
Ameena memikirkan semua masalah yang menimpanya silih berganti belakangan ini, Ameena merasa bahwa ia harus segera menyelesaikan semua masalah itu dan salah satunya adalah masalahnya dengan Boy yang ia biarkan secara berlarut-larut. Setelah pemikirkan yang lama dan panjang akhirnya Ameena memutuskan untuk memberikan maaf pada Boy dan memulai kembali sebuah hubungan yang baik dengan ayah dari putrinya itu walaupun rasanya masih sakit dan kesal ketika mengetahui fakta apa yang selama ini pria itu sudah lakukan pada
hidupnya namun Ameena memutuskan untuk berdamai dengan keadaan dan mulai menerima kembali Boy dalam kehidupannya.
“Tuan Boy.”
“Ada apa Ameena?”
“Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda.”
Boy nampak penasaran dengan apa yang hendak Ameena katakan padanya karena kalau ia melihat dari raut wajah Ameena, nampak sekali kalau Ameena hendak mengatakan sesuatu hal yang sangat serius saat ini.
“Memangnya apa yang hendak kamu bicarakan denganku Ameena?”
Ameena tidak langsung menjawab pertanyaan dari Boy barusan, ia mengumpulkan semua keberanian yang ia miliki sebelum akhirnya mengatakan kalau ia meminta maaf atas sikapnya selama ini pada Boy yang sudah kurang ajar. Boy yang mendengar permintaan maaf dari Ameena tentu saja terkejut sekaligus tak percaya, ia sama sekali tidak menyangka kalau Ameena meminta maaf padanya saat ini dengan sangat tulus sekali.
“Sekali lagi saya meminta maaf pada anda Tuan.”
“Tidak apa Ameena, aku dapat memahami kenapa kamu begitu membenciku namun terima kasih karena pada akhirnya kamu memberikan maaf padaku.”
“Kalau begitu saya permisi dulu.”
Ameena bergegas pergi meninggalkan Boy karena ia tahu kalau dirinya berlama-lama di sana maka Boy pasti akan mengajaknya bicara lebih lama lagi, Boy sendiri hanya dapat menghela napasnya panjang setelah Ameena
pergi. Boy ingin menahan lebih lama Ameena untuk tinggal bersamanya di sini namun sayangnya Ameena telah pergi duluan akan tetapi ada sesuatu hal yang membuat Boy begitu bahagia yaitu Ameena memaafkannya.
****
Luluk nampak penasaran sekali apa yang membuat Boy begitu bahagia saat ini karena sejak tadi kalau dirinya perhatikan sepertinya Boy selalu tersenyum dan tentu saja hal tersebut sungguh berada diluar kebiasaannya.
“Boy, apa yang membuatmu bahagia?”
“Apa?”
__ADS_1
“Mama perhatikan sejak tadi kamu selalu tersenyum, bukankah itu artinya kamu sedang bahagia?”
Boy nampak tersenyum mendengar pertanyaan yang diajukan oleh mamanya barusan, Boy pun mengatakan pada Luluk bahwa ia memang sedang bahagia sekali saat ini karena Ameena sudah memaafkannya dan hubungan mereka bisa membaik lagi. Luluk hanya menganggukan kepalanya, ia bingung harus lega atau sebaliknya karena kalau hubungan antara Boy dan Ameena membaik bukan tidak mungkin Boy akan kembali mencoba mendekati Ameena dan kemudian Boy pasti akan meminta Ameena untuk menikah dengannya.
“Kok Mama hanya diam saja?”
“Memangnya Mama harus bereaksi seperti apa? Syukurlah kalau Ameena sudah sadar bahwa ia telah salah sikap padamu.”
“Mama jangan bicara seperti itu.”
“Kok kamu sepertinya sangat membelanya, sih? Jangan-jangan kamu memang masih menyukainya, ya?”
“Aku memang masih menyukainya dan selamanya aku akan selalu menyukainya karena dia adalah cinta dalam hidupku.”
Luluk nampak menghela napasnya berat, ia sudah menduga bahwa tebakannya tadi benar bahwa sampai saat ini pasti Boy masih mengharapkan Ameena untuk menjadi pasangan hidupnya.
****
Semenjak hubungannya dengan Boy membaik, Ameena menjadi lebih sering didekati kembali oleh Boy dan tentu saja Ameena menjadi agak sedikit tidak nyaman dengan apa yang Boy lakukan ini.
“Bukan apa-apa Tuan, hanya saja Tuan selalu mengajak saya bicara dan seperti terlalu memerhatikan saya dan itu sejujurnya tidak membuat saya nyaman.”
Boy sudah menduga bahwa Ameena akan mengatakan itu namun ia sama sekali tidak menyangka Ameena akan mendapat keberanian untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya. Boy sendiri sama sekali tidak
memedulikan hal tersebut, Boy mengatakan pada Ameena bahwa rasa cintanya pada Ameena masih sama seperti dulu dan hal tersebut tentu saja membuat Ameena makin tidak nyaman karena dirinya sudah dapat menebak ke mana arah pembicaraan Boy ini.
“Ameena, kamu kenapa selalu menghindariku ketika aku mulai bicara soal perasaanku padamu?”
“Tuan Boy tahu sendiri kenapa saya selalu bersikap seperti ini, kan? Kenapa Tuan masih bertanya pada saya?”
“Ameena, aku tahu bahwa apa yang aku lakukan ini tidak membuatmu nyaman, akan tetapi bisakah kamu membuka hatiku untukku? Demi Alysa.”
“Maaf Tuan Boy, akan tetapi untuk saat ini saya benar-benar tidak ingin memikirkan hal itu, saya permisi dulu.”
__ADS_1
Ameena pun bergegas pergi meninggalkan Boy yang masih berdiri di tempatnya, Boy sendiri nampak kecewa dengan jawaban yang Ameena berikan barusan.
****
Hanif datang ke makam mendiang mantan istrinya karena ia merindukan Salsabila, ia nampak tak kuasa untuk membendung air matanya ketika menjenguk mantan istrinya itu di pemakaman ini. Hanif mengatakan pada Salsabila bahwa hanya wanita ini yang ada di dalam hatinya dan sampai kapan pun rasa cinta ini hanya untuk Salsabila seorang. Setelah mendoakan Salsabila kini Hanif pun bergegas pergi dari pemakaman umum dan ketika dalam perjalanan kembali ke rumah, ia mendapatkan telepon dari Nandhita, awalnya Hanif tidak mau menjawab
telepon dari Nandhita itu namun pada akhirnya ia pun menjawab telepon dari mantan istrinya itu.
“Mau apa kamu menghubungiku? Aku tidak memiliki banyak waktu.”
“Aku tidak akan lama, aku menghubungimu karena aku ingin meminta izin darimu untuk membawa Arsen liburan denganku selama satu minggu.”
“Apa maksudmu membawa Arsen berlibur bersamamu selama satu minggu?”
“Saat ini kan Arsen sedang libur sekolah, aku berpikir bahwa mungkin saja dia mau menghabiskan waktu denganku selama libur sekolah.”
“Aku tidak dapat berkata-kata soal itu, aku harus bertanya terlebih dahulu padanya apakah dia mau berlibur di tempatmu atau tidak.”
“Baiklah, aku mengerti kalau begitu tolong kamu tanyakan pada Arsen, ya?”
****
Cassandra datang ke tempat di mana Boy manggung, Boy yang melihat Cassandra di antara banyaknya penonton yang menonton pertunjukannya nampak kesal sekali karena ia telah menduga bahwa Cassandra pasti nantinya akan menghampirinya setelah pertunjukannya selesai dan benar saja setelah ia pergi ke belakang panggung, wanita itu tanpa sungkan mendekatinya dan bergelayut manja di lengannya yang membuat Boy menjadi tidak
nyaman.
“Apa-apaan kamu ini?”
“Boy, kenapa kamu bersikap kasar begini padaku?”
“Berhenti bersikap menjijikan seperti ini Cassandra, lebih baik aku pergi saja dari sini.”
Namun sebelum Boy pergi, wanita itu sudah menahan kembali lengan Boy dan mengatakan bahwa ia ingin menghabiskan waktu dengan Boy sebentar saja karena ada sesuatu hal yang ingin ia bicarakan.
__ADS_1
“Aku tidak memiliki waktu denganmu, lepaskan aku!”