tentu saja sikap Luluk yang seperti ini membuat Pamungkas heran, sebenarnya apa yang Luluk inginkan, kenapa Luluk
bersikap ketus dan memalingkan wajah ketika bertemu dengannya padahal sebelumnya dia sendiri yang meminta bertemu dengannya.
“Apa yang membuatmu memintaku datang ke sini? Tidak mungkin kalau kamu memintaku datang ke sini hanya untuk saling diam begini kan?”
Luluk menghela napasnya panjang sebelum ia memberanikan diri untuk berbicara dengan mantan suaminya yang sudah membuatnya kesal bukan main, Luluk mengatakan pada Pamungkas untuk jangan ikut campur dalam masalah yang sedang Boy alami saat ini.
“Boy? Kenapa memangnya?”
“Kamu sedang mencari perhatiannya kan? Jangan lakukan itu.”
****
Nandhita merasa bahwa hubungannya dengan Jose memang sudah jauh lebih baik jika dibandingkan sebelumnya bahkan Jose sendiri mengatakan lusa dia akan pindah ke kota ini dan mencari pekerjaan di kota ini. Nandhita tidak tahu apa motivasi sebenarnya Jose datang ke kota ini dan mendekatinya setelah apa yang terjadi pada mereka di masa lalu, akan tetapi sikap Jose yang kembali manis dan menyenangkan seperti sebelum semua kebohongannya terbongkar membuat Nandhita menjadi nyaman dengan pria itu akan tetapi tentu saja Nandhita tidak memungkiri bahwa dirinya takut kalau ini adalah upaya Jose untuk melakukan sesuatu hal yang buruk padanya. Hari ini
adalah hari di mana Jose pindah ke kota ini dan pria itu mengatakan akan tinggal sementara di hotel sampai ia mendapatkan pekerjaan dan Nandhita menjemputnya di terminal bus saat ini.
__ADS_1
“Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.”