Cinta Ameena

Cinta Ameena
Tolong Jangan Pergi


__ADS_3

Nandhita sengaja mendatangi Ameena ke dalam toilet setelah ia tahu tadi Ameena pergi selepas acara ijab kabul antara dirinya dan Hanif baru saja selesai digelar, Ameena sendiri nampak begitu terkejut ketika melihat Nandhita muncul di depannya dengan sebuah seringai jahat. Ameena tentu saja merasa tak nyaman dengan semua ini namun Nandhita menghalangi jalan Ameena untuk keluar.


“Tolong menyingkir, aku mau keluar.”


“Apa katamu barusan? Menyingkir? Tentu saja aku tidak akan menyingkir dari sini, bagaimana perasaanmu Ameena?”


“Aku tidak mau membahas itu.”


Nandhita nampak tak suka dengan jawaban yang Ameena berikan barusan, ia pun kemudian mendorong Ameena untuk mengatakan yang sejujurnya padanya mengenai apa yang tengah ia rasakan saat ini selepas menyaksikan acara ijab kabul antara Hanif dan Nandhita.


“Kenapa kamu tak mau mengatakan yang sejujurnya Ameena?”


Ameena merasa tak nyaman dengan pertanyaan Nandhita barusan dan ia selalu saja berusaha untuk mengelak namun Nandhita terus saja memaksa supaya Ameena mau mengatakan yang sejujurnya padanya.


“Kenapa kamu tak mau menjawab pertanyaanku Ameena? Apakah takut kalau pembicaraan kita berdua terdengar oleh Boy?”


Boy yang memang sejak tadi menanti Ameena di depan toilet tentu saja mendengar semua percakapan yang tengah Ameena dan Nandhita lakukan di dalam sana, sejujurnya Boy nampak terkejut ketika Ameena dipaksa oleh


Nandhita untuk mengatakan yang sejujurnya apa yang tengah ia rasakan setelah acara ijab kabul tersebut hingga akhirnya ketika Boy hendak membuka pintu toilet tersebut, sesuatu ia dengar dari mulut Ameena.


“Baiklah, aku memang tidak suka melihat dan menyaksikan ijab kabulmu dengan mas Hanif, itu kan yang kamu inginkan?”


Nandhita nampak menyeringai mendengar jawaban Ameena barusan, ia pun kemudian menyingkir dari depan Ameena supaya wanita itu dapat keluar namun ketika Ameena membuka pintu toilet tersebut ia dibuat terkejut


karena melihat Boy tengah berdiri tepat di depan sana. Boy sendiri juga nampak tak menyangka kalau Ameena sudah selesai bicara dengan Nandhita, Ameena nampak menanyakan sejak kapan Boy ada di depan sini.


****


Ameena dan Boy kemudian bicara di depan gedung tempat di mana acara tersebut berlangsung, sejak tadi Boy sama sekali tidak mengatakan apa pun pada Ameena hingga membuat Ameena begitu yakin bahwa Boy pasti telah


mendengar sesuatu dari percakapan yang terjadi di antara dirinya dan Nandhita barusan.


“Tuan, sebenarnya sudah sejak kapan Tuan ada di depan sana?”


Namun Boy tidak menjawab pertanyaan dari Ameena barusan hingga membuat Ameena yakin kalau sebenarnya Boy sudah berdiri di depan sana sejak lama dan pasti Boy mendengar semua percakapan yang terjadi di antara

__ADS_1


dirinya dan Nandhita.


“Tuan, saya minta maaf kalau memang Tuan mendengar semua yang kami bicarakan di toilet tadi.”


“Kenapa kamu harus meminta maaf, Ameena?”


“Karena saya sudah menyakiti Tuan, saya sudah mengatakan kalau saya tidak mencintai Tuan namun karena keadaannya seperti ini maka saya harus mengambil keputusan ini.”


“Apakah kamu ingin membatalkan keputusan ini, Ameena?”


Ameena menggelengkan kepalanya, ia mengatakan pada Boy bahwa ia tak akan menarik kembali keputusan yang sudah ia ambil, ia meminta Boy untuk memaafkannya dan Ameena mengatakan bahwa ia akan segera melupakan Hanif dari hatinya dan akan mengganti pria itu dengan Boy.


“Saya tidak tahu kapan itu akan terjadi, tapi saya akan melakukan itu.”


****


Nandhita begitu bahagia bukan main menghabiskan malam pertamanya dengan Hanif sebagai pasangan sah, akan tetapi hal lain yang membuat Nandhita bahagia adalah ekspresi yang ditunjukan oleh Ameena dan kejujuran


Ameena padanya saat Boy tengah menguping pembicaraan mereka tanpa Ameena ketahui.


“Kamu sedang membicarakan siapa?” tanya Hanif yang membuat Nandhita sontak saja menoleh ke arah Hanif.


“Aku sedang membicarakan Ameena,” jawab Nandhita santai.


Hanif tentu saja penasaran dengan apa yang terjadi pada Ameena hingga ia bertanya pada Nandhita, reaksi berlebihan yang Hanif berikan ketika ia mengatakan soal Ameena membuat Nandhita jadi curiga sebenarnya apa yang terjadi pada suaminya ini.


“Kok sepertinya kamu sangat ingin tahu sekali ketika aku mengatakan bahwa ini menyangkut soal Ameena? Apakah kamu memang diam-diam masih mencintainya?”


“Kenapa sih kamu tak dapat mempercayaiku? Bukankah aku sudah berulang kali mengatakan padamu bahwa cintaku hanya untuk Salsabila dan wanita itu bukan siapa-siapa untukku, aku menikah dengan Ameena atas desakan Salsabila dan kamu tahu itu kan?”


Nandhita menganggukan kepalanya, sepertinya memang dirinya yang terlalu posesif pada Hanif hingga dapat berpikiran yang tidak-tidak pada suaminya ini.


“Tadi aku dan Ameena membicarakan soal bagaimana perasaannya setelah kita menikah dan jawabannya sungguh membuatku bahagia.”


****

__ADS_1


Hubungan Boy dan Ameena menjadi agak sedikit renggang selepas acara pernikahan Nandhita dan Hanif hingga rupanya Luluk mencium ada yang tidak beres dengan mereka berdua. Luluk pun segera bertanya pada Ameena


sebenarnya apa yang terjadi pada mereka berdua namun Ameena masih berusaha menyembunyikan mengenai hal itu dari Luluk.


“Kami baik-baik saja Nyonya.”


“Kamu bisa saja mengatakan kalau kalian baik-baik saja, akan tetapi dari sudut pandangku bahwa sebenarnya ada masalah yang sedang terjadi di antara kalian.”


“Kami baik-baik saja Nyonya, sungguh.”


“Ameena, aku ini seorang wanita sama sepertimu dan aku ini memiliki perasaan yang peka hingga dapat mendeteksi kalau ada sesuatu hal yang salah dari kalian berdua, kenapa kamu masih mencoba untuk menyembunyikan semua ini dariku, Ameena?”


Ucapan Luluk barusan membuat Ameena terpojok dan ia tak dapat lagi mengelak kalau memang ada sesuatu yang terjadi di antara dirinya dan Boy selepas acara pernikahan Nandhita dan Hanif berlangsung.


“Kamu tidak mau mengatakan yang sejujurnya padaku, Ameena?”


Ameena pun akhirnya memilih untuk mengatakan yang sejujurnya pada Luluk karena memang ia sudah tidak memiliki opsi lain untuk tidak jujur pada Luluk. Luluk sendiri nampak mendengarkan cerita Ameena hingga


ia dapat mengetahui kenapa sekarang hubungan Boy dan Ameena sedikit renggang.


****


Cassandra menghampiri Boy yang tengah termenung seorang diri di kursi taman, Boy tidak lama lagi akan bernyanyi di sebuah café sebagai pengisi musik di sana dan sekarang belum saatnya ia tampil maka Boy memilih untuk menunggu di taman dekat café tersebut akan tetapi justru Cassandra muncul dan membuat mood-nya seketika memburuk.


“Boy.”


“Mau apa kamu datang ke sini?”


“Tentu saja aku datang ke sini untuk menyaksikan penampilanmu.”


“Bukankah kamu memiliki pekerjaan? Untuk apa kamu menghabiskan waktumu untuk menyaksikan penampilanku dan meninggalkan pekerjaanmu?”


“Kamu sudah tahu jawabanku, Boy. Kenapa kamu masih menanyakan itu?”


Boy nampak tertawa kecil mendengar jawaban yang Cassandra berikan dan ia hendak pergi meninggalkan wanita itu namun Cassandra buru-buru menghadangnya supaya jangan pergi.

__ADS_1


“Tolong kamu jangan pergi, Boy.”


__ADS_2