Cinta Ameena

Cinta Ameena
Masih Berusaha


__ADS_3

Cassandra nampak tak percaya dengan apa yang Luluk katakan padanya barusan, Luluk mengatakan bahwa ia tidak dapat membantu apalagi memaksakan supaya Boy bisa berakhir dengannya padahal sebelumnya Cassandra


begitu didukung untuk menjalin hubungan dengan Boy oleh Luluk dan juga Pamungkas.


“Bagaimana bisa Tante melakukan hal ini padaku?”


“Maaf sayang, akan tetapi Tante tidak dapat memaksakan Boy untuk memilihmu kalau memang dia tidak mau.”


Cassandra nampak kecewa dengan ucapan Luluk barusan, ia pun kemudian berpamitan pada Luluk untuk pulang ke rumah. Selepas Cassandra pulang nampak Luluk menghela napasnya, ia melakukan semua ini demi rencananya untuk membuat Boy dan Ameena bisa dekat dan kemudian berakhir dengan pernikahan yang pada akhirnya tentu saja ia akan mulai menjalankan rencananya selepas Boy dan Ameena menikah. Nandhita yang melihat Cassandra keluar dari dalam rumah dengan tergesa-gesa tentu saja penasaran dengan apa yang terjadi, ia kemudian bertanya pada Luluk apa yang terjadi pada wanita itu dan kemudian Luluk pun menjelaskan pada Nandhita apa yang terjadi barusan.


“Jadi Tante mengatakan padanya bahwa mengizinkan Boy untuk menikah dengan Ameena?”


“Tentu saja, Tante kan tidak dapat memaksakan diri bahwa Boy harus mengikuti permintaan Tante.”


Nandhita nampak menoleh ke sekeliling dan ia menemukan Ameena di sana yang sedang melakukan pekerjaaannya membersihkan rumah, Nandhita kemudian berpura-pura tidak setuju dengan apa yang Luluk lakukan ini dan Luluk pun masih berpura-pura membela keputusan Boy yang ingin menikah dengan Ameena.


“Kamu pasti senang kan Ameena?” tanya Nandhita pada Ameena yang terkejut ketika ia tengah melakukan pekerjaannya namun tiba-tiba saja wanita ini malah bertanya padanya.


“Maaf?”


Nandhita menghampiri Ameena dan kemudian ia mengatakan pada Ameena untuk jangan senang dulu karena ia akan pastikan kalau setelah ini Ameena akan mendapatkan hal yang buruk dalam hidupnya.


“Tunggu dan lihat saja apa yang dapat aku lakukan padamu,” ujar Nandhita sebelum akhirnya ia pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Ameena.


****


Luluk bicara dengan Boy lebih intens supaya anaknya ini lebih cepat mendekati Ameena, Luluk mengatakan bahwa Richi sudah mulai sering datang ke sini untuk merebut hati Ameena dan tentu saja Boy merasa cemburu


mendengar ucapan mamanya dan ia pun mengamini apa yang Luluk katakan bahwa seharusnya memang dirinya bisa lebih cepat dalam mendekati Ameenaa dan mengikat wanita ini sebagai pasangan hidupnya.


“Ameena.”


“Tuan Boy?”


“Bolehkah kita bicara sebentar saja?”


“Tapi saat ini saya tengah bekerja.”


“Tolong Ameena, hanya sebentar saja.”


Ameena nampak menghela napasnya panjang sebelum akhirnya ia pun bertanya pada Boy mengenai apa yang ingin dikatakan oleh pria ini, Boy pun kemudian bertanya pada Ameena mengenai apa yang tadi dikatakan


oleh ibunya mengenai Richi.

__ADS_1


“Apakah itu semua benar, Ameena?”


“Iya Tuan, memang beberapa kali Richi datang ke sini namun saya tidak menanggapinya.”


“Syukurlah kalau begitu, akan tetapi kamu apakah masih tertarik padanya?”


“Saya sudah mengatakan pada Tuan bahwa saya tidak tertarik padanya, tolong Tuan jangan bertanya soal itu lagi pada saya.”


“Baiklah, aku minta maaf kalau memang membuatmu tidak nyaman dengan pertanyaan itu, akan tetapi Ameena bisakah kamu membuka hatimu untukku?”


“Apa?”


“Iya, bisakah kamu mulai membuka hatimu untukku? Kamu dapatkan merasakan bagaimana ketulusan hatiku untuk mencintaimu?”


****


Sejujurnya Ameena sama sekali tidak menyangka kalau Boy akan kembali mengungkit soal perasaannya namun yang lebih membuat Ameena terkejut adalah cara Boy mengungkapkan perasaannya jauh lebih frontal dan


sepertinya pria ini benar-benar ingin sekali mendapatkannya.


“Tuan, saya tidak mau membahas soal ini lagi.”


“Kenapa memangnya kamu tidak mau membahasnya? Apakah karena kamu masih mencintai mas Hanif?”


dirinya sendiri.


“Aku mengatakan ini bukan untuk menghancurkan harapanmu, Ameena, hanya saja aku tidak mau kamu terluka terlalu jauh karena mengharapkan sesuatu hal yang sulit untuk digapai dan mungkin tidak akan pernah


tergapai.”


“Terima kasih atas perhatian yang anda berikan Tuan, saya permisi dulu.”


Ameena masih mencoba menghindari Boy selepas pembicaraan itu dan sejujurnya sikap Ameena yang seperti itu membuat Boy gemas sekali, ia sudah melakukan semua cara untuk membuat Ameena menaruh simpati


padanya dan perlahan melupakan Hanif akan tetapi sampai saat ini sayangnya Ameena masih saja mengharapkan Hanif yang sudah jelas-jelas tidak mencintainya.


“Kamu jangan sampai menyerah, Nak, ingat kalau kamu menyerah maka Richi bisa saja mengambil Ameena,” ujar Luluk.


“Iya Ma, aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Ameena.”


****


Untari datang ke Indonesia setelah mendapatkan kabar dari putranya mengenai apa yang terjadi di Indonesia ini. Untari langsung menuju rumah dari bandara dan ketika sampai di rumah nampak Hanif yang baru saja

__ADS_1


hendak menjemputnya di bandara namun ia dibuat terkejut ketika melihat sang mama sudah ada di depan rumahnya.


“Mama kok sudah sampai?”


“Mama sengaja tidak memberikan informasi yang sesungguhnya mengenai penerbangan Mama padamu.”


“Tapi kenapa Mama melakukan semua itu?”


“Karena Mama tidak mau membuatmu repot, Mama bisa pulang sendiri dari bandara ke rumah ini kan?”


“Untungnya saja Mama tidak nyasar dan bisa tiba dengan selamat di rumah ini, ayo mari masuk.”


Hanif membantu mamanya untuk membawakan kopernya masuk ke dalam rumah, nampak Untari memerhatikan sekeliling rumah yang masih bersih dan terawat karena walaupun rumah ini dikosongkan namun Untari tetap memberikan upah asisten rumah tangga membersihkan rumah ini.


“Selamat datang di rumah Nyonya.”


“Terima kasih banyak, Bi.”


“Perlu saya buatkan sesuatu?”


“Tidak perlu, saya bisa melakukannya sendiri.”


“Baiklah Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu. Kalau memang nanti Nyonya membutuhkan sesuatu maka jangan ragu untuk memanggil saya.”


“Tentu saja, kamu lanjutkan saja pekerjaanmu, saya ingin bicara dengan Hanif.”


****


Luluk menghampiri Ameena yang sedang memasak di dapur, Ameena nampak terkejut dengan kedatangan Luluk ini yang tidak diduga olehnya. Luluk meminta Ameena untuk ikut dengannya sebentar dan Ameena nampak masih agak ragu untuk meninggalkan masakannya.


“Bibi akan melanjutkan pekerjaaanmu, bukan begitu, Bi?”


“Iya Nyonya.”


“Ayo Ameena, ikutlah denganku.”


Maka Ameena sudah tidak memiliki alasan untuk menolak ajakan dari Luluk ini, ia mengikuti ke mana langkah kaki Luluk membawanya yang rupanya Luluk membawanya menuju taman belakang rumah dan mereka duduk di kursi yang ada di sana.


“Duduklah Ameena.”


“Iya Nyonya, terima kasih.”


Kini mereka berdua sudah duduk di kursi dan Luluk belum mengatakan sepatah kata pun pada Ameena yang membuat Ameena penasaran apa yang hendak Luluk katakan padanya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2