
Luluk mendengar suara ribut dari luar rumah dan ia langsung melihat untuk memastikan apakah yang sebenarnya terjadi di luar rumahnya, ketika ia keluar rumah itulah nampak Boy dan Richi yang tengah memperdebatkan
sesuatu.
“Ada apa ini? Kenapa ribut sekali?”
“Pria ini, dia masih tak percaya kalau aku dan Ameena akan segera menikah,” jawab Boy.
“Tentu saja aku tak akan percaya, kamu sama sekali bukan orang yang Ameena cinta,” ujar Richi.
“Dan apakah Ameena mencintaimu?” seringai Boy yang membuat Richi geram.
Luluk meminta Richi untuk pergi sebelum ia meminta satpam menyeretnya keluar dari sini, Richi memutuskan untuk pergi dari rumah ini namun sebelum ia pergi nampak Richi mengatakan bahwa ia tidak akan menyerah
untuk mendapatkan Ameena.
“Kamu tunggu dan lihat saja nanti.”
Selepas Richi pergi nampak Boy menertawakan apa yang Richi katakan barusan, tentu saja hal tersebut sangat tidak akan pernah mungkin terjadi karena pernikahannya dengan Ameena sudah ada di depan mata.
“Pria itu benar-benar,” ujar Luluk.
“Sudahlah Ma, kita tak perlu memikirkannya toh tidak lama lagi aku dan Ameena akan menikah,” ujar Boy.
“Iya, apa yang kamu katakan itu benar Nak, kita tak perlu merisaukan dia,” ujar Luluk.
Boy dan Luluk pun kemudian masuk ke dalam rumah sementara itu Boy mencari di mana Ameena berada di seluruh penjuru rumah yang kemudian akhirnya ia menemukan Ameena yang tengah berada di dapur menyiapkan makan siang untuk mereka.
“Ameena.”
“Tuan Boy? Apakah Richi sudah pergi?”
“Iya, dia sudah pergi.”
“Syukurlah kalau begitu.”
Boy masih diam di tempatnya dan memerhatikan apa yang sedang Ameena lakukan saat ini hingga membuat wanita itu menjadi salah tingkah dengan apa yang sedang Boy lakukan ini.
“Kenapa Tuan masih di sini? Apakah Tuan sudah lapar?”
“Tidak, aku hanya ingin memerhatikan bagaimana caramu memasak karena masakan yang kamu buat selalu saja enak.”
__ADS_1
“Tuan ini bisa saja dalam memuji saya.”
“Aku serius Ameena.”
****
Richi nampak misuh-misuh dengan kenyataan yang baru saja ia dapatkan dari Boy dan Ameena, ia tak menyangka kalau Ameena memilih untuk menikah dengan Boy tanpa cinta. Ia tahu persis bahwa Ameena bukanlah
wanita yang gampang silau dengan harta, akan tetapi kenapa Ameena memutuskan untuk menerima pernikahan itu walaupun tidak mencintai Boy?
“Ini masih menjadi tanda tanya untukku, apa yang sebenarnya Ameena inginkan dari Boy? Kenapa dia mau menikah dengan pria itu?”
Ketika Richi masih memikirkan segala kemungkinan yang membuat Ameena menerima pernikahan Boy muncul sosok Cassandra yang menghampirinya saat ia hendak mampir ke rumah Boy namun wanita itu secara tak
sengaja mendengar ucapan Richi yang menyebut nama Ameena.
“Permisi, kamu kenal dengan Ameena?”
Richi sontak saja menoleh ke arah Cassandra, pria itu memerhatikan Cassandra dari ujung rambut hingga sepatu yang ia kenakan dan Cassandra pun berdehem untuk membuat Richi fokus pada wajahnya saja.
“Aku minta maaf, iya aku memang mengenal Ameena.”
“Ameena dulu adalah mantan kekasihku.”
“Oh benarkah? Menarik sekali.”
“Kamu sendiri siapa?”
“Aku adalah wanita yang dijodohkan oleh orang tuaku untuk menikah dengan Boy.”
“Apa maksudmu? Bukankah Boy akan menikah dengan Ameena?”
Mendengar ucapan Richi barusan membuat Cassandra jengkel, ia mengatakan pada Richi bahwa ia akan membatalkan pernikahan Ameena dan Boy bagaimanapun caranya.
****
Pada akhirnya Cassandra mengajak Richi untuk bicara di sebuah café yang letaknya tidaklah jauh dari rumah Boy. Di sana Cassandra mengajak Richi untuk bekerja sama dengannya dalam membatalkan pernikahan Ameena dan Boy akan tetapi Richi nampak masih ragu dengan ide yang dikeluarkan oleh Cassandra barusan.
“Sepertinya kamu tidak terlalu bersemangat mendengar ideku, apa yang terjadi padamu?”
“Bukan apa-apa, hanya saja… aku merasa tidak akan sejahat itu sampai menghancurkan kebahagiaan orang yang aku cintai.”
__ADS_1
Cassandra nampak tak percaya dengan apa yang Richi katakan barusan, tentu saja wanita itu tidak kehilangan akal untuk membuat Richi mau bekerja sama dengannya dengan mengatakan bahwa Ameena sama sekali
tidak mencintai Boy dan inilah kesempatan supaya Richi dan Ameena bisa kembali seperti dulu lagi.
“Boy yang mencintai Ameena, dia menggunakan kekuasaan dari keluarganya yang kaya raya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan termasuk Ameena, bukankah kamu tahu itu?”
“Iya aku tahu bahwa memang Ameena tak mencintai Boy akan tetapi rasanya aku sendiri tidak yakin kalau Ameena mau menikah denganku.”
“Kamu harus yakin kalau Ameena mau menikah denganmu dan aku tahu bagaimana cara untuk membuat semua itu terjadi.”
“Apa maksudmu?”
“Kamu tahu kan aku memiliki seribu satu cara untuk membuat apa pun yang aku inginkan terwujud, jadi bagaimana apakah kamu mau menerima tawaranku?”
****
Cassandra menunggu di dalam mobilnya dan memerhatikan Ameena yang baru saja keluar dari sebuah toko laundry karena tadi Luluk meminta Ameena mengambilkan pakaiannya di tempat itu dan tak lama kemudian ada dua pria asing yang langsung menghampiri Ameena dan salah satunya mengeluarkan sapu tangan yang mana langsung membekap mulut serta hidung Ameena hingga wanita itu tak sadarkan diri.
“Bagus sekali,” seringai Cassandra yang melihat Ameena sudah pingsan dan kemudian dua orang itu membawa Ameena masuk ke dalam mobilnya.
Cassandra langsung melajukan mobilnya menuju sebuah hotel yang mana di sana sudah ada Richi yang menunggunya, Cassandra dengan bantuan orang suruhannya membawa Ameena menuju kamar hotel di mana Richi sudah menunggu.
“Sekarang giliranmu Richi, lakukan seperti apa yang aku perintahkan dan jangan sia-siakan kesempatan ini karena selepas ini Ameena akan langsung menjadi milikmu.”
“Baiklah, aku akan melakukannya.”
Cassandra nampak menyeringai dan kemudian ia beserta orang suruhannya keluar kamar itu untuk memberikan Richi privasi dalam menjalankan tugasnya. Richi sendiri nampak menatap Ameena yang ditidurkan di ranjang dengan tak sadarkan diri, ia sendiri nampak bingung apakah ia harus melakukan ini atau tidak.
“Maafkan aku Ameena, akan tetapi aku harus melakukannya,” lirihnya.
****
Boy nampak gelisah sekali karena sampai saat ini Ameena belum juga kembali ke rumah, ia mencari ke tempat laundry namun di sana ia tak menemukan Ameena hingga seseorang mengirimnya pesan yang mengatakan jika
Boy ingin mencari Ameena maka ia harus pergi ke sebuah hotel karena akan menemukan sebuah kejutan.
“Apa-apaan ini?”
Boy mencoba untuk menelpon nomor itu namun sayangnya nomornya sama sekali tidak aktif, ia pun bergegas menuju hotel yang dimaksud oleh orang yang mengirim pesan tersebut. Sesampainya di sana Boy langsung menuju kamar yang diberikan di pesan tersebut, Boy nampak tergesa-gesa menggedor pintu itu dan tak lama kemudian pintu terbuka dan memperlihatkan Richi yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang saja terkejut melihat kehadiran Boy di sini.
“Apa yang kamu lakukan di sini?”
__ADS_1