Cinta Ameena

Cinta Ameena
Inilah Kenyataan


__ADS_3

Ameena tak mau ikut campur dalam masalah yang terjadi antara Boy dan Cassandra maka ia memilih untuk tidak terlibat dalam hal tersebut, Boy nampak mengejar Ameena karena takutnya Ameena salah paham padanya


dengan obrolannya dengan Cassandra barusan.


“Ameena tunggu dulu.”


“Ada apa, Tuan?”


“Tolong kamu jangan terpengaruh dengan apa yang Cassandra katakan padamu.”


Ameena mengatakan pada Boy bahwa ia sama sekali tidak mendengar apa pun yang dibicarakan antara mereka berdua akan tetapi Boy tidak mau percaya begitu saja karena bisa saja Ameena tak mengatakan yang sejujurnya.


“Tolong kamu percaya padaku, Ameena.”


“Saya percaya pada apa yang Tuan bicarakan.”


Jawaban dari Ameena itu membuat Boy lega dan setidaknya ia tak lagi terlalu khawatir mengenai Ameena akan berpikiran yang tidak-tidak soal pembicaraannya dengan Cassandra barusan akan tetapi justru malah wanita itu yang cari gara-gara dengan Ameena.


“Hei Ameena, seharusnya kamu itu tahu diri dengan posisimu sekarang, jangan mentang-mentang karena Boy menyukaimu maka kamu dapat memanfaatkannya begitu saja.”


“Cassandra jangan mengatakan hal yang buruk pada Ameena.”


“Kenapa memangnya aku tak boleh mengatakannya? Aku mengatakan fakta yang harus Ameena dengar supaya dia itu menyadari bahwa dia tidak pantas sama sekali bersanding denganmu, Boy.”


Boy nampak geram dengan ucapan Cassandra barusan ia pun menarik Cassandra keluar dari rumah walaupun wanita itu meronta dan meminta Boy untuk melepaskannya.


“Boy, apa-apaan kamu ini? Kenapa kamu melakukan hal kasar begini padaku?”


“Aku terpaksa melakukan hal ini memangnya karena ulah siapa?”


“Kenapa kamu mau saja dipermainkan oleh Ameena, Boy? Wanita itu sama sekali tidak mencintaimu dan kamu hanya menyiksa diri sendiri kalau memaksa ingin menikah dengan Ameena!”


Namun Boy sudah tidak mau mendengar apa pun yang dikatakan oleh Cassandra, ia menutup pintu rumah dan membiarkan wanita itu berteriak dan memanggil namanya.


“Boy, kenapa kamu melakukan ini padaku? Ini tidak lucu, buka pintunya!”


Cassandra nampak geram bukan main dengan tindakan Boy ini, ia bersumpah akan memberikan pelajaran pada Ameena.


****

__ADS_1


Ameena secara tak sengaja bertemu dengan Richi ketika berbelanja di supermarket, seperti biasa Richi langsung menghampiri Ameena dan mengajak wanita itu berbincang namun Ameena sama sekali tak terlalu menanggapinya.


“Ameena, aku bicara padamu.”


“Aku tahu kalau kamu bicara padaku.”


“Kalau memang kamu tahu sejak tadi aku bicara denganmu, lantas kenapa hanya diam saja?”


Ameena menghela napasnya panjang dan mengatakan pada Richi untuk jangan mengganggunya lagi mulai sekarang namun Richi mengatakan bahwa ia ingin menjadikan Ameena sebagai istrinya. Tentu saja Ameena terkejut dengan apa yang Richi katakan, ia menatap wajah Richi yang ia pikir hanya bercanda saja namun justru Ameena melihat Richi benar-benar serius dengan ucapannya barusan.


“Kamu percaya padaku kan? Apakah aku nampak tidak jujur ketika mengatakan ingin menikahimu?”


Namun Ameena sama sekali tidak mau membahas itu dan cenderung menghindar, Richi tentu saja tidak akan membiarkan Ameena menghindar begitu saja dan ia meminta tanggapan Ameena atas apa yang tadi ia katakan.


“Aku tidak mau menanggapinya.”


“Berarti kamu mau menikah denganku kan, Ameena?”


“Tidak, aku tidak mau menikah denganmu. Tolong jangan ganggu aku.”


“Kenapa kamu tak mau menikah denganku Ameena? Apakah kamu masih mau menunggu sampai pria yang sudah mengecewakanmu itu menerimamu? Kamu hanya menyakiti dirimu sendiri.”


Ucapan Ameena membuat Richi tercengang, ia tentu saja tak percaya begitu saja dengan apa yang Ameena katakan barusan.


****


Richi masih saja mencecar Ameena atas apa yang barusan wanita ini katakan hingga membuat Ameena tidak nyaman. Ameena sudah berusaha menghindar namun Richi tetap saja mencecarnya dengan berbagai pertanyaan hingga akhirnya Ameena pun menceritakan semuanya pada Richi dan berharap selepas ini Richi tak mengganggunya lagi.


“Baiklah kalau memang kamu ingin tahu, aku akan menikah dengan tuan Boy, apakah kamu puas?”


Richi nampak tak memercayai apa yang barusan Ameena katakan, jadi Ameena akan menikah dengan Boy? Richi menggelengkan kepalanya dan meminta pada Ameena untuk jangan bercanda namun Ameena mengatakan bahwa saat ini dirinya sedang tidak bercanda.


“Kamu kan ingin tahu aku akan menikah dengan siapa dan barusan aku telah menjawabnya, kenapa kamu sekarang tak percaya dengan jawabanku?”


“Tentu saja aku tak percaya dengan jawabanmu barusan, maksudku kamu akan menikah dengan pria itu? Yang benar saja Ameena.”


Ameena tak mau lagi meladeni ucapan Richi, ia buru-buru memesan taksi online namun Richi mengatakan bahwa ia akan mengantarkan Ameena pulang ke rumah.


“Maaf, akan tetapi aku dapat pulang sendiri.”

__ADS_1


****


Sesampainya di rumah, Ameena dibuat kesal dengan Richi yang membuntutinya sampai di rumah, Ameena meminta Richi untuk pulang namun pria itu mengatakan bahwa ia tak akan pulang dan ingin bicara dengan Boy


sekarang juga.


“Mau apa kamu bicara dengan tuan Boy?”


“Tentu saja untuk menanyakan apakah yang kamu katakan tadi memang benar atau tidak.”


Ameena nampak kesal dengan apa yang Richi katakan barusan, pada akhirnya ia mengizinkan Richi masuk ke dalam rumah dan bertanya langsung pada Boy secara langsung mengenai pernikahan mereka. Boy sendiri


nampak terkejut ketika Ameena pulang dengan Richi, tentu saja ia tak senang dengan kehadiran pria itu di sini dan bertanya pada Ameena kenapa pulang dengan Richi.


“Saya tidak pulang dengan dia, akan tetapi dia mengikuti dan ingin bicara dengan Tuan.”


“Ingin bicara denganku?”


“Iya Tuan, dia ingin bicara dengan Tuan, saya permisi masuk ke dalam dulu.”


Ameena bergegas masuk ke dalam rumah dan membiarkan Boy serta Richi bicar diluar rumah, Richi nampak tak mau berbasa-basi dengan Boy. Dirinya langsung bertanya pada Boy apakah memang pria itu dan Ameena akan


segera menikah dan Boy pun kemudian mengatakan apa yang Richi tanyakan tadi memanglah benar.


“Apa maksudmu? Ini semua pasti hanya lelucon belaka kan?”


“Terimalah kenyataan, Richi karena Ameena telah memilih.”


****


Richi nampak masih tak memercayai apa yang Boy katakan, ia meminta Boy untuk jangan berdusta padanya namun Boy mengatakan bahwa ia sudah mengatakan hal yang sejujurnya pada Richi.


“Aku sudah mengatakan hal yang sejujurnya padamu, kenapa kamu sekarang malah tak menerima kenyataan?”


“Kamu licik sekali Boy, menggunakan koneksi keluargamu untuk menjerat Ameena.”


“Aku sama sekali tidak menggunakan koneksi keluargaku untuk membuat Ameena mau menikah denganku, dia menerimaku tanpa paksaan sama sekali.”


“Dan apakah itu masuk akal? Kamu mungkin dapat membodohi semua orang namun tidak denganku karena sampai kapan pun aku tak akan memercayai apa yang kamu katakan barusan!”

__ADS_1


“Ada apa ini ribut-ribut?”


__ADS_2