Cinta Ameena

Cinta Ameena
Menolak Menikah


__ADS_3

Boy tentu saja terkejut dengan apa yang Luluk katakan barusan, ia sama sekali tidak menyangka bahwa Luluk malah memintanya untuk berhenti dan tidak lagi mengejar Ameena padahal Luluk sendiri mengetahui bahwa


Alysa adalah cucu kandungnya.


“Bagaimana bisa Mama mengatakan hal itu padaku?”


“Mama mengatakan ini demi kebaikanmu sendiri Boy, kamu bisa tetap menjadi papanya Alysa namun tidak dengan menikahi Ameena.”


“Mama mengatakan hal ini karena sebenarnya Mama tidak menyukai Ameena kan?”


Luluk menghela napasnya panjang sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Boy barusan, Luluk mengakui bahwa ia memang tidak menyukai Ameena namun bukan berarti dia menolak Alysa sebagai cucunya.


“Alysa tetaplah cucuku dan aku menerima Alysa sebagaimana mestinya karena dia adalah darah dagingmu namun kamu tidak dapat memaksa Ameena untuk mau menikah denganmu kalau memang dia tidak mau melakukannya.”


Boy nampak begitu kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Luluk barusan, Boy memilih untuk pergi meninggalkan Luluk dengan perasaan yang berkecamuk, Luluk sendiri telah berusaha untuk menghentikan Boy namun sayangnya saat ini Boy memang membutuhkan waktu untuk sendiri hingga Boy tidak mau diganggu oleh siapa pun. Boy melajukan kendaraannya tak tentu arah hingga akhirnya ia berhenti di sebuah taman dan kemudian pergi menghampiri sebuah danau buatan yang mana di sana nampak pria itu hanya berdiri diam menatap tenangnya air danau sambil memikirkan apa yang mamanya katakan barusan padanya.


“Kenapa mama mengatakan hal itu padaku? Bukankah seharusnya mama mendukung yang menjadi keputusanku karena Ameena adalah ibu dari Alysa yang merupakan cucunya?”


Boy tentu saja sedih dengan penolakan yang dilakukan oleh Luluk pada Ameena, akan tetapi Boy berusaha tidak menyerah begitu saja untuk dapat menikahi Ameena dan membuktikan pada wanita itu bahwa memang berdua


layak untuk bersanding di atas pelaminan.


“Mungkin dulu aku pernah kalah dengan Richi akan tetapi setelah sekarang Richi tidak ada maka Ameena harus menjadi milikku.”


****


Luluk menantikan Boy pulang ke rumah dengan raut wajah sedih sekaligus cemas, ia tidak mau sesuatu hal yang buruk terjadi pada Boy saat ini apalagi tadi Boy pergi keluar rumah dengan kondisi hati yang tidak baik-baik saja dan hal tersebut tentu saja membuat Luluk yang merupakan seorang ibu menjadi lebih risau dari biasanya.


“Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi pada Boy.”


Doa Luluk terwujud karena tidak lama kemudian Boy kembali ke rumah dan tidak terjadi hal apa pun padanya, Luluk tentu saja sangat bersyukur karena tidak ada hal yang buruk menimpa putranya. Ketika Luluk bertanya dari mana saja Boy barusan namun Boy sama sekali tidak menjawab pertanyaan Luluk tersebut. Luluk hanya dapat menghela napasnya melihat kelakuan Boy yang seperti itu, ia paham bahwa saat ini Boy masih membutuhkan waktu untuk dapat menerima keputusan yang telah Luluk ambil dan Luluk sendiri juga berharap kalau Boy tidak memaksakan kehendaknya untuk dapat menikahi Ameena. Luluk hendak pergi ke kamarnya dan beristirahat namun ia mendengar suara ribut dari luar pagar yang mana ia mengenali suara ribut tersebut yang berasal dari


Cassandra.

__ADS_1


“Mau apa lagi wanita itu datang ke sini,” gumam Luluk.


Namun Luluk sama sekali tidak ada niatan untuk membuat Cassandra bisa masuk ke dalam rumah ini melainkan Luluk malah berjalan menuju kamarnya dan beristirahat di sana.


****


Cassandra sudah diperintahkan oleh papanya untuk tidak lagi mengejar-ngejar Boy lagi namun tentu saja Cassandra tidak mau melakukan hal tersebut karena ia sangat mencintai Boy dan ia sangat tidak rela jika pada


akhirnya Boy akan bersanding dengan orang lain apalagi orang itu adalah Ameena.


“Kenapa kamu tidak mengizinkanku untuk masuk ke dalam?”


“Karena ini adalah perintah, tolong anda pergi saja.”


“Kamu tidak tahu siapa aku?”


“Saya tahu siapa anda, namun saat ini anda tidak boleh masuk dan tolong anda pergi saja dari sini.”


Cassandra nampak begitu murka karena rupanya satpam ini masih saja tidak memperbolehkan dirinya masuk ke dalam rumah, Cassandra tidak menyerah begitu saja karena kini wanita itu mencoba untuk menghubungi Luluk


“Bagaimana bisa hal ini terjadi? Kenapa tidak aktif?” gumam Cassandra.


Cassandra mencoba berkali-kali menelpon nomor ponsel Luluk namun hasilnya tetap saja sama, Luluk tidak menjawab telepon darinya. Sementara itu satpam sendiri langsung meminta Cassandra untuk segera pergi dari sini.


“Silakan anda pergi saja dari sini.”


Cassandra menghela napasnya kesal namun sebelum pergi dari rumah ini, Cassandra sempat mengatakan bahwa ia akan kembali lagi ke sini.


****


Cassandra tiba di rumah dan papanya sudah tahu apa yang barusan Cassandra lakukan, tentu saja papanya tidak akan tinggal diam setelah apa yang Cassandra lakukan di rumah Luluk barusan.


“Kamu dari mana saja?”

__ADS_1


“Itu bukan urusan Papa.”


Mendengar jawaban Cassandra barusan membuat papanya kesal bukan main, papanya mengatakan pada Cassandra bahwa harusnya Cassandra menuruti apa yang papanya katakan namun Cassandra mengatakan bahwa ia mencintai Boy dan hanya Boy yang ingin ia nikahi.


“Berhenti bicara omong kosong seperti itu Cassandra.”


“Apa yang Papa bicarakan sebagai omong kosong? Aku bicara


apa yang aku inginkan dan seharusnya Papa mengerti akan hal itu.”


Papanya nampak menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Cassandra barusan, setelahnya papanya mengatakan bahwa Cassandra harus ikut dengannya sekarang juga namun tentu saja Cassandra menolaknya.


“Papa ingin membawaku ke mana?”


“Tentu saja Papa ingin mengenalkanmu pada pria yang akan menjadi calon suamimu.”


Sontak saja Cassandra terkejut dan ia menggelengkan kepalanya melawan atas apa yang papanya barusan perintahkan, Cassandra mengatakan bahwa ia tidak akan mau pergi ke mana pun atau menikah dengan siapa


pun kecuali dengan Boy.


“Berhenti bersikap keras kepala dan turuti apa yang menjadi perintahku.”


“Tidak, sampai kapan pun aku tidak akan mau menuruti apa yang Papa perintahkan, harusnya Papa paham bahwa aku hanya mencintai Boy.”


****


Luluk mendatangi rumah kontrakan Ameena hari ini dan kedatangan Luluk itu membuat Ameena terkejut bukan main, Ameena mempersilakan Luluk untuk masuk ke dalam rumahnya dulu sebelum mereka bicara empat mata. Selepas mereka masuk ke dalam, barulah Ameena memberanikan diri untuk bertanya pada Luluk mengenai apa maksud dan tujuan Luluk datang ke rumahnya saat ini.


“Baiklah, aku tidak akan basa-basi denganmu, aku langsung masuk pada intinya saja, aku dengar Boy ingin sekali menikahimu, ya?”


“Iya Nyonya, tuan Boy memang mengatakan hal tersebut padaku.”


“Lalu bagaimana keputusanmu mengenai permintaan Boy barusan?”

__ADS_1


“Saya menolaknya Nyonya, saya tidak dapat menikah dengan Tuan Boy.”


“Itu keputusan yang bagus karena aku pun tidak setuju kalian menikah.”


__ADS_2