Cinta Ameena

Cinta Ameena
Hasil yang Membuat Konflik


__ADS_3

Richi nampak bergetar tangannya ketika membuka isi surat hasil tes DNA tersebut dan kemudian setelahnya ia membaca apa yang tertulis di sana hingga pada bagian akhir ia menemukan sesuatu hal yang sangat membuatnya terkejut sekaligus terpukul yang mana hasil tes DNA antara dirinya dan Alysa sama sekali tidak cocok.


“Tidak mungkin, semua ini tidak mungkin.”


Richi kemudian menemui petugas yang berjaga di laboratorium untuk melakukan protes akibat hasil yang ia terima namun petugas mengatakan bahwa mereka sudah bekerja sesuai standar opersional yang berlaku dan tidak mungkin mereka melakukan kesalahan tes DNA. Richi pun kemudian terduduk di kursi ruang tunggu rumah sakit seraya memandangi hasil tes DNA yang baru saja ia terima, hasilnya sungguh membuatnya begitu terkejut dan sedih, bagaimana bisa hasil tes DNA tersebut mengatakan bahwa Alysa bukanlah putri kandungnya?


“Bagaimana bisa semua ini terjadi? Ini jelas tidak mungkin.”


Hingga akhirnya Richi teringat apa yang Boy katakan, ia pun menaruh curiga pada Boy bahwa pasti pria itu mengetahui sesuatu mengenai hal ini, Richi pun segera mengeluarkan ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Boy. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Boy menjawab telepon darinya.


“Ada apa menelponku?”


“Di mana kamu sekarang?”


“Kenapa menanyakan di mana aku sekarang?”


“Aku ingin bertemu denganmu, aku akan kirimkan di mana lokasinya.”


Selepas itu Richi segera menutup sambungan telepon dan memberikan alamat di mana ia berada, Richi menunggu di tempatnya hingga Boy akhirnya tiba di rumah sakit itu dan menghampirinya yang tengah terduduk memegangi hasil tes DNA ini.


“Kenapa memanggilku ke rumah sakit ini?”


Richi sontak saja menoleh ke arah Boy dan matanya memicing tajam, Boy sendiri nampak tidak paham apa yang terjadi pada Richi saat ini karena secara tiba-tiba saja pria ini menatapnya tajam.


“Kenapa denganmu? Apa yang sudah aku lakukan sampai-sampai menatapku begitu?”


“Katakan padaku yang sejujurnya, kamu pasti mengetahui sesuatu mengenai Alysa kan?”


****


Boy sama sekali tidak terkejut dengan hasil tes DNA yang ditunjukan oleh Richi ini karena sebelumnya ia sudah melakukan tes DNA pada Alysa dan reaksi yang Boy tunjukan barusan membuat Richi semakin yakin kalau sebenarnya memang Boy mengetahui sesuatu namun Boy memilih untuk bungkam.


“Kenapa ekspresimu seperti itu? Aku yakin sekali kalau kamu tahu sesuatu akan hal ini.”


“Aku memang tahu sesuatu mengenai hal ini, akan tetapi rasanya aku tidak perlu memberitahukan ini padamu.”


Mendengar jawaban yang Boy katakan barusan tentu saja membuat Richi menjadi emosi, ia menarik baju yang Boy kenakan dan mendesak supaya Boy mengatakan sesuatu padany namun sayangnya Boy tetap saja tak mau


mengatakan apa pun padanya.


“Kenapa kamu memaksaku untuk mengatakannya?” tanya Boy yang melepaskan bajunya yang barusan ditarik oleh Richi.

__ADS_1


“Karena aku tahu kamu pasti tahu sesuatu namun kamu sengaja ingin menyembunyikannya dariku.”


Boy menyeringai karena apa yang Richi katakan itu memang benar, reaksi Boy yang seperti itu membuat Richi menjadi geram dan ingin sekali memaksa supaya Boy mau mengatakan yang sebenarnya padanya namun


sayangnya tetap saja Boy tetap tidak mau mengatakan apa pun padanya.


“Kamu sudah semakin dekat untuk mengetahui semuanya Richi, perlahan namun pasti kamu akan tahu Alysa itu anak siapa.”


Setelah mengatakan itu Boy pun pergi meninggalkan Richi yang terdiam seraya memikirkan apa yang barusan Boy katakan padanya.


****


Ameena merasa bahwa ada sesuatu hal yang berbeda dari suaminya semenjak ia pulang ke rumah tadi, Ameena pun mencoba bicara dengan Richi mengenai ada masalah apa namun Richi tidak mau mengatakan apa pun


padanya.


“Kamu sebenarnya kenapa, Richi?”


Richi masih diam dan tak mau menatap wajah Ameena yang membuat Ameena menjadi bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, Ameena tentu saja tidak mau kalau sampai Richi memendam masalahnya sendiri seperti ini.


“Kalau memang kamu memiliki masalah, bukankah akan jauh lebih baik kalau kamu membaginya?”


“Kamu tidak mau mengatakan apa pun padaku Ameena?”


“Apa maksudmu? Bukankah kamu yang sedang ada masalah sekarang?”


“Apakah tidak ada dosa yang ingin kamu akui padaku, Ameena?”


“Kamu ini bicara apa Richi? Aku tidak paham dengan yang kamu katakan.”


Richi melihat bahwa memang Ameena tak tahu apa pun mengenai apa yang barusan ia bicarakan namun Richi hanya menghela napasnya panjang, ia masih belum mau memberitahu Ameena mengenai apa yang sebenarnya terjadi padanya padahal Ameena sudah sangat penasaran sekali.


“Aku belum dapat mengatakannya padamu.”


****


Ameena masih terbayang-bayang dengan sikap aneh Richi semalam bahkan hingga pagi ini pun dirinya menjadi tidak fokus dalam bekerja, Boy yang melihat itu pun langsung menegur Ameena, Ameena meminta maaf pada Boy


namun Boy menahan Ameena untuk bicara sebentar dengannya.


“Ameena, aku tahu kalau saat ini kamu sedang ada masalah.”

__ADS_1


Ameena hanya diam dan tak berani menatap Boy, Ameena justru memilih untuk menghindar namun Boy mengatakan sesuatu yang membuat Ameena terkejut.


“Apakah ini ada kaitannya dengan suamimu?”


Ameena kemudian berbalik badan untuk menatap Boy yang tengah memerhatikannya, Ameena pun kemudian bertanya pada Boy mengenai kenapa Boy bisa tahu mengenai hal tersebut.


“Jadi benar kalau kamu dan suamimu sedang ada masalah?”


“Sebenarnya sikap suami saya agak aneh sejak semalam, Tuan.”


“Maksudmu?”


Ameena pun menceritakan sikap Richi yang aneh tersebut pada Boy hingga akhirnya Boy dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa sepertinya Richi sedang marah pada Ameena mengenai hasil tes DNA tersebut.


“Apakah Richi sama sekali tidak mengatakan apa pun padamu?”


“Tidak Tuan.”


“Baiklah, aku akan mengatakan sesuatu padamu yang mana mungkin saja itu adalah penyebab dia marah padamu.”


“Apakah Tuan mengetahuinya?”


Boy mengatakan pada Ameena bahwa kemarin Richi melakukan tes DNA pada Alysa dan hasilnya sungguh sangat mengejutkan yang mana hal tersebut membuat Richi kecewa.


****


Ameena mengajak Richi untuk bicara sebentar sebelum mereka pulang ke rumah, Ameena menitipkan anaknya pada Luluk terlebih dahulu dan Luluk sama sekali tidak keberatan akan hal tersebut. Richi masih bersikap


dingin pada Ameena dan Ameena pun kemudian menyinggung soal apa yang Boy katakan padanya tadi siang.


“Apakah kemarin kamu melakukan tes DNA?”


Sontak Richi menoleh pada Ameena, ia tidak tahu kenapa Ameena bisa mengetahui mengenai hal ini dan sontak saja Richi bertanya pada Ameena dari siapa Ameena tahu hal tersebut.


“Itu tidak penting, sebenarnya kenapa kamu melakukan tes DNA, Richi?”


“Karena aku ingin membuktikan apakah Alysa adalah anak kandungku atau bukan.”


“Bagaimana bisa kamu meragukannya?”


“Karena hasilnya begini!”

__ADS_1


__ADS_2